Home
Back
Info Dharma
Galleria

49 Hari Masa Transisi Almarhum
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian 2 - oleh: Wisnu Prakasa")

" Walaupun dapat mengundang 1000 Biksu dan Guru-Guru Spiritual,
    tetapi TIDAK dapat mengalahkan Alamiah Berkah
    dari doa yang tulus dari seorang anak yang berbakti. "

Bagi mereka yang berduka cita ditinggal oleh seorang keluarganya, tentu merasakan suatu kesedihan dan duka-cita yang mendalam. Walaupun demikian semua harus menerima kepergian almarhum, karena kita telah menyadari bahwa setiap manusia akan menghadapinya.

Banyak kepercayaan dan tradisi lain seperti: kepercayaan tradisi jawa dan china mengakui bahwa selama 49 hari roh dari almarhum masih kuat ikatannya dengan alam kasar (dunia). Pada masa peralihan selama 49 hari, merupakan hal yang sangat penting bagi almarhum maupun bagi keluarga yang ditinggalkannya.

Bagi almarhum, yang terpenting adalah doa-doa dari para keluarga dan kerabatnya. Para kerabatnya dapat mengucapkan permohonan maaf yang terakhir bilamana telah melakukan suatu kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Demikian pula bagi para kerabat juga dapat memaafkan almarhum bilamana almarhum telah berbuat suatu kesalahan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Dengan demikian almarhum dan para kerabatnya dapat mengakhiri karma buruk menjadi karma baik.

Para keluarga yang ditinggalkannya, juga saling memaafkan kesalahan masing-masing. Terlebih-lebih bagi anak-anak yang ditinggal oleh orang-tua, sangat penting untuk memohon maaf atas kesalahan yang disengaja dan tidak disengaja, dan juga untuk memberikan rasa hormat dan bakti yang terakhir kalinya.

Doa-doa dari keluarga dan teman-teman sedharma merupakan suatu hal yang sangat membantu bagi roh almarhum untuk dapat melewatkan segala macam hambatan atau halangan didalam masa peralihan dari alam kasar ke alam lain (alam baka atau alam kubur). Halangan yang timbul pada umumnya berasal dari dalam, tetapi ada juga yang berasal dari luar.

Penghalang yang timbul dari dalam merupakan penghalang yang timbul dari gambaran pikiran almarhum seperti timbulnya rasa khawatir dan takut ketika menghadapi suatu keadaan alam yang berbeda, rasa keterikatan akan dunia kasar yang masih besar, rasa keinginan yang kuat, rasa kekecewaan dan marah yang besar, rasa tidak dapat menerima kematiannya, rasa penolakan akan alam roh, dsb.

Penghalang yang timbul dari luar sebagai contoh timbulnya gangguan dari energi-energi yang berlebihan karena ketidak-tahuan almarhum dalam menghadapi kematiannya, dimana pada masa peralihan ini setiap unsur tubuh mulai melepaskan ikatannya satu persatu dari roh almarhum. Setiap pelepasan unsur dari roh almarhum akan menghasilkan dampak reaksi terhadap energi lainnya, sehingga dapat menjadikan kesadaran roh almarhum mengalami kebingungan karena tidak tahu apa yang akan dihadapi dan bagaimana menghadapinya.

Didalam masa transisi ini saya menghimbau para keluarga almarhum untuk selalu mengirimkan doa-doa dan membacakan ayat-ayat suci agar kesadaran roh almarhum dapat menghadapi segala hambatan di masa peralihannya. Bagi anak-anak almarhum, sebaiknya terus memanjatkan doa-doa kepada Yang Maha Kuasa. Dimana doa anak berbakti yang membina kehidupan spiritual akan banyak membantu almarhum. Saya juga menyarankan sebisanya para anak-anak melakukan vegetarian selama 7 hari hingga 49 hari.

Dimasa pelepasan unsur berlangsung, para keluarga almarhum lainnya juga harus lebih berhati-hati dalam segala perbuatan dan ucapan. Kadang-kala hal yang kecil saja telah dapat berdampak negatif terhadap almarhum maupun keluarganya. Sebaiknya para keluarga berkonsultasi kepada mereka yang lebih mengetahui tentang tata-cara penguburan yang baik dan benar.

Saya berani mengatakan demikian walaupun dengan sadar mengetahui resiko yang akan saya hadapi terhadap keadaan masyarakat sekarang yang akan mencemohkan saya sebagai orang yang tahayul, kuno dan bodoh. Semua ini akan saya terima dengan lapang dada, karena demi kebenaran dan kebaikan bagi seluruh mahluk yang sedang menghadapi proses kematian. Almarhum sepanjang hidup berbuat baik dan membina dharma, saya tidak rela bila kebaikan dan pencapaian mereka akan sia-sia hanya karena ketidak-tahuan, hanya karena kesombongan, hanya karena kebodohan dan keras kepala dari para mahluk lainnya yang merasa dirinya selalu benar dan mengetahui segalanya.

Saya juga menyarankan anak-anak dan para keluarga untuk selalu berbuat karma baik atas nama almarhum. Janganlah membuang kesempatan terakhir yang sangat berharga selama 49 hari ini. Dalam 49 hari ini, kejernihan kesadaran sejati dan roh sejati sangat mempengaruhi masa peralihan beliau.

Bilamana seorang ditinggal oleh orang tuanya, mungkin ayah atau ibu yang meninggal. Almarhum mengalami proses peralihan selama 49 hari. Selama proses peralihan ini, kesadaran almarhum mengalami keadaan yang serba baru sehingga membuatnya bingung tidak tahu harus berbuat bagaimana. Terlebih-lebih bilamana almarhum semasa hidupnya tidak dibekali dengan pengetahuan spiritual dan keyakinan yang kuat.

Di saat bermimpi, mungkin kita bertemu dengan seekor macan sehingga langsung timbul perasaan takut yang luar biasa. Alam mimpi merupakan alam yang tidak nyata, besyukurlah kita masih dapat terbangun walaupun rasa takutnya masih terasa.

Keadaan almarhum di masa peralihan tidak jauh berbeda seperti ketika bermimpi bahkan jauh lebih rumit lagi karena yang pasti almarhum tidak dapat terjaga dari kematiannya. Keadaan ini sangat tidak menyenangkan karena almarhum tidak mengetahui apa yang akan dihadapi dan bagaimana untuk menghadapinya.

Bilamana mereka telah mengetahui bahwa almarhum sedang menghadapi kesulitan, apakah pantas bagi keluarga dan anak-anak almarhum untuk tidak berusaha meringankan penderitaan yang sedang dihadapi almarhum. Saya tidak perlu bertanya berapa besar bakti anak kepada orang tuanya, saya hanya mengingatkan bahwa telah menjadi kewajiban anak-anak untuk menolong orang-tua setiap saat.

Saya mengingatkan kembali pada anak-anak almarhum bahwa kalian mempunyai kewajiban untuk membantu almarhum dengan berdoa memohon kepada Yang Maha Esa dan membacakan ayat-ayat suci agar dapat memberikan ketenangan kepada almarhum.

Almarhum membutuhkan doa-doa kalian didalam masa peralihan setidaknya selama 49 hari berturut-turut. Dimana doa-doa yang dipanjatkan oleh seorang anak yang berbakti untuk orang tuanya, merupakan Doa Permohonan yang paling berharga dihadapan Yang Maha Esa. Demikian pula doa orang-tua terhadap anaknya, merupakan Doa Restu yang paling berharga dihadapan Yang Maha Esa.
Saya dapat mengatakan bahwa, "Walaupun dapat mengundang 1000 Biksu dan Guru-Guru Spiritual, tetapi TIDAK dapat mengalahkan Alamiah Berkah dari doa yang tulus dari anak yang berbakti."

Bagi anak-anak almarhum, bilamana kalian tidak berusaha membantu orang tua kalian yang sedang menghadapi masa kebingungan. Apakah kalian akan membantu saudara-saudara lainnya, ataukah teman-teman anda yang sedang mengalami kesusahan ? Bilamana kalian dapat menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, maka seluruh alam akan menyayangi dan melindungi anda bagaikan anak kandung alam.

Saya juga mengingatkan bagi keluarga almarhum untuk menjaga segala perbuatan, ucapan dan pikiran setidaknya dalam masa peralihan yang berlangsung selama 49 hari. Mereka yang mempunyai waktu lebih, lebih baik bilamana dapat menjaganya hingga 100 hari.

Didalam masa ini, keluarga almarhum disarankan untuk melakukan perbuatan yang baik atas nama almarhum dan tidak boleh melakukan perbuatan yang kurang baik. Mengunjungi pesta atau perayaan harus dihindari. Berkunjung ke rumah teman juga harus dihindari tanpa alasan yang penting. Menerima berkah dari Heaven (Sorga) sebaiknya di hindari, tetapi memanjatkan doa bagi almarhum sangat disarankan.

Perhitungan hari yang baik dalam upacara kematian juga sangat penting, mintalah saran pada mereka yang mengetahui cara menghitung hari. Semua ini bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan, dan dibalik semua ini tersirap suatu berkah dan kebaikan yang luar biasa.

Ingat selalu petunjuk ini, karena sebagian besar mereka yang mengalami masalah dengan alam kubur dan Fung-Shui kuburan adalah mereka yang pada awalnya selalu menganggap rendah hal-hal yang demikian. Melakukan pencegahan adalah jauh lebih baik daripada menyesal dikemudian hari.

Dimasa yang serba rumit ini, masyarakat sekarang selalu mencari yang praktis dan sederhana. Sehingga segala macam tradisi tidak lagi dijalani, selalu dianggap terlalu berlebihan dan hanya sebagai sesuatu yang tahayul.

Jujurlah pada diri sendiri, apakah benar tradisi yang ada tidak lagi dijalankan karena anda memang lebih memahami proses tentang tradisi dan kepercayaan tersebut ? atau anda hanya menjadikan alasan saja karena tidak mempunyai waktu untuk melakukannya ? atau hanya sebagai alasan karena malas melakukannya ? atau hanya karena gengsi untuk dianggap sebagai orang yang tahayul, kuno dan bodoh ?

Berhati-hatilah bilamana anda tidak lagi melakukannya hanya karena alasan dari dalam diri. Saya hanya mengingatkan, bilamana nanti terjadi suatu dampak yang negatif, akan sangat sulit untuk memperbaikinya. Ingatlah bahwa kesempatan 49 hari tidak mungkin dapat di ulang kembali, karena almarhum hanya mempunyai satu karcis berangkat ke alam lain tanpa mempunyai karcis balik (one way ticket).

Jangan sombong dan merasa lebih tahu bila anda tidak benar-benar mengetahui dan melihat bagaimana proses pelepasan unsur berlangsung, bilamana anda tidak mengetahui proses yang terjadi mana mungkin anda dapat menolak energi negatif dari proses pelepasan unsur dan perubahan energi Im-Yang. Ilmu pengetahuan juga mengakui hukum kekekalan energi.

Saya banyak diberi bimbingan dan petunjuk oleh Wanita Berjubah Biru tentang energi Fung-Shui kuburan, pengaruh dan dampak dari perubahan unsur dan energi yang berlangsung dalam proses kematian, proses peralihan energi, roh sejati dan kesadaran sejati. Guru saya, Wanita Berjubah Biru, adalah seorang yang paling pakar yang pernah saya ketahui tentang masalah roh, kesadaran, energi Im-Yang dan energi alam kubur, serta segala macam pengaruh dan dampaknya.

Setelah bertahun-tahun saya mengikuti beliau menjelajah beraneka ragam kuburan di Indonesia, Singapore, Taiwan, Guam, hingga Amerika, semua ini kami lakukan untuk membantu para mahluk yang berbadan kasar maupun yang berbadan halus, yang masih di alam kasar maupun mahluk yang telah di alam halus. Semua ini kami lakukan demi meringankan penderitaan seluruh mahluk karena ketidak-tahuan para mahluk dalam menghadapi masa peralihan tersebut.

Atas pengalaman saya mengikuti beliau, saya memberanikan diri untuk mengingatkan kembali kepada mahluk lain untuk "Berhati-hati dengan proses pelepasan unsur dan perubahan energi Im-Yang. Dampaknya sangat cepat sekali terasa. Sekali terkena, Janganlah menyesal.". Walaupun seorang master Fung-Shui telah mencapai tahap dapat melihat nyata segala macam energi dari aspek Fung-Shui, mereka selalu berusaha untuk menghindar bilamana diminta mengatur Fung-Shui kuburan.

Para master Fung-Shui memahami bahwa Fung-Shui kuburan sangat sulit untuk di serasikan, karena Fung-Shui kuburan melibatkan banyak unsur seperti: energi roh, perubahan energi Im-Yang, pelepasan unsur, dan menyangkut karma dari almarhum dan keluarganya. Hanya dengan berkah dan bantuan Roh Spiritual Suci yang tinggi, maka Fung-Shui kuburan dapat dilakukan dan bermanfaat.

Atas pentunjuk dan ajaran dari Wanita Berjubah Biru, saya menggunakan berkah dan bantuan dan Roh Spiritual Suci yang tinggi untuk memecahkan masalah kuburan. Berkah dan bantuan yang saya pergunakan berasal dari Bunda Mulia dan Bodhisatva Ksitigarbha. Hanya dengan bantuan spiritual dari Bunda Mulia dan Bodhisatva Ksitigarbha maka segala macam kendala yang timbul dari kuburan dapat di perbaiki dan di manfaatkan demi kebaikan dan kebahagiaan seluruh mahluk.

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.