Kupon Dalam Bambu
(Oleh: herianto lim,
submit: 4 JUNE 2001 )
Alkisah
seorang pengemis yang gemar membeli kupon berhadiah. Bukan main gembiranya
dia, karena nomor undiannya keluar sebagai pemenang pertama. Hadiah uang baru
dapat diambil setengah bulan kemudian.Karena tidak memiliki tempat penyimpanan
yang aman, maka kupon yang menang itu di simpan dalam mangkok bambu sedekahnya
yang menyertai kemanapun dia pergi.
Sejak hari itu, Si pengemis seolah-olah merasa dirinya begitu agung.Karena
saking gembira,dia menjadi lupa diri,berjalan pun penuh lagak. Sehabis
mengemis,dia meluangkan waktunya untuk melamun dan mengkhayal bagaimana
mengatur uangnya kalau sudah menerima hadiah nanti. Membeli sebuah Rumah
mewah, ada AC, Televisi, Kulkas dan lainnya yang tak satu pun ketinggalan.
Lalu sebuah Mobil sedan, mencari seorang Isteri.....Wah! kehidupan demikian
sungguh nikmat sekali.
Tenggelam dalam suasana khayal, dia lalu membenci kehidupannya sebagai
pengemis yang telah hidup susah selama bertahun-tahun, lalu ia pun
mengekspresikan kebenciannya dengan mencampakkan mangkok bambu sedekahnya ke
dalam sungai, "Saya sudah kaya,untuk apa lagi bambu usang ini ?"
Memang sudah nasibnya, Waktu pengemis itu pergi menerima hadiahnya, ia baru
teringat kupon berhadiahnya tersimpan dalam mangkok bambunya. Dia menjadi
terpaku, semua impian indah hilang tak berbekas.
Penjelasan :
Pepatah berujar : "Kalau sudah Suratan Karma,tanpa di tuntut, Rezeki akan
datang sendiri. Sebaliknya kalau bukan, dipaksa pun akan sia-sia".
Seorang yang tidak Membina diri dan tidak menanam ladang yang subur di
kehidupan lampau, maka omong kosong bicara pembalasan Karma Baik di kelahiran
sekarang. Walaupun memiliki Harta berlimpah,juga akan habis tanpa di sadari.
Oleh sebab itu,Tapakilah jalan yang benar, giatlah bercocok tanam dengan benih
yang baik, kelak kita yang akan memetik hasilnya juga
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —