Beberapa umat datang berbincang-bincang
tentang sutra dan mantra. Diakhir perbincangan seorang dari mereka menanyakan
langsung kepada saya: Manakah yang lebih bermanfaat, membaca sutra atau
membaca mantra ?
Keduanya adalah sama baiknya hanya pikiran
yang membedakan. Pahamilah bahwa mantra adalah intisari dari sutra. Bilamana
tidak ada sutra, maka tidak ada intisarinya yaitu mantra. Begitu pula bila
tidak ada mantra sebagai intisari sutra, maka sutra tersebut tidak lagi
bermanfaat.
Bila dapat membaca keduanya dengan penuh
penghayatan, maka berkah yang sesungguhnya pasti akan didapat. Sayang sekali
para mahluk cenderung untuk berlomba-lomba mengumpulkan mantra sebanyak-banyak
hanya karena ingin mengejar berbagai macam ilmu-ilmu tertentu. Sungguh suatu
kesalah pahaman, jika mantra-mantra suci digunakan sebagai jalan untuk
mendapatkan ilmu-ilmu gaib yang tidak abadi.
Di zaman modern ini dimana segala informasi
dapat diperoleh dengan cepatnya. Sangat disayangkan semakin sedikit para
mahluk yang ingin memperdalami sutra-sutra. Dilain pihak para umat sekarang
cenderung untuk selalu ingin mencari jalan pintas hanya dengan berlomba-lomba
mengumpulkan mantra sebanyak-banyaknya.
Sehingga mereka sulit untuk dapat menghayati
makna sebenarnya yang terkandung didalam mantra. Ketahuilah bahwa untuk
memahami mantra yang mereka baca, mereka harus memahami dahulu penjelasan yang
ada di dalam sutra.
Bilamana sutra dan mantra telah dapat dipahami dengan
sebenarnya, maka untuk melanjutkan pembinaan spiritual ini, dapat dilakukan
sesuai dengan situasi dan kondisi. Dimana membaca sutra sebaiknya dilakukan
pada tempat atau waktu-waktu tertentu, sedangkan membaca mantra dapat
dilakukan hampir disetiap tempat dan setiap saat. Kedua pembacaan
masing-masing memiliki kelebihan khusus dalam pembinaan kehidupan spiritual.