Pada satu kesempatan di bulan september
tahun 1997, saya diundang makan oleh beberapa umat untuk bertemu dengan
seorang lelaki yang cukup berumur. Sebenarnya lelaki tua ini telah mengundang
saya beberapa kali secara pribadi, tetapi baru kali ini saya dapat
menyanggupinya. Untuk ini saya memohon maaf, karena baru sekarang dapat
memenuhi undangannya.
Ternyata maksud lelaki tua ini untuk bertemu
dengan saya, karena beliau mengalami sedikit kendala dalam pembinaan
spiritualnya. Dimana sejak beberapa tahun ini, beliau tidak lagi merasakan
kemajuan dalam pembinaan spiritualnya, bahkan dirinya mulai merasakan banyak
kemunduran, karena tubuhnya semakin tua dan sakit-sakitan.
Saya menjelaskan bahwa saya tidak
menjanjikan apapun, tetapi saya mencoba untuk membagi pengalaman pembinaan
spiritual saya yang masih singkat ini. Dan saya juga mengatakan bahwa saya
seharusnya, yang ingin belajar dari pengalaman dari para mahluk pembina
spiritual lainnya.
Kemudian saya meminta kepadanya, untuk
menceritakan pembinaan spiritual yang telah dijalankan selama bertahun-tahun
ini.
Dengan semangatnya, lelaki ini menceritakan
pengalamannya selama bertahun-tahun berlatih segala macam mantra, mudra, puja,
meditasi, hingga ajaran rahasia lainnya dari para guru spiritual di negara
lain.
Umat ini juga menceritakan berbagai kejadian
aneh yang dialaminya sewaktu bermeditasi di tempat-tempat suci. Dan juga
menceritakan berbagai teknik pembinaan spiritual yang telah dipelajarinya dari
pembinaan yang bersifat umum hingga pembinaan khusus dan rahasia.
Setelah menceritakan pengalamannya, lelaki
tua ini mulai berkata, "Semenjak tiga tahun terakhir ini, meditasi yang saya
jalankan terasa semakin sulit sekali. Saya benar-benar bingung, karena hingga
sekarang tidak mengetahui masalah dan kendalanya."
"Meditasi apa yang sekarang, anda jalankan
?" tanya saya lebih lanjut.
"Sebelum Guru Utama saya meninggal empat
tahun yang lalu, beliau meninggalkan pesan kepada saya untuk selalu membina
meditasi ‘Kekosongan’. Meditasi ‘Kekosongan’ ini yang saya jalankan selalu. "
jawabnya.
"Apakah makna kekosongan dalam meditasi
kekosongan yang anda jalankan ?" tanya saya.
"Meditasi kekosongan adalah tanpa bentuk,
wujud atau rupa. ..." jawabnya, yang diikuti dengan penjelasan tentang
pengetahuan spiritual tentang Mahamudra.
Sungguh suatu mahluk yang sangat langkah,
bila dapat membina ajaran Mahamudra di zaman sekarang. Saya sangat bersyukur,
ternyata masih ada umat yang benar-benar serius mempelajar ajaran yang sangat
luar biasa ini.
Kemudian saya bertanya lebih lanjut,
"Bilamana kekosongan yang anda maksudkan tersebut tanpa bentuk, wujud dan
rupa, mengapa anda harus mencarinya hanya dengan bermeditasi ?".
"Saya tidak mengerti…" jawabnya bingung.
"Bila anda ingin mencapai kekosongan seperti
yang dimaksud oleh guru anda. Mengapa anda harus mencapainya dengan
bermeditasi ? Bukankah kekosongan yang anda maksud tanpa bentuk, wujud, dan
rupa." jelas saya lagi.
"Para guru saya menekankan bahwa kekosongan
hanya dapat dicapai dengan meditasi tingkat tinggi ini." jawabnya dengan
ragu-ragu.
"Sangat benar sekali perkataan guru anda.
Tetapi saya khawatir bahwa anda terlalu melekat dengan perkataan guru anda,
kemelekatan ini yang membuat diri anda tidak lagi kosong. "
Umat ini terdiam sejenak, tanpa berkata
sedikitpun.
"Satu hal lagi. Ketika anda mempermasalahkan
tujuan dan pencapaian akan pembinaan meditasi anda. Diri anda tidak lagi
kosong, karena penuh dengan keinginan dan kekhawatir akan tujuan dan pencapain
anda." lanjut saya.
"Benar sekali !!! Saya memang sangat
khawatir akan mediasti yang jalankan ini. Terima kasih, terina kasih...."
katanya dengan sangat gembira.
"Teruskanlah latihan meditasi dari guru
anda. Semoga anda dapat mencapai secepatnya. Dan jangan melekat dengan apa
yang saya katakan." jawab saya dengan tersenyum.
Banyak sekali saya mendengar para umat yang
menjalankan berbagai macam teknik meditasi kekosongan, pencapaian ini
merupakan suatu kabar baik yang sangat menggembirakan hingga tersebar seluruh
penjuru alam bahkan terdengar hingga ke alam sorga. Sebagai mahluk spiritual,
saya sangat bersyukur dengan turunnya ajaran meditasi kekosongan yang dapat
membantu para mahluk mencapai Kekosongan Sejati.
Walaupun tampak sangat sederhana, tetapi
sesungguhnya meditasi kekosongan merupakan meditasi yang paling sulit
dipahami, dan memerlukan latihan dasar yang kuat. Dengan banyaknya umat yang
menjalankan meditasi kekosongan, saya merasa senang dan juga merasa khawatir
akan keadaan mereka.
Mereka yang menjalankan meditasi kekosongan,
sebaiknya selalu didampingi dan diawasi langsung oleh guru. Tanpa bimbingan
langsung dari seorang guru, mereka yang menjalankan meditasi kekosongan
bagaikan seorang astronot buta yang melayang di luar angkasa. Dirinya tidak
lagi mengetahui sepuluh penjuru angin, dan bahkan dirinya tidak lagi dapat
membedakan atas dan bawah.
Dalam pembinaan awal dari lelaki itu,
meditasi kekosongan yang dilakukan oleh umat tersebut bukan intisari meditasi
kekosongan yang sebenarnya. Tanpa disadari lagi, dirinya hanya sedang mencari
dan menangkap kekosongan yang diyakininya sesuatu yang tidak berbentuk, tidak
berwujud dan tidak berupa. Bilamana dirinya telah benar-benar dapat memahami
meditasi kekosongan yang sebenarnya, apalagi yang harus dicari, ditunggu, atau
dicapainya dalam meditasinya.
Dirinya sebenarnya bukan sedang bermeditasi
kekosongan, tetapi dirinya sedang berusaha mewujudkan kekosongan tersebut.
Setelah kekosongan yang diyakininya berwujud, kemudian dirinya akan
menghilangkan wujud kekosongan tersebut. Kesadarannya tidak lagi memahami
bahwa dirinya telah terjebak didalam lingkaran antara perwujudan dan
penghilangan.
Meditasi kekosongan yang sebenarnya bukan
terletak pada perwujudan dan juga bukan terletak pada penghilangan, tetapi
terletak diantara keduanya. Kekosongan dapat merupakan perwujudan, dan dapat
merupakan penghilangan. Kekosongan juga dapat menjadi bukan perwujudan, dan
dapat menjadi bukan penghilangan. Inilah intisari kekosongan yang sebenarnya.
Kekosongan adalah memahami sifat alamiah yang sebenarnya dari segalanya.
Janganlah mengartikan apa yang saya jelaskan
tentang kekosongan diatas, karena kekosongan jauh melampau dari pemahaman dari
kata-kata saja. Jika anda merasa telah dapat memahami akan kekosongan yang
saya maksudkan ini, bukankah berarti anda telah terikat dengan kata-kata saya.
Bagaimana anda dapat mengatakan telah memahami kekosongan, sedangkan pikiran
anda hanya penuh dengan kata-kata saya.
Sekali lagi saya mengingatkan kepada para
mahluk yang membina ajaran ‘Kekosongan’ untuk berhati-hati, karena secara
tidak sadar anda akan terikat dengan pemahaman kekosongan itu sendiri.
Kekosongan yang sebenarnya hanya dapat dirasakan langsung dengan pembinaan,
kekosongan tidak akan pernah dapat tercapai hanya dengan mendengar, membaca
atau mempelajari ajaran saja.
Pahami dan bina terus meditasi anda dengan bimbingan
langsung dari guru anda. Tanyakankanlah yang sejelas-jelasnya kepada guru
anda. Tanpa bimbingan dari guru secara langsung, latihan anda akan jauh lebih
lambat.