Home
Back
Info Dharma
Galleria

Membina Meditasi Kekosongan
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 4 -  Wisnu Prakasa")

Pada satu kesempatan di bulan september tahun 1997, saya diundang makan oleh beberapa umat untuk bertemu dengan seorang lelaki yang cukup berumur. Sebenarnya lelaki tua ini telah mengundang saya beberapa kali secara pribadi, tetapi baru kali ini saya dapat menyanggupinya. Untuk ini saya memohon maaf, karena baru sekarang dapat memenuhi undangannya.

Ternyata maksud lelaki tua ini untuk bertemu dengan saya, karena beliau mengalami sedikit kendala dalam pembinaan spiritualnya. Dimana sejak beberapa tahun ini, beliau tidak lagi merasakan kemajuan dalam pembinaan spiritualnya, bahkan dirinya mulai merasakan banyak kemunduran, karena tubuhnya semakin tua dan sakit-sakitan.

Saya menjelaskan bahwa saya tidak menjanjikan apapun, tetapi saya mencoba untuk membagi pengalaman pembinaan spiritual saya yang masih singkat ini. Dan saya juga mengatakan bahwa saya seharusnya, yang ingin belajar dari pengalaman dari para mahluk pembina spiritual lainnya.

Kemudian saya meminta kepadanya, untuk menceritakan pembinaan spiritual yang telah dijalankan selama bertahun-tahun ini.

Dengan semangatnya, lelaki ini menceritakan pengalamannya selama bertahun-tahun berlatih segala macam mantra, mudra, puja, meditasi, hingga ajaran rahasia lainnya dari para guru spiritual di negara lain.

Umat ini juga menceritakan berbagai kejadian aneh yang dialaminya sewaktu bermeditasi di tempat-tempat suci. Dan juga menceritakan berbagai teknik pembinaan spiritual yang telah dipelajarinya dari pembinaan yang bersifat umum hingga pembinaan khusus dan rahasia.

Setelah menceritakan pengalamannya, lelaki tua ini mulai berkata, "Semenjak tiga tahun terakhir ini, meditasi yang saya jalankan terasa semakin sulit sekali. Saya benar-benar bingung, karena hingga sekarang tidak mengetahui masalah dan kendalanya."

"Meditasi apa yang sekarang, anda jalankan ?" tanya saya lebih lanjut.

"Sebelum Guru Utama saya meninggal empat tahun yang lalu, beliau meninggalkan pesan kepada saya untuk selalu membina meditasi ‘Kekosongan’. Meditasi ‘Kekosongan’ ini yang saya jalankan selalu. " jawabnya.

"Apakah makna kekosongan dalam meditasi kekosongan yang anda jalankan ?" tanya saya.

"Meditasi kekosongan adalah tanpa bentuk, wujud atau rupa. ..." jawabnya, yang diikuti dengan penjelasan tentang pengetahuan spiritual tentang Mahamudra.

Sungguh suatu mahluk yang sangat langkah, bila dapat membina ajaran Mahamudra di zaman sekarang. Saya sangat bersyukur, ternyata masih ada umat yang benar-benar serius mempelajar ajaran yang sangat luar biasa ini.

Kemudian saya bertanya lebih lanjut, "Bilamana kekosongan yang anda maksudkan tersebut tanpa bentuk, wujud dan rupa, mengapa anda harus mencarinya hanya dengan bermeditasi ?".

"Saya tidak mengerti…" jawabnya bingung.

"Bila anda ingin mencapai kekosongan seperti yang dimaksud oleh guru anda. Mengapa anda harus mencapainya dengan bermeditasi ? Bukankah kekosongan yang anda maksud tanpa bentuk, wujud, dan rupa." jelas saya lagi.

"Para guru saya menekankan bahwa kekosongan hanya dapat dicapai dengan meditasi tingkat tinggi ini." jawabnya dengan ragu-ragu.

"Sangat benar sekali perkataan guru anda. Tetapi saya khawatir bahwa anda terlalu melekat dengan perkataan guru anda, kemelekatan ini yang membuat diri anda tidak lagi kosong. "

Umat ini terdiam sejenak, tanpa berkata sedikitpun.

"Satu hal lagi. Ketika anda mempermasalahkan tujuan dan pencapaian akan pembinaan meditasi anda. Diri anda tidak lagi kosong, karena penuh dengan keinginan dan kekhawatir akan tujuan dan pencapain anda." lanjut saya.

"Benar sekali !!! Saya memang sangat khawatir akan mediasti yang jalankan ini. Terima kasih, terina kasih...." katanya dengan sangat gembira.

"Teruskanlah latihan meditasi dari guru anda. Semoga anda dapat mencapai secepatnya. Dan jangan melekat dengan apa yang saya katakan." jawab saya dengan tersenyum.

Banyak sekali saya mendengar para umat yang menjalankan berbagai macam teknik meditasi kekosongan, pencapaian ini merupakan suatu kabar baik yang sangat menggembirakan hingga tersebar seluruh penjuru alam bahkan terdengar hingga ke alam sorga. Sebagai mahluk spiritual, saya sangat bersyukur dengan turunnya ajaran meditasi kekosongan yang dapat membantu para mahluk mencapai Kekosongan Sejati.

Walaupun tampak sangat sederhana, tetapi sesungguhnya meditasi kekosongan merupakan meditasi yang paling sulit dipahami, dan memerlukan latihan dasar yang kuat. Dengan banyaknya umat yang menjalankan meditasi kekosongan, saya merasa senang dan juga merasa khawatir akan keadaan mereka.

Mereka yang menjalankan meditasi kekosongan, sebaiknya selalu didampingi dan diawasi langsung oleh guru. Tanpa bimbingan langsung dari seorang guru, mereka yang menjalankan meditasi kekosongan bagaikan seorang astronot buta yang melayang di luar angkasa. Dirinya tidak lagi mengetahui sepuluh penjuru angin, dan bahkan dirinya tidak lagi dapat membedakan atas dan bawah.

Dalam pembinaan awal dari lelaki itu, meditasi kekosongan yang dilakukan oleh umat tersebut bukan intisari meditasi kekosongan yang sebenarnya. Tanpa disadari lagi, dirinya hanya sedang mencari dan menangkap kekosongan yang diyakininya sesuatu yang tidak berbentuk, tidak berwujud dan tidak berupa. Bilamana dirinya telah benar-benar dapat memahami meditasi kekosongan yang sebenarnya, apalagi yang harus dicari, ditunggu, atau dicapainya dalam meditasinya.

Dirinya sebenarnya bukan sedang bermeditasi kekosongan, tetapi dirinya sedang berusaha mewujudkan kekosongan tersebut. Setelah kekosongan yang diyakininya berwujud, kemudian dirinya akan menghilangkan wujud kekosongan tersebut. Kesadarannya tidak lagi memahami bahwa dirinya telah terjebak didalam lingkaran antara perwujudan dan penghilangan.

Meditasi kekosongan yang sebenarnya bukan terletak pada perwujudan dan juga bukan terletak pada penghilangan, tetapi terletak diantara keduanya. Kekosongan dapat merupakan perwujudan, dan dapat merupakan penghilangan. Kekosongan juga dapat menjadi bukan perwujudan, dan dapat menjadi bukan penghilangan. Inilah intisari kekosongan yang sebenarnya. Kekosongan adalah memahami sifat alamiah yang sebenarnya dari segalanya.

Janganlah mengartikan apa yang saya jelaskan tentang kekosongan diatas, karena kekosongan jauh melampau dari pemahaman dari kata-kata saja. Jika anda merasa telah dapat memahami akan kekosongan yang saya maksudkan ini, bukankah berarti anda telah terikat dengan kata-kata saya. Bagaimana anda dapat mengatakan telah memahami kekosongan, sedangkan pikiran anda hanya penuh dengan kata-kata saya.

Sekali lagi saya mengingatkan kepada para mahluk yang membina ajaran ‘Kekosongan’ untuk berhati-hati, karena secara tidak sadar anda akan terikat dengan pemahaman kekosongan itu sendiri. Kekosongan yang sebenarnya hanya dapat dirasakan langsung dengan pembinaan, kekosongan tidak akan pernah dapat tercapai hanya dengan mendengar, membaca atau mempelajari ajaran saja.

Pahami dan bina terus meditasi anda dengan bimbingan langsung dari guru anda. Tanyakankanlah yang sejelas-jelasnya kepada guru anda. Tanpa bimbingan dari guru secara langsung, latihan anda akan jauh lebih lambat.

 

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.