Seorang umat datang
menjelaskan bahwa setiap kali dirinya bermeditasi, hanya dapat merasakan
tenang sebentar saja. Selanjutnya umat ini mengatakan bahwa dirinya terganggu
bahkan terbawa oleh gambaran-gambaran yang timbul dibenaknya.
Sebenarnya umat ini telah menjalankan awal
meditasi yang baik, karena dirinya dapat memahami adanya gangguan
gambaran-gambaran yang timbul dibenaknya. Gambaran yang timbul ini sebenarnya
adalah pikirannya yang mulai mengganggu dan ingin memperdaya kesadarannya,
tetapi sangat disayangkan umat ini tidak memiliki guru pembimbing yang dapat
membantunya agar lebih memahami dalam menghadapi kendala yang dihadapinya
dalam bermeditasi.
Kendala yang dialami umat ini merupakan
kendala yang pasti akan dialami oleh umat lain yang berlatih meditasi. Mereka
terus berusaha menghilangkan, tetapi gambaran tersebut selalu timbul tanpa
henti-hentinya. Gambaran ini selalu membuat mereka berputus-asa, dan akhirnya
mereka malas bermeditasi lagi.
Banyak pula umat yang tidak menyadari bahwa
mereka sebenarnya telah terperdaya oleh gambaran tersebut disaat bermeditasi,
hal ini jauh lebih buruk karena sebenarnya mereka tidak menyadari bahwa
pikiran mereka telah memperdayainya sebelumnya. Mereka yang tidak menyadari
keadaannya ini, maka latihan meditasi mereka tidak bermanfaat bagi kehidupan
spiritualnya.
Untuk membantu para umat secara umum, saya
hanya dapat memberikan sedikit pengarahan dasar agar para pembina meditasi
dapat dijauhkan dari rasa keputus-asaan dan kemalasan.
Disaat bermeditasi, biarkanlah perasaan
rileks dan setenang mungkin. Maka benak anda akan mulai menimbulkan
kilapan/kedipan gambar-gambar (berkelana), hal ini muncul secara tidak terduga
dan merupakan proses yang alamiah. Gambaran ini timbul, karena tanpa kita
sadari bahwa diri kita (kesadaran) telah terbiasa diperdaya oleh gambaran yang
timbul tersebut.
Disaat bermeditasi, kita mulai menenangkan
pikiran kita agar tidak lagi memperdaya kesadaran. Pada awalnya kita dapat
menenangkan pikiran kita walaupun hanya sesaat, selanjutnya pikiran mulai
berontak kembali dan mulai menimbulkan berbagai gambaran-gambaran didalam
benak.
Walaupun gambaran mulai timbul, anda harus
tetap sadar bahwa anda sedang bermeditasi. Rasakan anda seperti menonton film,
dan jaga agar anda tidak hanyut dalam film yang anda tonton tersebut. Lihat
dan jangan bereaksi apapun juga, dan jangan biarkan pikiran anda terbawa
hanyut atau kehilangan kesadaran akan keadaan anda yang sedang bermeditasi.
Gambaran yang timbul tersebut akan timbul dan hilang satu demi satu
bergantian.
Pahami terus keadaan timbul dan hilangnya
gambaran tersebut, dengan demikian anda sebenarnya terus membina kesadaran
untuk memahami sifat alamiah dari pikiran yang selalu ingin memperdaya
kesadaran. Jangan berputus asa akan timbul dan hilangnya gambaran yang terasa
tiada henti-hentinya. Semakin anda dapat menjaga kesadaran agar tidak hanyut
dan terperdaya oleh gambaran tersebut, maka semakin kuat kesadaran anda
terbina.
Inilah latihan dasar dalam pembinaan
meditasi. Bila anda dapat bermeditasi secara rutin, maka didalam kehidupan
sehari-hari anda akan menyadari bahwa emosi, kemelekatan dan keinginan anda
akan jauh lebih berkurang dibanding sebelum-belumnya.
Bagi yang ingin membina meditasi lebih lanjut, saya tetap
menyarankan agar mencari guru-guru meditasi. Janganlah menyia-nyiakan waktu
meditasi anda, hanya untuk mencari-cari didalam kegelapan. Belajarlah dari
pengalaman guru-guru anda sebelumnya, dengan demikian anda dapat mencapai
hasil yang jauh lebih baik.