Dalam satu kesempatan
perayaan upacara Cauw-Tu di Vihara Se Phi Tang, Hua-Len. Satu rombongan umat
dari Indonesia dapat hadir mengikuti upacara Cauw-Tu yang dipimpin oleh Wanita Berjubah Biru.
Didalam rombongan ini terdapat seorang
wanita yang telah lebih dari 6 tahun mengalami penyakit yang sangat tidak
umum. Wanita ini kadang kala merasakan sakit kepala yang luar biasa, dan juga
diikuti oleh rasa takut yang luar luar biasa. Kemudian dirinya lupa segalanya
dan kehilangan kesadaran karena dimasuki oleh energi roh lainnya. Dimalam hari
dirinya selalu mengalami kesulitan tidur, sehingga selama bertahun-tahun
dirinya terbiasa untuk meminum bermacam-macam obat penenang dan obat tidur.
Wanita ini telah banyak memeriksakan dirinya
dengan berbagai macam dokter hingga psikater di Indonesia hingga di luar
negeri. Dokter memberikannya obat penenang agar wanita ini dapat lebih tenang,
tetapi wanita merasa dirinya semakin bergantung kepada obat-obat tersebut.
Teman-temannya bahkan menyebutnya sebagai
apotik berjalan, karena setiap hari dirinya harus meminum berbagai macam obat.
Para dokter dengan hati tulus telah berusaha untuk membantu wanita ini, tetapi
karena penyakit yang diderita wanita ini bukan termasuk penyakit tubuh kasar
maka lebih sulit dipahami secara ilmu kedokteran dan ilmu pengetahuan.
Selain dengan cara kedokteran dan ilmu
pengetahuan, Wanita ini telah berusaha mencari penyembuhan secara spiritual.
Wanita ini kemudian memohon berbagai macam bantuan dari guru-guru besar dan
para master spiritual, tetapi rupanya keinginan untuk sembuh belum juga
kesampaian. Tetapi rasa ingin sembuh dari wanita ini masih sangat luar biasa.
Akhirnya, ketika mendengar tentang adanya Wanita Berjubah Biru di Hua-Len
dirinya memutuskan untuk mencoba memohon pertolongan dari Wanita Berjubah Biru.
Setiba di Hua-Len, rombongan in bertemu
dengan Wanita Berjubah Biru. Disaat bertemu dengan Wanita Berjubah Biru,
wanita ini lalu kemasukan oleh energi roh tersebut. Tampak energi roh tersebut
begitu takut terhadap Wanita Berjubah Biru. Wanita Berjubah Biru lalu menolong
wanita ini dengan caranya yang tampak sangat sederhana.
Setelah menolong wanita ini. Wanita Berjubah Biru mengizinkan roh tersebut untuk hadir dalam upacara Cauw-Tu. Beliau
meminta roh tersebut untuk tidak mengganggu wanita ini lagi.
Akhirnya roh tersebut diikut-sertakan dalam
upacara Cauw-Tu, dengan menyiapkan satu meja persembahan dan kertas-kertas
persembahan. Tampak pertolongan Wanita Berjubah Biru sangat sederhana
dibandingkan dengan para guru besar dan para master spiritual lainnya, tetapi
ternyata manfaatnya sungguh luar biasa.
Sejak bertemu dengan Wanita Berjubah Biru,
wanita ini tidak lagi merasakan sakit kepala yang luar biasa. Bahkan
obat-obatan yang banyak diminum setiap harinya, dapat ditinggalkannya. Segala
perasaan takut yang membayangi sebelumnya, tidak lagi dapat mengganggunya,
sehingga dirinya tampak menjadi lebih ceria. Sungguh suatu perubahan besar
yang benar-benar sulit dijelaskan secara logika dan akal-sehat.
Beberapa minggu kemudian, wanita ini dan
anak-anaknya datang berkunjung ke rumah saya untuk mengucapkan terima kasih
dan memohon berkah dari Bunda Mulia. Saya sangat bersyukur atas pertolongan
dari Wanita Berjubah Biru terhadapnya, wanita ini benar-benar mempunyai jodoh
dan karma yang baik sehingga dapat bertemu dengan Wanita Berjubah Biru dan
sembuh dari penyakitnya.
Inilah salah satu jalan yang diajarkan oleh
Wanita Berjubah Biru kepada saya tentang manfaat upacara Cauw-Tu. Dimana para
mahluk dapat saling membantu, sehingga segala dendam, kebencian, kemarahan,
permusuhan dapat termusnahkan. Wanita Berjubah Biru selalu menekankan bahwa
segala keburukan dapat terhapuskan dengan cepat bilamana dibalas dengan
Kemuliaan dan Cinta Kasih.
Sungguh sangat beruntung bagi wanita ini,
saya juga menyadari bahwa masih banyak mahluk lain yang mengalami hal yang
sama tetapi tidak seberuntung seperti wanita ini yang dapat tersembuhkan. Bagi
mereka yang mengalami hal demikian, janganlah berputus asa untuk meminta
bantuan dari para dokter hingga guru-guru besar dan master spiritual.
Kembangkanlah karma baik dengan menjalani
kehidupan spiritual, memohon berkah dan petunjuk dari guru-guru besar dan
master spiritual. Kembangkanlah rasa kemuliaan dan Cinta Kasih terhadap mahluk
lain, baik yang tampak maupun yang tidak tampak oleh mata manusia, baik yang
berbadan kasar maupun yang berbadan halus.
Berlatih meditasi, rajin membaca mantra,
giat mengikuti kebaktian bersama, berderma, melepas binatang, mengikuti
upacara Cauw-Tu adalah perbuatan memupuk Kemuliaan dan Cinta Kasih dalam diri.
Bilamana telah tiba saatnya, maka segala halangan dan malapetaka dapat
terhindarkan.
Wanita ini memang termasuk umat yang rajin
bersembahyang ke vihara sejak kecil, dan telah banyak membaca mantra.
Kesembuhannya dapat terlaksana juga berkat dirinya yang selalu memupuk karma
baik, membantumahluk lain, danjuga adanya berkah yang didapat dari para
guru-guru besar dan para master spiritual lainnya.
Semuanya ini menjadikan dirinya mempunyai jodoh dan karma
yang lebih baik sehingga dapat bertemu dengan Wanita Berjubah Biru dan
menerima berkah dari Bunda Mulia.