Home
Back
Info Dharma
Galleria

Lelaki Tua Yang Mencari Ketenangan
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 6 -  Wisnu Prakasa")

Seorang lelaki berumur diatas 65 tahun, mengunjungi saya dan memohon petunjuk tentang kehidupan spiritual.

Lelaki ini menceritakan tentang kehidupan spiritualnya. Sejak usia muda, dirinya banyak mempelajari berbagai macam ajaran spiritual. Dirinya telah banyak menerima penurunan berbagai macam mantra dari guru-guru besar, segala macam sutra telah dipelajarinya.

Lelaki ini bahkan menjelaskan tentang berbagai macam latihan meditasinya, bahkan latihan prana, tai-chi, dan yoga juga dijalaninya. Segala macam penglihatan dan perasaan yang timbul dalam latihan spiritual telah banyak dialaminya, yang mungkin sulit dipercaya oleh umat lainnya.

Pada pertemuan pertama ini, saya banyak mendengarkan kisah-kisahnya. Selanjutnya lelaki ini memohon petunjuk tentang pembinaan spiritual lainnya yang lebih cepat. Saya menjelaskan bahwa segala macam ajaran yang telah diterimanya telah jauh lebih dari cukup, mengapa dirinya memerlukan ajaran lain ?

Lelaki ini menjelaskan bahwa diwaktu muda memang dirinya senang mencari berbagai macam ajaran. Tetapi sekarang ini, usianya sudah cukup tua dan kondisi badannya tidak lagi memungkinkan untuk menjalankan latihan seperti sebelumnya. Dirinya hanya ingin mencari ketenangan, sehingga dirinya dapat tenang menghadapi kematian.

Saya menerangkan bahwa pembacaan mantra, sutra dan latihan meditasi yang telah dipelajari seharusnya telah memberikan ketenangan batin.

Lelaki ini membenarkan ucapan saya, tetapi juga menjelaskan bahwa ketenangan yang dirasakan masih belum mantap karena semakin banyaknya gangguan yang dirasakan baik karena daya ingatnya yang mulai melemah dan juga kondisi fisiknya yang mulai melemah. Dirinya mulai merasakan kesulitan tidur, karena penyakit dan beban pikiran yang dideritanya.

Saya menjelaskan bahwa dirinya harus kembali seperti diwaktu muda, dimana segala gangguan dan halangan dapat dilaluinya. Disaat para pemuda lain berlain berlomba-lomba mencari uang dan memupuk kekayaan, dirinya tetap gigih mencari guru dan memupuk kehidupan spiritual. Disaat para pemuda lain berusaha untuk mencari kepuasan dan kesenangan duniawi, dirinya terus mencari kepuasan dan kesenangan spiritual. Bukankah ketenangan yang dicapainya sekarang telah jauh lebih baik dibandingkan orang lain?

Dirinya mengakui juga ketenangan yang dicapainya, tetapi dirinya menyatakan bahwa ketenangannya hanya dapat dirasakan bilamana dirinya sedang menjalankan latihan yoga, tai-chi, meditasi atau berpuja-bakti. Diluar menjalankan latihan tersebut, dirinya tetap saja merasa sama seperti manusia lainnya. Lelaki ini kembali memohon petunjuk ajaran yang dapat memberikan ketenangan yang lebih baik.

Saya mengatakan kepadanya bahwa semua ajaran yang dilatihnya memang benar, tetapi intisari ajaran bukan terletak pada ajaran tersebut. Harus dipahami bahwa intisari ajaran hanya dapat diungkapkan dari dalam diri.

Bilamana kita hanya terpusat mencari-cari ketenangan didalam ajaran, maka kita tidak akan dapat mendapatkan ketenangan yang sebenarnya. Dimana ketenangan yang sebenarnya, ada didalam diri. Mantra, sutra, puja-bakti, meditasi, yoga, tai-chi hanya hanya sebagai alat bantu yang dapat mengarahkan pada ketenangan.

 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.