Home
Back
Info Dharma
Galleria

Mengapa Pertolongan Kadang Datang Terlambat ?
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual -  Wisnu Prakasa")

Dalam persiapan perayaan Chauwtu 2003 di Singapore, semua umat dan panitia bekerja dengan sangat giat. Disaat-saat istirahat, Saya dimohon untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang dharma sebagai pelepas lelah. Semua pertanyaan dapat saya jawab dengan sebaiknya, sehingga saya dapat melihat sendiri bagaimana raut wajah yang kelelahan langsung hilang menjadi raut wajah kebahagiaan.

Dari banyak pertanyaan tentang dharma, ada beberapa pertanyaan yang sangat unik dan menarik. Dalam kelelahan, tetapi masih saja timbul beberapa pertanyaan yang demikian sederhana tetapi sangat unik, dan sayapun menjawabnya dengan spontanitas apa adanya.

Inilah salah satu contoph pertanyaan yang sangat sederhana tetapi unik dari salah satu pengurus senior vihara  di Singpore:

Umat : Jika memang para Mahluk Suci tanpa batas sangat welas asih, mengapa kita harus mengalami penderitaan terlebih dahulu, dan baru dibantu ?

Jawab : Dengan kata lain, mengapa bantuan dari para Mahluk Suci kadang datang terlambat ?
Bukankah akan sangat baik, bila sebelum penderitaan datang, para Mahluk Suci sudah mencegahnya. Hal ini tampak lebih baik dan tulus, sehingga kita tidak perlu merasakan datangnya musibah, dan kita juga tidak perlu tahu pertolongan para Mahkluk.

Sebenarnya banyak sekali dasar penjelasannya, tetapi saya akan membatasinya pada 1 dasar penjelasannya yang paling sederhana, yaitu berdasarkan pada "Hubungan karma baik dan karma buruk".

Para mahluk suci tanpa batas, bukan berarti mereka datang terlambat dari tempat yang jauh, sehingga kita dibantu tetapi sudah mengalami kendala terlebih dahulu. Mereka tidak pernah menjauh dari kita, walau 1 langkahpun. Tetapi sebenarnya, Kesadaran kita sendiri yang semakin tertutup, sehingga kenyakinan kita semakin berkurang, walau kadang diri kita sendiri tidak menyadarinya.

Kita semua telah memahami, bahwa penderitaan merupakan hasil dari karma buruk sebelumnya, dan kebahagiaan merupakan hasil karma baik. Karma buruk dan karma baik tidak dapat dihilangkan atau dimusnahkan begitu saja, tetapi karma buruk dan karma baik dapat saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

Dengan demikian, disaat karma buruk berbuah, kita akan mengalami penderitaan. Tetapi, karena kita juga memiliki karma baik yang cukup, maka kita memiliki suatu keadaan yang memungkinkan menerima bantuan dari para Mahluk Suci.

Sebenarnya, banyak pula karma buruk yang timbul, tetapi karena kita memiliki lebih banyak karma baik, maka buah dari karma buruk yang timbul, langsung tertutupi oleh karma baik kita. Dan hal ini banyak kali terjadi, tetapi tidak dirasakan lagi oleh para mahluk.

Contohnya: Kadang kita kehilangan atau ketinggalan sesuatu di tempat umum, tetapi ada kalanya kita dapat menemukannya lagi, atau ada seseorang yang mengembalikan kepada kita.
Banyak kali kita mengalami suatu kendala dan masalah, tetapi kita selalu bersyukur ada saja yang memberikan bantuan dan jalan keluar untuk meringankan atau menyelesaikannya. 
Disaat kita merasa sangat membutuhkan sesuatu yang sangat penting, akhirnya ada saja yang membantu untuk memberikan jalan sehingga terpenuhi.
 

Bukankah semua ini menunjukan suatu keseimbangan yang indah dari karma buruk dan karma baik yang saling melengkapi ?
Inilah contoh nyata yang selalu terjadi, dimana karma buruk dan karma baik saling menutupi.

Jika kita pahami lebih dalam akan proses alamiah karma buruk dan karma baik yang saling menutupi, maka kita akan dapat melihat bahwa sebenarnya hubungan karma buruk dan karma baik merupakan suatu proses alamiah sebab-akibat yang sangat indah dalam kehidupan ini. Dan, keindahan karma yang saling melengkapi ini, setiap saat selalu terjadi dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari lagi.

Tetapi sangat disayangkan sekali, kita tidak lagi dapat memahami keindahan ini dengan jernih, sehingga kita tidak lagi dapat melihat welas asih dan jelmaan para Mahluk Suci yang tidak pernah menjauhi kita walau 1 satu langkahpun.

Untuk itu kita harus dapat lebih memahaminya dan bersyukur kepada para Mahluk Suci yang telah menjadi buah dari karma baik kita selama ini. Dan selalu berusaha setiap saat untuk melakukan karma baik sebanyak-banyak, agar dapat memahami keindahan ini dengan sejernihnya.

Karma buruk dan karma baik
        tidak dapat dihilangkan atau dimusnahkan.
Tetapi karma buruk dan karma baik
        dapat saling melengkapi satu dengan lainnya.

Bagaikan keserasian IM-YANG yang saling melengkapi,
        menjadikan satu kesatuan ikatan yang sangat indah.
Bila dapat melihat keindahan yang sebenarnya,
        karma buruk dan karma baik tidak lagi berbeda.
                                                    ( Singapore, august 2003 )

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.