Home
Back
Info Dharma
Galleria

Keterikatan Pada Guru
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 3 -  Wisnu Prakasa")

Di tahun 1994 saya pergi ke satu vihara Bunda Mulia di Taiwan, saya bertemu dengan seorang pemuda. Pemuda ini sangat terpelajar dan bahasa inggrisnya sangat fasih dan lancar. Mengetahui dari teman-temannya bahwa saya merupakan murid dari Wanita Berjubah Biru, lalu pemuda ini menerangkan bahwa ayahnya merupakan doktor dari Wanita Berjubah Biru sejak dahulu.

Pemuda ini lalu menceritakan bahwa ayahnya sangat menghormati Wanita Berjubah Biru, dan selalu mengatakan kepada teman-teman seprofesinya bahwa karya kemanusian Wanita Berjubah Biru jauh melampau dirinya. Walaupun sesungguhnya, ayah pemuda ini sangat terkenal sebagai dokter yang tanpa pamrih dan ringan tangan.

Bilamana ada pasien yang penyakitnya sangat parah atau terkena penyakit diluar kemampuannya sebagai dokter, maka sang dokter tanpa malu menyarankan pasiennya untuk mencari wanita bejubah biru. Para pasien yang disarankan untuk bertemu Wanita Berjubah Biru, menceritakan kembali kepadanya tentang kehebatan dari Wanita Berjubah Biru. Sungguh luar biasanya pengetahuan Wanita Berjubah Biru.

Pemuda ini lalu melanjutkan ceritanya. Menurut ayahnya yang dokter, Wanita Berjubah Biru pada usianya sekitar awal tiga puluhan menderita suatu penyakit yang parah (tidak dituliskan oleh penulis). Berdasarkan perhitungan dari ayah pemuda ini dan teman-teman dokter lainnya, ayahnya menyimpulkan bahwa umur Wanita Berjubah Biru tidak lebih dari setahun. Ketika kesimpulannya disampaikan olehnya kepada Wanita Berjubah Biru, Wanita Berjubah Biru hanya tersenyum dan berkata bahwa Bunda Mulia masih menginginkan dirinya terus menolong para mahluk. Tugasnya masih banyak sekali yang belum terselesaikan di dunia.

Dokter ini hanya menyarankan bahwa Wanita Berjubah Biru harus lebih banyak beristirahat dan memperhatikan kesehatannya. Wanita Berjubah Biru mengucapkan banyak terima kasih, dan beliau juga mengatakan bahwa sang dokter harus lebih memperhatikan kesehatannya, karena umur beliau jauh lebih panjang dari umur sang dokter.

Kisah ini rupanya terus membekas dibenak pemuda, dan ternyata Wanita Berjubah Biru benar-benar dapat melewati penyakitnya. Ayahnya ternyata meninggal terlebih dahulu beberapa tahun yang lampau.

Masih banyak lagi cerita yang disampaikannya kepada saya, dan sungguh luar biasa cerita-ceritanya tentang kehebatan Wanita Berjubah Biru. Saya benar-benar sadar bahwa pengetahuan saya tentang guru saya sangat sedikit, ternyata orang lain lebih mengetahui tentang kehidupan guru saya, Wanita Berjubah Biru.

Setelah menghabiskan waktu sekitar 4 jam menceritakan tentang Wanita Berjubah Biru, pemuda ini lalu mohon pamit untuk pulang. Dia lalu mengharapkan suatu saat nanti dapat berjumpa kembali dengan saya untuk melanjutkan ceritanya, rupanya masih banyak lagi cerita lainnya yang diketahui tentang Wanita Berjubah Biru. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih atas ceritanya, karena beliau selalu menutupi cerita tentang kehebatannya.

Wanita Berjubah Biru memang banyak menceritakan tentang pengalamannya, tetapi beliau hanya menceritakan pengalamannya ketika beliau membina ajaran Bunda Mulia. Tentang pengalamannya dalam menolong para mahluk, Wanita berjubah hanya menceritakan kisah luar biasanya kepada saya disaat beliau menjelaskan tentang ajaran-ajaran Bunda Mulia.

Merasa tertarik denga kisah kehidupan Wanita Berjubah Biru, saya lalu memohon kepada guru saya untuk menceritakan kehidupannya dimasa muda. Beliau lalu mengajak saya untuk duduk bersama didepan altar Bunda Mulia. Saya berpikir bahwa Wanita Berjubah Biru telah siap menceritakan tentang kisah-kisahnya, maka beliau mengajak saya kedepan altar Bunda Mulia agar tidak terganggu oleh orang lain.

Ternyata dugaan saya salah, beliau tidak menceritakan tentang kehidupannya. Tetapi beliau mengatakan bahwa hal ini tidak baik. Saya sungguh tidak mengerti tentang maksud perkataannya ketika itu, lalu saya bertanya lebih lanjut maksudnya.

Mengetahui kisah-kisah lampau dari guru adalah baik, karena sang murid akan banyak belajar dari pengalaman gurunya. Tetapi bila sang murid hanya mencontoh apa yang diperbuat dan dilakukan oleh gurunya, maka sang murid menjadi terikat dengan perbuatan sang gurunya. Bila hal ini terus berlangsung, saya hanya akan mencontoh apa yang diperbuat guru. Jika demikian bagaimana saya dapat menjadi master sejati bagi diri saya ?

Jangan melihat perbuatan dan penampilan dari guru, tetapi pahamilah ajarannya. Bila sang murid hanya mencontoh segala perbuatan dan penampilan seorang guru, ini hanya akan menjadi penghalang terbesar dalam perjalanan kehidupan spiritualnya.

Wanita Berjubah Biru menjelaskan bahwa semakin saya banyak mengetahui tentang beliau, saya akan semakin terjerumus dalam keterikatan terhadap beliau. Beliau menghendaki agar saya memfokus dalam pembinaan Ajaran Bunda Mulia karena Bunda Mulia begitu besar cinta kasihnya kepada saya.

Saya memahami bahwa meniru dan mencontoh suatu tindakan untuk berbuat muzizat dapat menjerumuskan diri dalam menciptakan karma buruk yang baru. Demikian pula dengan melakukan suatu tindakan tanpa berkah dan izin dari Bunda mulia dapat menjerumuskan diri dalam menciptakan karma buruk.

Orang lain menganggapnya sebagai muzizat, tetapi sebenarnya semua ini terjadi berdasarkan berkah kemuliaan dari Bunda Mulia yang tersalurkan melalui Wanita Berjubah Biru. Segala perbuatan Wanita Berjubah Biru, merupakan pancaran kemuliaan dari Bunda Mulia. Sungguh merupakan berkah yang luar biasa bagi saya, sehingga Bunda Mulia mengajarkan langsung segala Ajaran Kemuliaan kepada saya, semua ini tidak lepas dari bimbingan dan perhatian yang luar biasa dari guru saya, Wanita Berjubah Biru.

Wanita Berjubah Biru benar-benar memberikan perhatian yang luar biasa kepada saya. Disaat saya hampir terjerumus karena ketidak tahuan saya, beliau selalu menuntun saya kembali pada jalan yang benar. Sungguh suatu berkah yang luar biasa dapat memiliki guru sepertinya.

Wanita Berjubah Biru membina saya dengan cinta kasih yang sangat besar, dan beliau selalu mengingatkan saya untuk giat membina ajaran Bunda Mulia. Wanita Berjubah Biru juga banyak memberikan saran dan petuah agar dikemudian hari saya dapat menghadapi segala tantangan dan tabah dalam menjalankan tugas mulia demi menolong para mahluk dari segala penderitaan samsara.

 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.