Home
Back
Info Dharma
Galleria

Menyalahkan
(Oleh: herianto lim, submit: 26 March 2001 )

          Sepulang dari sungai, seorang Nelayan tidak tahu kalau goni kain penuh kepiting-kepiting hasil tangkapan yang dipikulnya terdapat sebuah lubang yang koyak. Si Nelayan memanggul pulang hasil tangkapannya dengan berjalan menyusuri hutan.

          Di tengah perjalanan itu ada seekor kepiting berhasil melarikan diri dari kantung goni tersebut. Ketika bertemu dengan seekor katak ditengah hutan, Kepiting bertanya kepadanya, "Hai...Katak! Saya sedang tersesat dan tidak tahu jalan keluar dari hutan ini. Tolong beritahu saya kemana jalan menuju sungai".

          Kepiting pun mulai berjalan ke arah sesuai petunjuk katak itu. Setelah seharian menempuh perjalanannya, kepiting masih tidak menemukan pinggiran sungai seperti yang dikatakan Katak. Karena sudah sangat lelah, dengan kesal dia menggerutu, "Kurang ajar katak sialan! Kalau bertemu akan ku gigit dia dengan capit ini".

          Kepiting kembali merangkak ke tempat semula dan kebetulan sekali Katak masih berada di sana. "Hei! Katak sialan! Bagus sekali kamu membohongiku, sekarang rasakanlah capitku ini".

         "Tunggu dulu! Saya tidak membohongimu". Katak berkata lagi dengan heran," Pinggiran sungai memang ada di depan, sebenarnya kamu berjalan ke mana? Coba kamu ulangi sekali lagi, saya akan lihat".

          Kepiting mulai berjalan beberapa langkah, tetapi arahnya miring ke samping. Katak baru tahu permasalahannya sekarang. Ia berkata, "Rupanya demikian keadaannya. Saya menyuruhmu berjalan lurus ke depan, tetapi langkahmu menyamping. Tentu saja tidak mungkin menemui sungai di depan".

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.