Home
Back
Info Dharma
Galleria

Latihan Pembayangan
(dikutip dari buku "
Kisah-Kasih Spiritual -  Wisnu Prakasa")


Mereka yang berlatih pembayangan dan visualisasi pada awalnya selalu mengalami kesulitan dalam membayangkan mahluk-mahluk suci dan sinar-sinar berkah lainnya. Dalam berlatih pembayangan dengan menggunakan gambaran dari para mahluk suci, diperlukan suatu pemahaman yang benar akan perasaan dan konsentrasi. Dengan giat berlatih pembayangan, maka akan terjalin ikatan spiritual yang semakin kuat dengan para mahluk suci tersebut.

Ketika berlatih pembayang mahluk-mahluk suci, kita selalu mengalami berbagai halangan pembayangan seperti timbul pikiran untuk menebak dan mencoba mengira-ngira: berapa besar bentuknya, datangnya dari mana, letaknya dimana, warnanya, bentuk mukannya, bentuk matanya, bentuk tubuhnya, bentuk tangannya, bagaimana ornamennya, dsb.

Semua halangan ini selalu timbul mengganggu apa yang kita bayangkan. Tanpa disadari kita hanya terjerat dalam lingkaran halangan yang tiada habisnya, sehingga latihan pembayangan tidak lagi terkonsentrasi.

Cobalah anda membayangkan orang yang anda cintai. Bayangkanlah kehadiran mereka, maka dengan mudah anda dapat membayangkan kehadiran mereka. Membayangkan kehadiran orang yang anda cintai akan jauh lebih mudah dibandingkan membayangkan para mahluk suci. Anda mungkin mengira karena anda lebih sering melihat orang yang anda cintai dibanding melihat gambar mahluk suci. Alasan yang ini ada benarnya, tetapi bukan menjadi alasan yang utama.

Ketika seorang pemuda untuk pertama kalinya melihat seorang gadis yang cantik, pemuda ini langsung jatuh cinta. Pemuda yang sedang jatuh cinta ini dengan mudah dapat membayangkan gadis idamannya setiap saat, walaupun pemuda ini sebenarnya baru melihat gadis idamannya beberapa saat saja.

Pemuda tersebut dapat dengan mudah membayangkan gadis idamannya, karena pemuda tersebut jatuh cinta kepada gadis tersebut. Rasa cinta yang timbul membangkitkan suatu ikatan perasaan, sehingga dengan mudah pemuda tersebut membayangkan gadis idamannya.

Pahamilah adanya ikatan perasaan yang timbul sebelum kita melakukan pembayangan. Bilamana kita telah dapat menimbulkan ikatan tersebut, tentunya kita dengan mudah dapat membayangkan kehadiran para mahluk suci yang kita hendaki.

Bagi para umat yang masih mengalami hambatan dalam melakukan pembayangkan, pada awalnya dapat mencoba dengan menimbulkan rasa kasih dan cinta pada mahluk-mahluk suci tersebut. Atau dapat juga berlatih dengan menimbulkan perasaan seperti seorang yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya.

Cara pembayangan lain yang dapat dilakukan, adalah dengan membayangkan rasa cinta kasih dari mahluk suci yang kita bayangkan. Ataupun dengan membayangkan mahluk suci tersebut sebagai seorang ibu, dan diri kita sebagai seorang bayi. Perasaan cinta kasih dan perlindungan yang diberikan oleh sang ibu, dapat mengalir penuh kedalam diri dan pikiran sang bayi.

Mereka yang telah berhasil dalam latihan pembayangan, dengan sekejab dapat membayangkan mahluk-mahluk suci. Hal ini dapat mereka lakukan, karena mereka tidak lagi terfokus atau berusaha menimbulkan. Hanya dengan merasakan gambaran pembayangan dan berkah dari para mahluk suci, pembayangan tersebut dapat timbul dan menyatu dengan alam roh dari mahluk suci tersebut.

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.