Di tahun 1994 saya pergi ke satu vihara
Bunda Mulia di Taiwan, saya bertemu dengan seorang pemuda. Pemuda ini sangat
terpelajar dan bahasa inggrisnya sangat fasih dan lancar. Mengetahui dari
teman-temannya bahwa saya merupakan murid dari Wanita Berjubah Biru, lalu
pemuda ini menerangkan bahwa ayahnya merupakan doktor dari Wanita Berjubah Biru sejak dahulu.
Pemuda ini lalu menceritakan bahwa ayahnya
sangat menghormati Wanita Berjubah Biru, dan selalu mengatakan kepada
teman-teman seprofesinya bahwa karya kemanusian Wanita Berjubah Biru jauh
melampau dirinya. Walaupun sesungguhnya, ayah pemuda ini sangat terkenal
sebagai dokter yang tanpa pamrih dan ringan tangan.
Bilamana ada pasien yang penyakitnya sangat
parah atau terkena penyakit diluar kemampuannya sebagai dokter, maka sang
dokter tanpa malu menyarankan pasiennya untuk mencari wanita bejubah biru.
Para pasien yang disarankan untuk bertemu Wanita Berjubah Biru, menceritakan
kembali kepadanya tentang kehebatan dari Wanita Berjubah Biru. Sungguh luar
biasanya pengetahuan Wanita Berjubah Biru.
Pemuda ini lalu melanjutkan ceritanya.
Menurut ayahnya yang dokter, Wanita Berjubah Biru pada usianya sekitar awal
tiga puluhan menderita suatu penyakit yang parah (tidak dituliskan oleh
penulis). Berdasarkan perhitungan dari ayah pemuda ini dan teman-teman dokter
lainnya, ayahnya menyimpulkan bahwa umur Wanita Berjubah Biru tidak lebih dari
setahun. Ketika kesimpulannya disampaikan olehnya kepada Wanita Berjubah Biru,
Wanita Berjubah Biru hanya tersenyum dan berkata bahwa Bunda Mulia masih
menginginkan dirinya terus menolong para mahluk. Tugasnya masih banyak sekali
yang belum terselesaikan di dunia.
Dokter ini hanya menyarankan bahwa Wanita Berjubah Biru harus lebih banyak beristirahat dan memperhatikan kesehatannya.
Wanita Berjubah Biru mengucapkan banyak terima kasih, dan beliau juga
mengatakan bahwa sang dokter harus lebih memperhatikan kesehatannya, karena
umur beliau jauh lebih panjang dari umur sang dokter.
Kisah ini rupanya terus membekas dibenak
pemuda, dan ternyata Wanita Berjubah Biru benar-benar dapat melewati
penyakitnya. Ayahnya ternyata meninggal terlebih dahulu beberapa tahun yang
lampau.
Masih banyak lagi cerita yang disampaikannya
kepada saya, dan sungguh luar biasa cerita-ceritanya tentang kehebatan Wanita Berjubah Biru. Saya benar-benar sadar bahwa pengetahuan saya tentang guru saya
sangat sedikit, ternyata orang lain lebih mengetahui tentang kehidupan guru
saya, Wanita Berjubah Biru.
Setelah menghabiskan waktu sekitar 4 jam
menceritakan tentang Wanita Berjubah Biru, pemuda ini lalu mohon pamit untuk
pulang. Dia lalu mengharapkan suatu saat nanti dapat berjumpa kembali dengan
saya untuk melanjutkan ceritanya, rupanya masih banyak lagi cerita lainnya
yang diketahui tentang Wanita Berjubah Biru. Saya juga mengucapkan banyak
terima kasih atas ceritanya, karena beliau selalu menutupi cerita tentang
kehebatannya.
Wanita Berjubah Biru memang banyak
menceritakan tentang pengalamannya, tetapi beliau hanya menceritakan
pengalamannya ketika beliau membina ajaran Bunda Mulia. Tentang pengalamannya
dalam menolong para mahluk, Wanita berjubah hanya menceritakan kisah luar
biasanya kepada saya disaat beliau menjelaskan tentang ajaran-ajaran Bunda
Mulia.
Merasa tertarik denga kisah kehidupan Wanita Berjubah Biru, saya lalu memohon kepada guru saya untuk menceritakan
kehidupannya dimasa muda. Beliau lalu mengajak saya untuk duduk bersama
didepan altar Bunda Mulia. Saya berpikir bahwa Wanita Berjubah Biru telah siap
menceritakan tentang kisah-kisahnya, maka beliau mengajak saya kedepan altar
Bunda Mulia agar tidak terganggu oleh orang lain.
Ternyata dugaan saya salah, beliau tidak
menceritakan tentang kehidupannya. Tetapi beliau mengatakan bahwa hal ini
tidak baik. Saya sungguh tidak mengerti tentang maksud perkataannya ketika
itu, lalu saya bertanya lebih lanjut maksudnya.
Mengetahui kisah-kisah lampau dari guru
adalah baik, karena sang murid akan banyak belajar dari pengalaman gurunya.
Tetapi bila sang murid hanya mencontoh apa yang diperbuat dan dilakukan oleh
gurunya, maka sang murid menjadi terikat dengan perbuatan sang gurunya. Bila
hal ini terus berlangsung, saya hanya akan mencontoh apa yang diperbuat guru.
Jika demikian bagaimana saya dapat menjadi master sejati bagi diri saya ?
Jangan melihat perbuatan dan penampilan dari
guru, tetapi pahamilah ajarannya. Bila sang murid hanya mencontoh segala
perbuatan dan penampilan seorang guru, ini hanya akan menjadi penghalang
terbesar dalam perjalanan kehidupan spiritualnya.
Wanita Berjubah Biru menjelaskan bahwa
semakin saya banyak mengetahui tentang beliau, saya akan semakin terjerumus
dalam keterikatan terhadap beliau. Beliau menghendaki agar saya memfokus dalam
pembinaan Ajaran Bunda Mulia karena Bunda Mulia begitu besar cinta kasihnya
kepada saya.
Saya memahami bahwa meniru dan mencontoh
suatu tindakan untuk berbuat muzizat dapat menjerumuskan diri dalam
menciptakan karma buruk yang baru. Demikian pula dengan melakukan suatu
tindakan tanpa berkah dan izin dari Bunda mulia dapat menjerumuskan diri dalam
menciptakan karma buruk.
Orang lain menganggapnya sebagai muzizat,
tetapi sebenarnya semua ini terjadi berdasarkan berkah kemuliaan dari Bunda
Mulia yang tersalurkan melalui Wanita Berjubah Biru. Segala perbuatan Wanita Berjubah Biru, merupakan pancaran kemuliaan dari Bunda Mulia. Sungguh
merupakan berkah yang luar biasa bagi saya, sehingga Bunda Mulia mengajarkan
langsung segala Ajaran Kemuliaan kepada saya, semua ini tidak lepas dari
bimbingan dan perhatian yang luar biasa dari guru saya, Wanita Berjubah Biru.
Wanita Berjubah Biru benar-benar memberikan
perhatian yang luar biasa kepada saya. Disaat saya hampir terjerumus karena
ketidak tahuan saya, beliau selalu menuntun saya kembali pada jalan yang
benar. Sungguh suatu berkah yang luar biasa dapat memiliki guru sepertinya.
Wanita Berjubah Biru membina saya dengan cinta kasih yang
sangat besar, dan beliau selalu mengingatkan saya untuk giat membina ajaran
Bunda Mulia. Wanita Berjubah Biru juga banyak memberikan saran dan petuah agar
dikemudian hari saya dapat menghadapi segala tantangan dan tabah dalam
menjalankan tugas mulia demi menolong para mahluk dari segala penderitaan
samsara.