Home
Back
Info Dharma
Galleria

Kosong adalah Penuh, Penuh Adalah Kosong
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 14 -  Wisnu Prakasa") 

Kosong adalah Alamiah Kesadaran Sejati,
    Penuh juga merupakan Alamiah Kesadaran Sejati,
        Karena sebenarnya, Kosong dan Penuh tidak dapat dipisahkan.

 Para Yogi memisahkan dirinya dari mereka yang tidak membina spiritual, dimana mereka memiliki pemahaman bahwa Kebahagian tidak dapat dapat terpuaskan, hanya dengan memenuhi keinginan-keinginan Pikiran.

 Para Yogi berpandangan bahwa Kebahagian dicapai dengan mengosongkan atau melepaskan kemelekatan-kemelekatan Duniawi dan Pikiran.


Alamiah Kesadaran bagaikan cermin yang kosong.

Cermin bagaikan kosong, karena iku cermin dapat menerima segala gambaran tanpa membedakannya. Baik dan buruk, hitam dan putih, terang dan gelap, dan segalanya ; akan diterimanya tanpa beda. Baik datang timbul baik, biru datang timbul biru.
 

Alamiah Kesadaran bagaikan cermin yang penuh.

Alamiah Kesadaran bagaikan cermin yang penuh, oleh karena itu cermin tidak akan menyimpan apapun yang ada. Baik pergi, baik hilang jernih, biru pergi, biru hilang.


Alamiah Kesadaran bagaikan cermin yang kosong dan penuh.

Dimana pada awalnya juga tidak ada yang datang dan pergi, sehingga tidak ada juga yang timbul dan hilang, karena Kesadaran adalah jernih pada awalnya, jernih pada tengahnyha dan jernih pada akhirnya.

                        “Inilah Alamiah Kesadaran yang sebenarnya dari
                          Kosong adalah Penuh, Penuh adalah Kosong.”

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.