Masyarakat modern tampaknya akan menjawab
dengan penuh keraguan.
Pola Kehidupan Spiritual bahkan menjadi
suatu mode dan trendi di dunia barat. Dimana banyak yang dengan mudahnya
berganti-ganti kepercayaan dan keyakinan bagaikan merubah penampilan untuk
mengikuti trendi dan mode yang sedang populer di masyarakat.
Bahkan banyak pula yang menjadi pemeluk
aliran tertentu, agar lebih dikenal dan tampak lain dari yang lainnya. Adapula
yang menggunakan aliran kepercayaan tertentu demi kepentingan pribadi,
sehingga dapat mencapai suatu karir dan jabatan tertentu.
Banyak pula yang memandang kehidupan
spiritual hanya sebatas puja-bhakti, membaca sutra dan mantra, melakukan
mudra, persembahan dupa dan altar, upacara, pemberkatan, penyembuhan, ramalan.
Semua pandangan diatas adalah benar sebagai bagian yang berhubungan dengan
kehidupan spiritual, tetapi semua itu bukan maksud dan tujuan utama dari
pembinaan kehidupan spiritual.
Kehidupan spiritual tidak dapat terpisahkan
dari kegiatan sehari-hari. Dimana mereka yang mulai menjalankan kehidupan
spiritual, pada kegiatan sehari-harinya akan mulai menyadari banyaknya
pertentangan dengan kebenaran yang sesungguhnya. Dimana pada akhirnya kita
menyadari bahwa segala kebahagiaan yang kita lakukan dan kita cari selama ini
bukan suatu yang abadi, bahkan kehidupan kita tidak akan abadi. Inilah awal
kebangkitan kehidupan spiritual dalam beragama yang sebenarnya, yaitu
menyadari akan makna dan tujuan kehidupan yang sebenarnya.
Para kaum intelektual telah mengetahui dan
mengerti akan ketidak-abadian segalanya dan ketidak abadian kehidupannya.
Sungguh sangat disayangkan bahwa mereka tidak berusaha untuk memahaminya
dengan lebih mendalam. Mereka menerima kenyataan akan ketidak-abaidan
kehidupannya, bagaikan menerima kenyataan bahwa matahari terbit di sebelah
timur dan akan terbenam di sebelah barat.
Seharusnya mereka dapat mengembangkan lebih
dalam lagi tentang kenyataan akan ketidak-abadian kehidupan. Mereka seharusnya
memahami lebih dalam makna, tujuan, dan pencapaian dari kehidupannya.
Banyak pula para ahli yang tidak berpuas
diri untuk menerima kenyataan bahwa matahari hanya akan terbit dan terbenam,
sehingga mereka berusaha memahami lebih dalam tentang keadaan dan sifat dari
matahari. Mereka yang memahami lebih dalam, akhirnya dapat mengetahui lebih
dalam lagi tentang sinar dan panas dari matahari.
Dimana mereka akhirnya dapat mengungkapkan
lebih banyak kebenaran, dibandingkan mereka yang hanya menerima kenyataan
bahwa matahari hanya akan terbit di timur dan terbenam di barat. Dengan
terungkapnya misteri sinar dan panas secara ilmu pengetahuan, lebih banyak
lagi alat-alat baru yang tercipta dan sangat bermanfaat bagi manusia.
Para master spiritual tidak berbeda dengan para ahli
tersebut. Mereka tidak hanya berpuas diri untuk menerima kenyataan tentang
ketidak-abadian kehidupannya, dimana mereka terus mempelajari unsur-unsur lain
yang terlibat dan berperan didalam kehidupannya. Dengan mempelajari
kehidupannya, mereka dapat lebih memahami jati-diri mereka yang sebenarnya.
Dengan mempelajari jati-diri yang sebenarnya, maka pintu kehidupan spiritual
dalam beragama telah terbuka lebar-lebar dihadapannya. Selanjutnya terserah
mereka, berapa jauh mereka sanggup menjalani kehidupan spiritual mereka.