Home
Back
Info Dharma
Galleria

Memaki-Maki
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 6 -  Wisnu Prakasa")

Guru: "Kamu bodoh!"

Murid hanya berdiam:"......".

Guru:"Kamu sangat bodoh!"

Murid tetap berdiam:"......".

Guru:"Kamu memang paling bodoh!"

Murid tetap diam:"......".

Guru:"Bagus sekali, mulai sekarang bayangkan atau anggap saja yang memarahi atau berkata kurang enak terhadap anda adalah guru anda. Dengan demikian pikiran anda tidak akan timbul untuk membalas atau memaki-maki."

Berkah yang timbul dari guru, benar-benar sangat luar biasa. Pikiran yang selalu memperdaya, bahkan tidak dapat timbul. Inilah suatu bukti nyata adanya berkah guru yang dapat menaklukan gambaran pikiran. Dengan bersama guru dan selalu mengikuti petunjuk guru, maka berkah yang akan diterima oleh sang murid akan lebih berlimpah.

Demikian pula bilamana anda merasa ingin memaki-maki seseorang, janganlah anda langsung memaki-maki orang tersebut karena pasti akhirnya akan menjadi keributan yang berkepanjangan karena masing-masing saling memaki-maki.

Bila anda berani, maki-maki guru anda. Percayalah bahwa guru anda tidak akan memaki-maki balik anda karena guru anda tidak mengetahui mengapa anda memaki-makinya. Jangan khawatir untuk memaki-maki guru anda, karena kesadaran sejati guru anda tidak akan pernah terperdaya oleh gambaran segala pikiran anda yang memaki-makinya.

Tetapi pada umumnya sebelum anda memaki-maki guru anda, keinginan pikiran anda yang timbul untuk memaki-maki akan lenyap seketika anda telah berhadapan dengan guru anda. Inilah juga suatu berkah dari guru yang dapat menaklukan gambaran pikiran anda.

Jika anda ragu untuk memaki-maki guru anda, anda dapat memaki-maki rupang di altar. Jangan khawatir, karena rupang di altar tidak akan pernah membalas makian yang anda lontarkan. Jangan khawatir untuk memaki-maki rupang karena memaki-maki mahluk hidup lebih besar dampak negatifnya dibanding memaki-maki rupang.

Bilamana anda dapat memahami petunjuk ini, tentunya anda akan dapat lebih memahami timbul dan hilangnya gambaran pikiran yang sebelumnya selalu menguasai anda. Mengapa keinginan tersebut selalu timbul untuk dipuaskan, dan mengapa dapat lenyap seketika ketika anda berniat memaki-maki guru atau rupang di altar ?

 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.