Keragu-raguan
(dikutip dari buku "Kesadaran
Sejati
- Wisnu Prakasa")
Karma penghalang terbesar yang timbul dari karma tidak baik
dalam awal pembinaan
kesadaran sejati dari kehidupan spiritual
adalah keragu-raguan.
Keragu-raguan dalam menerima dan menolak segala hal
yang menyenangkan dan yang
tidak menyenangkan,
antara pengharapan dan kebingungan (kekhawatiran),
antara
baik dan buruk.
Pada awal pembina berusaha untuk memisahkan kesadaran sejati dan pikiran, tetapi
pada akhirnya tidak lagi timbul adanya pemisahan karena tidak adanya pikiran
yang timbul.
Usaha pemisahan kesadaran sejadi dan pikiran akan terus berlangsung tiada henti,
dan kadang sulit sekali dipisahkan sehingga timbul keragu-raguan dalam
pemisahan. Pada awalnya, Kesulitan ini bagaikan memilih antara makan dan tidak
makan, antara minum dan tidak minum.
Dimana pemahaman sesungguhnya tidak lagi terletak pada dua pilihan antara makan
dan tidak makan, tetapi pemahaman kesadaran sejati telah melampau keterbatasan
pilihan tersebut. Mereka yang telah menyadarinya akan makan dan juga akan tidak
makan, semua ini tergantung dari pemahaman kebijaksanaan sejatinya.
Kesadaran sejati yang sebenarnya adalah pemahaman yang tidak memiliki subjek dan
objek, pemahaman yang tidak memiliki awal dan akhir, pemahaman yang tidak
mempunyai depan dan belakang, dan pemahaman yang tidak mempunyai arah dan
tujuan.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —