Home
Back
Info Dharma
Galleria

Mate-Matika Dalam Pembinaan Spiritual
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian XI -  Wisnu Prakasa")

Sejak lampau hingga sekarang, perdebatan untuk membina Kehidupan Spiritual atau tidaknya, terus berlangsung tanpa henti. Banyak manusia yang percaya akan Kehidupan lain setelah kematiannya di dunia ini. Dan banyak pula yang menganggap bahwa kehidupan akan total berakhir setelah kematiannya, sehingga mereka tidak mempercayai adanya Kehidupan lain, setelah kematian di dunia ini.

Untuk ini saya mengajak para mahluk untuk menganalisa dan menghitung untung-rugi bila membina Kehidupan Spiritual, dan TIDAK membina. Dasar perhitungan untung-ruginya, saya ambil berdasarkan logika dari rumusan perhitungan secara mate-mateka, yang pernah saya dapatkan ketika saya mengambil jurusan Computer Science dan Mate-Matika di University of Houston.

Variable:

Wk = Waktu yang dihabiskan untuk beribadah atau pembinaan spiritual setiap harinya, dalam satuan menit. Seperti: bermeditasi, membanca mantra, atau melakukan Puja-Bhakti, dsb. Setiap hari selama 10 menit.

Um = Prakira umur kehidupan manusia di dunia.

Hr = Jumlah hari dalam tahun = 365 hari.

T = Total waktu yang dihabiskan oleh manusia untuk melakukan pembinaan spiritual sepanjang hidupnya.

Maka di dapat rumus: T = Wk  x Um x Hr
( Total waktu pembinaan spiritual sepanjang hidup manusia = Waktu yang dibutuhkan untuk pembinaan setiap hari x Jumlah hari dalam setahun x Prakira umur manusia. )

Jika waktu yang dihabiskan manusia setiap hari untuk melakukan pembinaan spiritual adalah 10 menit,
Wk = 10 menit.

Dan manusia dapat mencapai umur 80 tahun,
Um = 80 tahun.

Maka total waktu pembinaan spiritual sepanjang hidup manusia :
                T
= Wk x Um x Hr
                T
= 10 menit  x 80 tahun x 365 hari
                T = 292.000 menit = 4.867 jam = 203 hari
                T = 29 minggu


KONDISI:
1. Kondisi pertama ( I ) :

Ternyata Alam Kehidupan Setelah Kematian itu ternyata Ada.
Seperti yang tertulis di dalam kitab dan sutra, bahwa Para Mahluk Suci tanpa batas memiliki Alam Kebahagiaan Tanpa Batas seperti: Sorga Sukhavati dari Buddha Amitabha, Sorga Danau Biru dari Golden Mother, dsb. Sebagai tempat bagi yang menjalankan pembinaan spiritual.
Dan Kita juga mengetahui akan adanya Alam Penderitaan, bagi para mahluk yang tidak membina kehidupan spiritual, seperti: Alam Neraka, Alam Setan Kelaparan, dsb.

 2. Kondisi kedua ( II ) :

Ternyata Alam Kehidupan Setelah Kematian itu ternyata Tidak Ada.
Dan apa yang tertulis di dalam kitab dan sutra ternyata hanya khayalan dan karangan saja. Dengan tidak adanya Alam Kehidupan Setelah Kematian, demikian pula dengan Alam Kebahagian dan Alam Penderitaan tidak ada juga. Demikian pula Alam Sorga dan Alam Neraka tidak pernah ada.

ANALISA:
Jika ternyata kondisi pertama (I) ADAnya Kehidupan Setelah Kematian adalah benar, maka Kondisi kedua (II) adalah salah. Maka akan kita ketahui sebagai berikut:

  1. Bagi yang MEMBINA kehidupan spiritual sepanjang hidupnya:
    Telah membuang waktu pembinaan spiritual sepanjang hidupnya sebanyak 29 minggu (T). Tetapi setelah kematiannya, mereka akan mencapai Sorga sehingga dan mendapatkan kebahagian lebih selama-lamanya. Manfaat yang didapat adalah tidak terhingga ().
     

  2. Bagi yang TIDAK MEMBINA kehidupan spiritual dalam kehidupan di dunia:
    Keuntungan yang didapat adalah sebanyak 29 minggu (T), karena tidak membuang waktunya untuk pembinaan spiritual. Tetapi setelah kematian, mereka masuk Neraka, dan mengalami penderitaan selama-lamanya ()
    Sehingga kerugian yang didapat adalah tidak terhingga ().

Jika ternyata kondisi kedua (II), TIDAK ADA Kehidupan Setelah Kematian adalah benar,
maka Kondisi pertama (I) adalah salah. Maka akan kita ketahui sebagai berikut:

  1. Bagi yang MEMBINA kehidupan spiritual sepanjang hidupnya:
    Telah membuang waktu pembinaan spiritual sepanjang hidupnya sebanyak 29 minggu (T). Sehingga mereka mengalami kerugian sebanyak 29 minggu karena telah menghabiskan waktunya dalam pembinaan spiritual yang sia-sia. Dan tidak ada keuntungan yang didapat.
     

  2. Bagi yang TIDAK MEMBINA kehidupan spiritual dalam kehidupan di dunia:
    Mereka mendapatkan keuntungan sebanyak 29 minggu (T), karena mereka tidak membuang waktu mereka dengan percuma. Dan tidak ada kerugian yang di rasakan.

Perhitungan matematika ini, dapat disimpulkan dalam Tabel berikut ini:

Kehidupan Setelah Kematian

Ada (I)

Tidak Ada (II)

KeuntunganKerugian KeuntunganKerugian
  Yang Membinatidak terhingga () 29 minggutidak ada29 minggu
  Tidak Membina29 minggutidak terhingga (∞) 29 minggutidak ada

Demikian pula dari segi inventasi, dimana anggap saja saya sebagai seorang investor yang akan memanfaatkan waktu anda semaksimal mungkin agar mendapatkan hasil yang maksimal. Disini saya mengajak anda untuk menginvestasikan atau menabung waktu anda setiap hari selama 10 menit. Dan ketika kita meninggal dunia, kita akan mendapatkan hasil dan bunga dari jerih payah kita menabung setiap hari. Jika kita dapat memahani perhitungan matematika pembinaan spiritual ini, maka kita akan mengetahui bahwa Return of Investment dalam pembinaan spiritual sangat baik sekali, sedangkan faktor Risk-nya sudah jelas dan sangat sedikit.

Saya dapat mengatakan bahwa di dunia ini tidak akan pernah ada investasi yang sebaik ini. Modal yang dibutuhkan sangat kecil, dan dimiliki oleh setiap manusia yaitu hanya waktu 10 menit setiap hari selama 80 tahun. Sedangkan hasil yang akan didapat lebih dari jutaan tahun di Alam Kebagaian Tanpa Batas.

Sebagai seorang yang memiliki latar belakang ilmu pengetahuan dan logika yang cukup baik, saya mengajak para umat untuk lebih memahami manfaat pembinaan spiritual yang sangat tidak terhingga ini. Bahkan dalam perhitungan untung-ruginya dalam pembinaan spiritual, dapat dijelaskan dari sudut pandang matematika dan investasi bisnis. Dengan usaha yang sangat minimal, akan menghasilkan manfaat yang tidak terhingga.

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.