Home
Back
Info Dharma
Galleria

Mengungkap Tabir Karma
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 2 -  Wisnu Prakasa")

Membaca hasil penelitian ilmiah dari salah satu universitas terkemuka di Amerika terhadap beberapa penjahat, dimana para ahli menyimpulkan bahwa adanya suatu hubungan zat didalam tubuh yang berperan meningkatan kemauan untuk berbuat kriminalitas. Sehingga sebagian para ahli lainnya menyimpulkan: bilamana tindakan kriminal disebabkan oleh adanya unsur DNA dan zat yang lebih aktif di dalam tubuh, maka tindakan kriminal dapat dikategorikan sebagai salah satu jenis penyakit.

Walau sekarang in masih banyak keterbatasan tingkat ilmu teknologi yang ada, setidaknya dikemudian hari hasil penelitian para ahli tersebut dapat bermanfaat dalam mengungkapkan tabir misteri cara kerja proses Karma.

Sekarang ini kemampuan ilmu pengetahuan yang dapat meneliti unsur-unsur DNA, hal ini juga mengarah pada apa yang dinamakan proses Sebab-Akibat dan proses Karma didalam agama Tao dan Budha. Dimasa mendatang, ilmu pengetahuan akan dapat lebih mengungkapkan adanya suatu hubungan perilaku dan sifat para mahluk yang telah terprogram (terbentuk) semenjak awal terbentuknya janin didalam kehamilan.

Saya bersyukur dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang sedemikian pesat, sehingga banyak hal yang sebelumnya dianggap mistis dapat menjadi logik karena lebih jelas dan dapat dibuktikan secara ilmiah. Dizaman kemajuan ilmu pengetahuan yang pesat, ternyata banyak pula para ahli hingga profesor yang masih meluangkan waktunya untuk membina ajaran Pembinaan Kesadaran Sejati dan ajaran Pembangkitan Roh Sejati. Setelah mereka melakukan pembinaan ajaran Bunda Mulia, mereka menyadari bahwa ajaran Bunda Mulia akan menjadi jelas dan logik. Kesadaran Sejati dan Roh Sejati bukan sesuatu yang tidak ada, bagi mereka yang telah membinanya akan dapat menyadari bahwa Kesadaran Sejati dan Roh Sejati adalah sesuatu yang nyata.

Seperti ungkapan yang sangat populer dalam masyarakat Indonesia, Ilmu pengetahuan tanpa agama bagaikan orang buta yang kehilangan tongkat. Agama tanpa ilmu pengetahuan bagaikan orang buta yang membawa lampu lilin. Pepatah ini mengajarkan kita untuk saling mengimbangi pengetahuan agama dan pengetahuan ilmiah. Untuk ini, saya sangat bersyukur atas kemajuan ilmu pengetahuan dalam mengungkapkan tabir proses Karma yang telah menjadi misteri berabad-abad.

Satu hal yang penting untuk selalu dipegang sebagai bekal pelengkap spiritual dalam mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dalam mengungkap rahasia proses Karma adalah: walaupun proses Karma selalu menguasai kehidupan para mahluk, tetapi segala perbuatan para mahluk tetap menjadi tanggung-jawab masing-masing. Dengan demikian para mahluk harus berusaha untuk mencegah perbuatan yang menghasilkan karma buruk.Dengan menyadari bahwa perbuatan kita akan menjadi tanggung jawab kita sendiri, maka inilah kekuatan kita untuk memperbaiki apa yang kurang baik menjadi lebih baik. Dengan demikian segala macam karma buruk dapat diperbaiki bilamana kita bersungguh-sungguh ingin memperbaikinya saat ini juga.

Karma buruk para mahluk dapat terbawa terus karena karma tersebut selalu melekat dan menutupi Kesadaran Sejati. Para mahluk telah memahami adanya kekuatan karma yang mempengaruhi kehidupannya, maka untuk terlepaskan dari pengaruh karma buruknya para mahluk harus kembali pada awal Kesadaran Sejatinya.

Para umat yang terlatih menyadari bahwa kesadaran sejati telah ada sejak awalnya dan merupakan jati-diri para mahluk yang sesungguhnya. Tetapi karena karma buruk dan kemelekatan pikiran selalu menutupi kesadaran sejati para mahluk, mereka tidak lagi menyadarinya jati diri mereka yang sesungguhnya. Para mahluk selalu terperdaya oleh karma dan pikirannya, sehingga mereka menganggap bahwa karma dan pikirannya adalah jati-dirinya.

Para umat yang terlatih akan terus membina kesadaran sejatinya sehingga mereka dapat terbebaskan dari segala kemelekatan pikiran dan karma-karma buruk yang terus menutupi kesadaran sejatinya. Mereka tidak mencari Pencerahan Agung diluar dari jati-dirinya. Segala berkah dari para mahluk suci dan pembinaan yang mereka jalani sebagai alat untuk melepaskan segala karma buruk dan segala kemelekatan pikiran yang selalu menutupi kesadaran sejati.

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.