Home
Back
Info Dharma
Galleria

Melihat 17 Mata Air di Puncak Gunung
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 4 -  Wisnu Prakasa")

Pada bulan agustus 1999, ditemani oleh 2 umat mendaki gunung cadas di daerah puncak, di pinggir kota jakarta. Tujuan perjalanan kami kali ini, untuk melihat-lihat mata air yang keluar di puncak gunung tersebut. Walaupun banyak sekali batu-batu cadas, tetapi sungguh suatu berkah yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa sehingga mengeluarkan mata-air.

Menurut penduduk setempat, telah hampir sebulan mata air ini keluar. Dimana diawali oleh seorang haji yang menderita sakit dikaki berkepanjangan, haji ini bermimpi disuruh untuk keatas gunung dan mengambil airnya untuk diusapkan kekakinya. Disaat terbangun, haji ini lalu mencoba untuk mengikuti petunjuk mimpinya, dan ternyata benar ditemukan mata air kecil di atas gunung. Lalu diusapkannya air tersebut, ternyata kakinya menjadi lebih baik dan akhirnya dapat sembuh kembali.

Berita ini akhirnya didengar oleh penduduk setempat yang melihat kejadian tersebut, hingga sekarang semakin banyak penduduk yang mulai mencoba mengobati penyakitnya dengan mengusapkan air dari mata air tersebut.

Sesampai ditempat mata air tersebut, dengan bantuan dari Bunda Mulia saya diperlihatkan keadaan sebenarnya dari gunung tersebut. Saya melihat di dalam gunung tersebut menjelma menjadi suatu kerajaan kecil yang dihuni oleh bermacam-macam ular dari yang kecil hingga yang lebih besar dari batang pohon kelapa.

Ditengah kerajaan tersebut terdapat ular yang luar biasa besarnya, dan saya menduga bahwa inilah raja dari para ular-ular tersebut. Setiap lubang digunung tersebut dijaga oleh ular-ular penjaga yang tidak tampak oleh mata biasa, mereka menyambut dan memberi hormat.

Melihat pancaran energi Fung-Shui dari gunung ini, sungguh merupakan tempat yang baik. Pemandangan diatas gunung ini juga sangat luar biasa indahnya, dan dapat melihat berbagai desa dan perumahan di kaki gunung. Posisi naga hijau disebelah kiri telah terbentuk, dan posisi macan putih juga terbentuk secara alamiah. Secara fung-shui luar, segalanya dapat dikatakan sempurna.

Tetapi melihat dengan kekuatan spiritual, adanya kerajaan ular dibawah gunung ini. Saya mempunyai pertimbangan lain. Walaupun gunung ini mengandung banyak batu-batu cadas, tetapi saya yakin akan tetap akan terbelah atau setidaknya bergeser bilamana ular-ular besar dan raja ular yang ditengah tersebut bergerak.

Tempat yang benar-benar sangat luar biasa, tetapi tidak sesuai untuk dibangun rumah karena tanah didalamnya akan mudah terbelah atau bergeser bilamana para ular bergerak. Inilah salah satu manfaat dari meneliti Fung-Shui yang tersembunyi, walaupun segala keadaan luar telah sempurna tetapi kadangkala masih ada yang tersembunyi yang hanya diungkapkan dengan spiritual.

Saya lalu meneliti salah satu mata air yang keluar, ternyata mata air ini berasal dari ular tersebut yang membuat lubang jalan air dari bawah gunung hingga ke atas agar air dapat keluar dari atas gunung. Air yang mengalir didalam gunung ini melewati beberapa tempat ruangan pertapaan dari kerajaan ular, sehingga air ini mengandung suatu berkah khusus yang luar biasa. Berkah yang terkandung dari kerajaan ular ini, juga tercampur beberapa kandungan mineral dari dalam tanah. Sehingga merupakan unsur gabungan yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.

Selanjutnya saya mendapatkan gambaran bahwa ketujuh belas air ini akan berpindah pindah tempat, dimana pada akhirnya akan muncul satu mata-air yang lebih besar menggantikan yang lainnya. Sang raja ular sedang menunggu waktu yang tepat, dan juga menanti penjaga atau pengurus yang taat beribadah dan berhati mulia. Rupanya kerajaan ular ini telah berniat untuk membantu para manusia, sungguh suatu niat yang mulia.

Dengan berkah yang tulus dari kerajaan ular, saya yakin tempat ini akan menjadi terkenal bilamana dapat diurus oleh pengurus yang mempunyai hati mulia. Semoga para ular di kerajaan ular tersebut dapat terus membantu meringankan segala penderitaan dari manusia.

 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.