Masalah Inkarnasi
(dikutip dari buku
"Kisah-Kasih Spiritual Bagian XII : Wisnu Prakasa")
Masa lampau bagaikan Mimpi di siang hari.
Suka dan Duka tidak akan dibawa bangun.
Macan pun tidak dapat membawa lorengnya.
Gajah pun tidak dapat membawa gadingnya.
Badak juga tidak dapat membawa
culanya.
Bila mimpi tidak lagi dapat melekat.
Bagaimana Karma dapat melekat ?
Sebagai pembina Dharma Mulia, secara alamiah
akan memahami kebenaran Inkarnasi.
Pemahaman inkarnasi yang saya maksudkan dalam
konteks ini, sebatas dalam masalah kelahiran kembali dari Roh dan Kesadaran yang
masih diperdaya oleh kemelekatan gambaran pikiran. Dimana bagi Roh dan Kesadaran
yang telah Jernih, maka tidak lagi dapat diperdaya oleh kemelekatan gambaran
pikiran. Sehingga Roh dan Kesadaran yang telah jernih, masalah inkarnasi atau
tidak inkarnasi, TIDAK lagi berpengaruh atau menjadi suatu masalah besar.
Roh dan Kesadaran yang telah Jernih, tidak
lagi terpengaruh akan hal dan keadaan yang demikian. Secara kasarnya, saya dapat
mengatakan, "Bahkan Sorga dan Neraka sekalipun, tidak lagi berbeda, bagi
Roh dan Kesadaran Sejati Yang Jernih".
Banyak umat Buddha dan Tao, yang memang telah
memahami masalah alamiah proses timbulnya inkarnasi. Tetapi, justru banyak juga
yang cenderung penasaran akan masa lampau kehidupan mereka yang lalu.
Setiap kali saya dan Wanita Berjubah Biru
membuka hari-hari khusus untuk membantu mahluk lain, setiap saat ada saja yang
penasaran untuk mengetahui masa lampau mereka. Mereka selalu bertanya, "Siapakah
dirinya dimasa lampaunya ?"
Banyaknya umat yang menanyakan pertanyaan yang
demikian. Maka pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan sekali lagi, bahwa
Saya dan Wanita Berjubah biru, secara pribadi tidak akan menjawab
pertanyaan-tanyaan yang demikian, tanpa alasan dan tujuan yang jelas.
Hanya bila memang saya melihat, adanya
kebaikan bagi dirinya. Saya akan mempertimbangkan sekali lagi untuk
mengungkapkan jawabnya, dengan memohon petunjuk langsung dari Dewi Yauw Ce Cin
Mu.
Satu hal yang harus dipahami oleh para umat
pembina spiritual, bahwa timbulnya perasaan dan penasaran untuk mengetahui
kehidupan masa lampaunya. Akhirnya hanya akan menjadi suatu penghalang terbesar
dalam pembinaan spiritualnya.
Bagi umat yang selalu ingin mengetahui masa lampaunya, secara
alamiah tentu akan timbul suatu pengharapan yang baik. Hal ini adalah wajar,
karena memang sebagai mahluk, tentu lebih mengharapkan kebahagiaan, dan
menghindari penderitaan.
Jika dirinya dikatakan bahwa masa lampaunya
adalah Orang Hebat, Orang Kuat, atau Orang Suci, maka secara tidak langsung diri
merasa senang dan bangga. Tetapi kesenangan dan kebanggaan yang demikian, justru
dapat mencelakainya.
Dengan mengetahui bahwa dirinya adalah seorang
Spiritual dimasa lampau. Secara alamiah dan tanpa disadari, dirinya cenderung
menjadi sombong, dan malas untuk lebih membina diri. Mereke cenderung langsung
merasa pencapaian mereka sekarang ini, sama seperti pencapaian mereka dimasa
lalu. Mereka tidak menyadari, bahwa pencapaian mereka dimasa lalu, berkat
pembinaan masa lalu. Dan untuk mencapai tingkat pencapaian seperti masa lampau,
mereka harus membina diri dengan giat seperti dimasa lampau.
Bahkan seharusnya, bagi mereka yang mengetahui
bahwa dirinya adalah baik. Maka pada kehidupan yang sekarang, mereka harus dapat
lebih berbuat baik. Jadi seorang yang mengetahui bahwa dirinya adalah seorang
Guru Besar dimasa lampau, tentu akan berusaha menjadi seorang Guru Besar
kembali, dan membina diri lebih baik lagi dari kehidupan sebelumnya. Mereka yang
mengetahui masa lampaunya adalah seorang pembina spiritual, tentunya akan
berusaha menjadi seorang pembina spiritual yang lebih baik lagi.
Jika dirinya dikatakan bahwa masa lampaunya
kurang baik, secara alamiah mereka akan kecewa dan cenderung tidak
mempercayainya. Mereka secara alamiah tidak dapat menerima kenyataan yang kurang
baik, dan cenderung hanya menganggap kurang beruntung saja.
Seharusnya mereka yang mengetahui masa
lampaunya kurang baik, maka pada kehidupan yang sekarang, adalah suatu
kesempatan yang sangat baik untuk merubahnya menjadi baik. Mereka harus
menyadari bahwa kehidupan sekarang ini, merupakan kesempatan yang sangat langkah
sekali, untuk memperbaiki segala kekurangan di masa lampau.
Ada satu pengalaman saya yang berhubungan
dengan masalah umat yang ingin mengetahui inkarnasi masa lampaunya. Kiranya
pengalaman ini cukup menarik, untuk diambil hikmahnya.
Pada suatu kesempatan, satu group dari salah
satu vihara Tantra di Jakarta, berkunjung kerumah saya untuk bertemu dan berkonsultasi
dengan Wanita Berjubah Biru. Kelompok group ini memang sudah terkenal akan
kegiatan-kegiatan yang kadang sedikit aneh. Dimana tampaknya mereka lebih
tertarik akan mempelajari ilmu-ilmu gaib, dan cenderung mengumpulkan berkah dari para
Guru-Guru spiritual di seluruh dunia. Kelompok mereka memiliki pandangan yang
cukup menarik, dimana mereka merasa dapat mengambil dan menyerap kekuatan atau
ilmu dari para Guru Besar yang mereka datangi. Saya sendiri tidak mengetetahui,
bagaimana cara dan jenis ilmu yang mereka percayai itu.
Satu persatu, anggota kelompok berkonsultasi
langsung kepada Wanita Berjubah Biru. Lalu, pada saat giliran salah satu
anggotanya yaitu seorang lelaki yang cukup berumur, memohon agar Wanita Berjubah
Biru bersedia untuk mengungkapkan siapa dirinya dimasa lampau. Pemimpin kelompok
ini adalah seorang wanita, dan sebenarnya telah mengenal Wanita Berjubah Biru dan
saya sejak lama sekali. Bahkan dapat dikatakan sangat dekat, karena saya juga
banyak membantu urusan keluarga dan kelompok mereka. Selain itu, Ketua mereka sebenarnya
juga sudah mengetahui bahwa Wanita Berjubah Biru dan saya, selalu
menghindari pertanyaan-pertanyaan yang demikian. Tetapi rupanya, kali ini tampak sekali
ketua kelompok ini, sedikit memaksakan agar Wanita Berjubah Biru mau menjawab
pertanyaannya.
Untuk memberi muka kepada Ketua kelompok ini,
dengan terpaksa Wanita Berjubah Biru menyanggupinya. Kemudian Wanita Berjubah
Biru menggunakan Kesadaran dan Roh Sucinya untuk melihat masa lampau lelaki tua
ini. Kemudian dengan tenang, Wanita Berjubah Biru mengatakan bahwa "Dirinya
adalah seorang penipu, yang pandai menulis di masa lampau."
Mendengar jawaban dari Wanita Berjubah Biru
yang tidak terduga-duga. Wajah lelaki tua langsung memerah dan menundukan
kepalanya.
Umat lainnya semua langsung terdiam kaget, dan
membisu bagaikan patung beberapa menit.
Lalu mendadak ketua dari group ini, membuka
keheningan dengan berkata "Penipu yang pandai menulis, jangan dianggap
rendah. Pasti
menjadi penulis buku dongeng yang hebat.".
Semua umat di group ini kembali berseri
wajahnya. Tampak wajah lelaki tua ini langsung cerah kembali.
Disini saya melihat, betapa hebatnya Gambaran
Pikiran manusia memperdaya Jati Diri. Didalam penderitaanpun, gambaran pikiran
masih terus mencelakai manusia. Dan saya akan memastikan bahwa: "Walaupun diri
kita telah mencapai neraka yang paling dalam, Gambaran Pikiran tetap masih terus
memperdaya selamanya".
Setelah mereka pulang, Wanita Berjubah Biru
langsung menjelaskan kepada saya, mengapa dirinya kali ini menjawab pertanyaan
tentang Masa Lampu seseorang. Dimana Beliau sendiri, yang sebenarnya melarang
saya untuk membongkar rahasia-rahasia alam yang demikian, apalagi yang
berhubungkan dengan inkarnasi dan kehidupan masa lalu.
Beliau menjelaskan kepada saya, bahwa Beliau
tadinya terpaksa berusaha memuaskan keinginan gambaran pikiran mereka, dengan
harapan mereka dapat tersadarkan. Jikalau kehidupan sekarang tidak lagi
menyadari perbuatan-perbuatan buruknya. Seharusnya mereka dapat menyadari bahwa
penderitaan yang mereka alami di kehidupan sekarang, adalah hasil dari karma
buruk masa lampaunya.
Tetapi ternyata harapan Wanita Berjubah Biru
sia-sia. Gambaran Pikiran mereka tetap saja dapat memperdaya Kesadaran mereka,
karena memang mereka belum pernah sedikitpun menyadari Jati Diri mereka.
Sehingga mereka tetap saja menjadi budak dari kemelekatan dan keterperdayaan
gambaran pikiran mereka.
Disini saya jelas melihat, bagaimana kehebatan
Gambaran Pikiran, yang bisa menutupi seluruh Karma Buruk dari Kehidupan seorang
Penipu, hanya dengan alasan lainnya. Jika kita sadari, banyak sekali kehidupan
manusia yang demikian. Dimana kita dapat menutupi dan melupakan segala Perbuatan
Buruk, hanya karena alasan yang tidak pasti.
Disini saya melihat, bagaimana manusia lebih
menutupi dan berlaga tidak mengetahui segala keburukannya, tetapi sebaliknya
mereka lebih cenderung untuk membanggakan dan membesarkan kebaikannya. Tetapi
ketika dimalam hari, apakah dirinya masih terus dapat membohongan hati nuraninya
? Apakah didalam mimpinya, mereka masih dapat lepas dari
kebohongan-kebohongannya ? Apakah mereka dapat tertidur pulas, dalam kebohongan
yang semakin dalam ?
Saya benar-benar tidak dapat memahami,
bagaimana mereka menghadapinya. Saya hanya dapat memahami bagaimana Kekuatan
Gambaran Pikiran mereka yang sungguh-sungguh sangat luar biasa dahsyatnya.
Melanjuti cerita tentang group diatas, dimana
wajah mereka semua kembali berseri dan gembira. Lelaki tua inipun, kembali
tersenyum dan mengangkat kepalanya kembali. Umat lainnyapun, mulai
mengangguk-anguk kagum.
Lalu tiba-tiba, salah satu anggota group ini,
ada yang berkata, "Jangan senang dulu. Kalau seorang penipu yang pandai menulis.
Pasti dia itu seorang penipu, yang hebat menulis cek kosong atau palsu….."
Mendengar ungkapan yang begitu polos dan jujur
dari umat ini. Maka runtuhlah seketika itu juga Kehebatan Gambaran Pikiran yang
memperdaya mereka. Saat ini, ucapan yang sederhana dan polos ini, bagaikan
menelanjangi kembali semua keburukan-keburukan yang selalu mereka tutup-tutupi
bersama dalam kelompoknya.
Seketika itu juga, suasa langsung berubah
menjadi keheningan yang dalam. Sayang sekali, didalam keheningan ini, Gambaran
Pikiran mereka ternyata masih bergejolak didalam dirinya. Sehingga mereka tetap
saja tidak dapat mendengarkan Keindahan dan Kesederhaan dari Keheningan ini.
Kisah ini memang sangat sederhana. Tetapi
sangat besar sekali manfaatnya bagi saya. Melihat kejadian ini, saya benar-benar
bersyukur, ternyata di dunia ini. Masih ada umat yang mempunyai hati nurani dan
kejernihan Kesadaran. Ternyata benar, jerih payah dari Wanita Berjubah Biru yang
terpaksa menjawab pertanyaan demikian, tidak sia-sia.
Walaupun mungkin, manfaatnya tidak disadari
oleh lelaki yang bertanya dan kelompoknya. Tetapi saya melihat, ternyata hal ini
sangat bermanfaat buat saya dan umat lain yang memahaminya.
Untuk menutup masalah inkarnasi ini, Saya akan
mengungkaan suatu rahasia inkarnasi yang akan dialami oleh para pembina
spiritual dalam jalan kehidupan spiritualnya.
Para sahabat pembina Spiritual, dan para umat
pembina spiritual. Ketahuilah bahwa:
"Pada tingkat tertentu dalam Pencapaian Pembinaan
Spiritual.
Pasti secara secara alamiah dan otomatis, semua akan memahami kembali seluruh
kehidupan-kehidupan masa lampaunya.
Walau demikian, Kesadaran Sejati mereka tetap tidak lagi dapat diperdaya oleh
apapun juga, bahkan karma-karma masa lampaunya tidak lagi dapat memperdaya
Kesadaran Sejati".
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —