Ajaran-ajaran para master Tao bukan
merupakan suatu tradisi dari kebudayaan tertentu. Ajaran para master Tao
merupakan ajaran spiritual bagi para mahluk yang membina kehidupan spiritual.
Dimana para master Tao menjalankan pembinaan spiritual, untuk mencapai
Ke-Tunggal-an Agung Tertinggi.
Para Master Tao di zaman lampau, membina
kehidupan spiritualnya dengan menjalankan kehidupan pertapaan di tempat-tempat
sunyi dan sepi. Para master Tao membina ajaran Tao sebagai pedoman
kehidupannya sehari-hari. Sehingga segala perbuatan, ucapan, dan kesadaran
para Master Tao, tidak terpisahkan dari ajaran Tao.
Kehidupan master Tao, juga tidak luput dari
perhatian masyarakat yang mencari kebenaran. Sehingga sebagian masyarakat
mulai mencoba untuk memahami kebenaran akan kehidupan yang di jalankan oleh
para master Tao. Akhirnya, masyarakat dapat menerima kebenaran ajaran
pembinaan para Master Tao, sebagai bagian kehidupannya. Sehingga banyak ajaran
Tao yang telah membaur dan melekat, sebagai suatu tradisi yang baik dan benar.
Salah satu contoh adalah kebiasaan
vegetarian yang dikenal oleh masyarakat china. Para master Tao, menjalan
kehidupan vegetarian dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga keserasian.
Baik untuk menjaga keserasian dari dalam seperti tubuh dan ucapannya,
keserasian luar seperti perbuatan dan lingkungannya, hingga keserasian
rahasia, seperti pikiran dan kesadarannya. Dimana menjaga keserasian adalah
salah satu bagian dari pembinaan spiritual yang selalu dijalan oleh para
pembina ajaran Tao.
Masyarat mulai memahami bahwa kehidupan
vegetarian adalah baik keserasian, bagi untuk pembinaan spiritual, dan baik
untuk kesehatan. Sehingga banyak yang mulai mencoba menjalankan kehidupan
vegetarian seperti para master Tao.
Banyak yang berhasil menjadi vegetarian
penuh seperti master Tao, tetapi banyak pula yang mengalami kesulitan
menjalankan vegetarian. Masyarat menyadari bahwa pembinaan spiritual para
master Tao yang tampak sangat sederhana, ternyata sangat sulit dan membutuhkan
tekad yang kuat. Masyarakat juga tidak mudah berputus asa, sehingga mereka
memutuskan untuk menjalankan secara bertahap. Ada yang memulai dengan
menjalankan vegetarian seminggu sekali, ada yang vegetarian setiap tanggal 1
dan 15 kalendar bulan, ada yang berpantangan untuk tidak memakan daging
tertentu seperti daging sapi, dsb.
Banyaknya ajaran Tao yang menjadi tradisi
dalam masyarakat china, juga membuktikan akan kebenaran ajaran Tao sejak
ribuan tahun yang lampau. Walaupun kadang ajaran Tao yang sudah melekat
menjadi tradisi, kadang tidak dipahami lagi makna pembinaannya oleh
generasi-generasi selanjutnya. Bahkan generasi penerusnya, cenderung
menganggap segala tradisi adalah kuno, tidak berdasar, dan hanya mengada-ada.
Saya sangat menyayangkan kecenderungan para
generasi penerus yang demikian. Dimana saya melihat dengan jelas, bahwa sumber
masalah yang sebenarnya bukan karena tradisi tersebut kuno atau tidak
berdasar. Masalah yang sebenarnya, bersumber dari generasi penerus yang tidak
lagi dapat memahami makna dan ajaran yang terkandung dari tradisi tersebut.
Kelemahan dan ketidak tahuan para generasi penerus, akhirnya menutupi dan
membodohi mereka untuk menganggap orang lain yang bodoh.
Walaupun banyak ajaran Tao yang telah
melekat dalam tradisi masyarakat china. Tetapi saya tetap mengingatkan bahwa,
‘Ajaran Tao diturunkan sebagai ajaran yang harus dibina oleh para mahluk,
untuk mencapai Kesempurnaan Agung Sejati. Pencapaian Kesempurnaan Agung Sejati
merupakan tujuan seluruh mahluk yang memahami akan kehidupan spiritual, dan
tujuan pencapaian tertinggi ini merupakan hak setiap mahluk’.
Sehingga tidaklah benar bahwa ajaran Tao
hanya diperuntukkan bagi masyarakat china. Walaupun pada awalnya ajaran timbul
dari masyarakat china, tetapi ajaran Tao bukan hanya sebagai tradisi dari
masyarakat china tetapi ajaran Tao merupakan ajaran pembinaan kehidupan
spiritual bagi seluruh mahluk yang ingin terbebaskan dari segala penderitaan,
dan membina kehidupan spiritual hingga Pencapaian Agung Sejati.