Home
Back
Info Dharma
Galleria

Memisahkan Masalah
(dikutip dari buku "
Kisah-Kasih SpiritualBagian 14 -  Wisnu Prakasa")

Di pertengahan tahun 2001, Seorang umat yang baru diangkat sebagai ketua vihara datang berkonsultasi kepada saya. Ketua vihara ini menjelaskan bahwa Madam Ku, yang merupakan salah satu pengurus senior, memiliki masalah pribadi dengan salah umat, tetapi akhirnya merambat menjadi besar, dan berdampak besar pada vihara. Dimana Madam Ku ini telah mengancam secara halus kepada ketua dan pengurus, bila umat X sampai ikut pergi ziarah ke India, dirinya pasti tidak akan ikut pergi. Masalah pengurus senior bila tidak pergi memang tidak apa-apa, tetapi masalahnya justru Madam Ku, yang sebagai pengurus senior ini akan menjadi provokator untuk mengacaukan umat-umat lainnya agar tidak mendukung acara ziarah tersebut.

Mendengar dengan seksama penjelasan ketua baru ini, saya hanya dapat tertawa dalam hati. Kasihan, baru saja menjadi ketua, sudah harus mendapatkan halangan yang demikian. Berbuat baik dan mulia, memang terbukti tidak mudah. Apalagi untuk dapat berbuat Bijaksana.

Dalam hal ini saya hanya memberikan sedikit pandangan kepada Ketua baru ini. Intinya kira-kira: Kita harus dapat memisahkan dahulu antara masalah bersama dan masalah pribadi. Masalah ziarah adalah masalah organisasi bersama, dan setiap umat memiliki hak yang sama untuk turut serta atau tidaknya. Masalah pengurus senior yang tidak akan pergi, bila umat X ikut pergi adalah urusan pribadi antara Madam Ku dan umat X. Sebagai ketua, seharusnya, justru lebih bijaksana untuk tidak terlibat dalam urusan pribadi antar umat.

Adalah suatu tugas dari ketua, untuk memberikan hak dan kewajiban yang sama kepada para umat. Jika sebagai ketua telah berpihak kepada salah satu pihak,  ketua yang demikian bukanlah seorang ketua yang bijaksana. Biarkanlah para umat mendapatkan segala haknya dengan penuh dan seadilnya, sehingga ikut atau tidak ikut berziarah adalah keputusannya hati nuraninya sendiri tanpa paksaan dan ancaman dari pihak lainnya.

“Adalah tugas dari para pengurus dalam suatu yayasan untuk melayani umatnya, dan Adalah kewajiban para umat untuk menghormati Gurunya.”

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.