Kebesaran Seorang Guru Spiritual
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
SpiritualBagian 14
- Wisnu Prakasa")
Tidak hanya mengatakan bahwa para mahluk
harus jernih kesadarannya setiap saat. Seorang Guru Spiritual Sejati harus
membuktikan kejernihan Kesadarannya dalam kehidupan sehari-harinya.
Kebesaran seorang Guru Spiritual bukan hanya
sebatas kata-kata manisnya, hebatnya membabarkan Dharma, jubahnya, inkarnasi
masa lampaunya, popularitas atau pancapaian para Guru-Gurunya, banyaknya murid, jumlah
viharanya, hartanya, wajahnya, penampilannya, ilmunya, kekuatan supernaturalnya, dsb.
Tetapi Kebesaran sesungguhnya dari seorang Guru
Spiritual, adalah ketika Beliau dapat menghadapi segala cobaan kehidupannya
dengan Kesadaran yang jernih.
Bila disaat mengajar dan membimbing para
mahluk, seorang Guru Spiritual hanya sebatas menunjuk, menjelaskan teori dan pengetahuan
akan Kesadaran yang jernih.
Tetapi ketika sang Guru dapat menghadapi segala
cobaan kehidupannya dengan kejernihan Kesadarannya, maka sang Guru sebenarnya
telah menunjukan langsung kepada para muridnya akan “Kejernihan Kesadaran” yang
sesungguhnya.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —