Seorang umat pernah menanyakan kepada saya:
"Demikian banyaknya ajaran yang ada, bagaimana kita dapat mengetahui ajaran
mana yang cocok bagi kita ?"
Pertanyaan ini sangat baik sekali, dan saya
akan menjelaskannya sekali lagi disini.
Pertama, penting bagi setiap mahluk yang
ingin membina kehidupan spiritual untuk memiliki seorang Guru Pembimbing
Utama. Dimana guru ini akan melihat dan memahami keadaan mereka. Bila guru ini
telah memahami sebenarnya tentang keadaan muridnya, tentu beliau akan mulai
memberikan ajaran yang sesuai bagi muridnya.
Kemudian timbul pertanyaan baru, bagaimana
dirinya dapat mengetahui bahwa ini adalah Guru Pembimbing Utama yang
sebenarnya bagi dirinya. Saya dapat mengatakan bahwa ini adalah proses
permulaan yang tersulit didalam tahap awal pembinaan kehidupan spiritual. Dan
ini banyak dialami oleh para umat, dalam tahap awal pembinaan.
Dimana masih banyak unsur lain yang
masing-masing mempengaruhi perjalanan seorang murid dalam menemukan Guru
Pembimbing Utama yang sebenarnya. Sebagian unsur yang mempengaruhi seperti:
karma, kondisi, samaya, pencapaian spiritual, usaha, dan unsur lainnya dari
kehidupan masa lampau hingga masa sekarang.
Kedua, setelah menemukan seorang Guru dan
menerima ajaran-ajaran beliau. Para umat harus memahami dan membinanya sesuai
dengan petunjuk Guru. Setelah membina kehidupan spiritualnya dengan giat, para
umat baru dapat intropeksi kembali. Apakah pencapaian spiritual anda akan
lebih maju dengan cara pembinaan ?
Pencapaian spiritual kalian hanya tergantung
dari diri anda sendiri, saya tidak mungkin memberikan pancapain spiritual
kalian, bahkan para Buddha dan Bodhisattva sekalipun tidak juga dapat
memberikan pencapaian spiritual anda. Saya hanya dapat menunjukan apa yang
sebenarnya telah ada.
Para Buddha dan Bodhisattva bukan pencipta
kebenaran Dharma atau pemilik Dharma, Dharma telah ada sejak awalnya. Dimana
Dharma adalah kebenaran yang sesungguhnya, dan Para Buddha dan Bodhisattva
hanya menunjukan jalan mencapai kebenaran ini.
Bilamana tidak ada jodoh dan karma yang kuat.
Walaupun Buddha hadir dihadapan kita,
Kita tetap tidak pernah dapat melihatnya.
Bilamana memiliki jodoh dan karma yang kuat.
Walaupun Buddha berada di alam tanpa batas,
Kita tetap akan melihatnya dihadapan kita.