Home
Back
Info Dharma
Galleria

Melukis Dengan Cahaya
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian XI : Wisnu Prakasa")

Banyak umat yang saya kenal baik hingga umat dari berbagai aliran lain yang menanyakan tentang hasil foto yang dapat menangkap sinar atau gambar aneh lainnya. Ada yang saya jelaskan, tetapi banyak pula yang tidak saya terangkan. Walaupun mereka kadang sedikit memaksa untuk mengatakan yang sebenarnya, tetapi saya tidak melihat adanya kebaikan walau saya harus katakan sebenarnya. Saya hanya melihat dampak sebaliknya, alasan ini yang membuat saya untuk berdiam diri kepada mereka yang demikian.

Mereka yang demikian biasanya adalah mereka yang cenderung untuk bersikap fanatik tidak mendasar. Bukan saya tidak ingin menjelaskan kebenaran yang sesungguhnya, tetapi saya menyadari. Walaupun Buddha hadir dihadapan mereka dan mengatakan yang sebenarnya, mereka tidak akan mempercayai. Mereka bukan saja tidak mempercayai kebenaran tentang foto yang demikian, bahkan mereka akan menjadi tidak mempercayai dengan yang telah membantunya mengatakan yang sebenarnya. Sungguh sangat disayangkan, mata batin kesadarannya telah tertutup oleh kefanatikan sendiri. Akhirnya, mereka akan semakin terjerumus kedalam kefanatikan yang lebih dalam lagi.

Walaupun sebenarnya masalah ini, masih tidak ingin saya ungkapan. Tetapi saya melihat semakin banyak foto yang demikian, dan semakin banyak umat yang terjerumus didalam ketidak tahuannya. Saya menyaksikan bagaimana para umat cenderung untuk bertindak yang berlebihan terhadap foto-foto yang demikian, bahkan cenderung menjadikannya berhala. Atas rasa cinta kasih dan menjunjung tinggi kebenaran, saya terpaksa mengungkapkan kebenaran yang ada tentang foto-foto yang demikian.

Salah satu hobby saya lainnya, selain dalam pembinaan spiritual dan membuat program-program komputer, adalah melukis dengan cahaya. Mungkin kedengarannya sangat aneh apa yang dimaksud dengan melukis dengan cahaya. Bukankah seorang pelukis membutuhkan cat, kuas, dan kanvas. Melukis dengan cahaya adalah salah satu istilah yang saya gunakan bagi para photographer yang telah menguasai berbagai teknik dan trik pengetahuan tentang cahaya yang lebih dalam.

Dimana seorang photographer normal, biasanya hanya mengetahui bagaimana memotret dengan baik dan sempurna. Mereka yang dapat melukis dengan cahaya dituntut sebagai artis atau pelukis photograper, dimana mereka menggunakan cahaya sebagai alat lukisnya, kamera sebagai kuasnya, dan film sebagai kanvasnya. Mereka benar-benar memahami dan mengetahui bagaimana caranya melukis dengan cahaya. Gambar dan efek apapun dapat mereka ciptakan. Semua ini tergantung dari ide dan kreasi mereka. 

Saya melihat bahwa heboh dan kesalah pahaman akan gambar foto yang demikian, sama persis seperti beberapa fotographer yang mengaku telah mengambil foto kapal UFO. Yang menjadi masalah adalah bukan tentang ada atau tidaknya UFO yang digambar foto tersebut, tetapi para ahli harus membuktikan dahulu adanya tipuan dan kesalahan dari kamera yang berdampak demikian.

Lebih dari sepuluh tahun semenjak saya mempelajari teknik pelukisan dengan cahaya melalui kamera, saya banyak melihat foto-foto yang menggambarkan berbagai sinar, penampakan, wujud yang dipercaya mengandung unsur spiritual atau alam gaib. Tetapi seluruh gambar dari foto-foto yang demikian, semuanya bisa saya jelaskan dan buktikan tidak mengandung unsur spiritual atau alam gaib seperti apa yang mereka anggap sebelumnya.

Saya melihat adanya penampakan yang demikian, kadang tanpa disengaja. Adapula karena kesalahan dari kamera dan filmnya. Foto yang demikian lebih mudah dijelaskan dan dibuktikan, karena tidak mengandung banyak trik dan dampak dari permainan efek cahaya.

Tetapi banyak pula foto-foto yang saya tahu benar pasti dibuat dengan sengaja oleh mereka yang memang ahli melukis dengan cahaya. Saya memahami bahwa sebagai orang normal, kesalahan memfoto untuk mendapatkan hasil yang demikian bagus sangat kecil sekali. Saya dapat bandingkan bagaikan orang normal yang bukan pelukis, dan secara tiba-tiba dapat melukis potrait wajahnya dengan sempurna. Hal ini tentu akan menghebohkan para pakar pelukis-pelukis lainnya.

Mereka memang seorang photographer yang mengetahui bagaimana caranya melukis dengan cahaya. Gambar dan efek apapun, dapat mereka ciptakan tanpa batas. Semua ini tergantung dari ide dan kreasi mereka. Mereka yang demikian bukan saja sebagai photograper, tetapi adalah pelukis yang sangat ahli menggunakan cahaya sebagai alat lukisnya, kamera sebagai kuasnya, dan film sebagai kanvasnya.

Walau demikian saya tidak mengatakan bahwa foto yang demikian semuanya hanya karena lukisan sinar, dan tidak memiliki unsur spiritual. Saya masih melihat adanya kemungkinan unsur spiritual akan tertangkap fotograhpy, tetapi kemungkinan ini sangat kecil sekali dilakukan dengan kamera biasa. Seperti halnya sebuah kamera khusus untuk memfoto sinar aura, walaupun masih jauh dari sempurna tetapi masih memungkinkan untuk lebih disempurnakan lagi.

Lalu timbul pertanyaan dari seorang umat, “Apakah ada foto yang memang benar-benar asli yang bukan dari trik atau permainan cahaya ?”

Saya katakan bahwa saya juga pernah melihat foto asli yang memiliki unsur spiritual, tetapi gambarnya jauh dari foto-foto yang saya lihat banyak berkembang di masyarakat umum. Saya tidak akan mengatakan bagaimana gambarannya, karena saya khawatir dikemudian hari akan timbul oknum-oknum lainnya yang memanfaatkan kepandaiannya bagi kepentingan pribadinya.

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.