Home
Back
Info Dharma
Galleria

Mengikuti Tradisi
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian 1 - oleh: Wisnu Prakasa")

Seorang umat yang telah banyak mempelajari dharma dari berbagai aliran menemui saya dan membicarakan mengenai tradisi para umat keturunan china di Indonesia.

"Di masyarakat keturunan china Indonesia, para pemeluk Budha dan Tao mengikuti tradisi dari turun-temurun. Mereka tidak lagi mengerti tentang ajaran-ajaran yang sesungguhnya. Tentunya tugas anda sangat berat dalam merubah kebiasan ini." Ungkapnya.

"Sesungguhnya tidak ada yang berat karena tidak ada yang perlu dirubah. Walaupun hanya dengan mengikuti tradisi, tetapi bila dilakukan dengan hati yang tulus tentu akan bermanfaat. Mereka yang merasa telah mempelajari ajaran agama, bilamana ajaran yang didapatnya hanya dianggap sebagai pengetahuan umum lainnya tanpa pembinaan diri akhirnya akan lebih sia-sia." Kata saya.

"Tetapi setidaknya mereka yang mempelajari ajaran dari guru mempunyai dasar yang lebih kuat." jawabnya dengan sedikit protes.

"Memang benar, tetapi ajaran dari guru bukan merupakan hal yang mutlak bagi seluruh mahluk. Didalam suatu keluarga, dimana orang tuanya telah menanamkan moral-moral kehidupan dan cinta kasih yang baik kepada anak-anaknya. Apakah mereka tidak lebih baik dibandingkan para umat yang telah mempelajari berbagai ajaran tetapi tidak mempraktekannya didalam kehidupan sehari-hari ?" tanya saya.

"Memang benar." Jawabnya.

"Mereka yang mengikuti tradisi turun-temurun, apakah anda yakin bahwa mereka tidak memahami makna dibalik mengikuti tradisi tersebut. Saya banyak melihat para umat yang sebelumnya hanya mengikuti tradisi turun-temurun pada umumnya akan lebih rajin dalam melakukan sembahyang dan puja-bakti karena sebelumnya mereka telah menganggap bersembahyang bagian dari kehidupannya. Bukankah ini menunjukkan adanya manfaat positif yang telah tertanam dari mengikuti tradisi. " kata saya.

"........" sang umat hanya terdiam menunduk.

"Ajaran mudah dipelajari, tetapi menanamkan dalam kehidupan sehari-hari sangat sulit dijalankan. Ingatlah bahwa membina kehidupan spiritual sangat jauh berbeda dengan pengetahuan umum lainnya. Pembinaan spiritual hanya bermanfaat bilamana dibina dalam kehidupan sehari-hari. Semakin banyak mempelajari tanpa pembinaan, hanya menjadikan dirinya semakin jauh dari tujuan dan manfaat yang sesungguhnya dari pembinaan kehidupan spiritual yang sebenarnya." Ungkap saya.

"......." sang umat tetap berdiam diri. Saya menantikan pendapatnya lebih lanjut. Lalu sang umat mengangkatkankepalanya dan tersenyum kepada saya.

"Memang.... sebaiknya para pengikut tradisi yang telah baik, seharusnya mencari seorang guru spiritual yang dapat bimbingannya agar lebih sempurna lagi  pembinaan spiritualnya." jawab saya membalas senyumnya.

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.