Home
Back
Info Dharma
Galleria

Menunjuk Bulan
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian XIII : Wisnu Prakasa")

Ajaran yang diturunkan oleh Para Mahluk Suci dan Master-master spiritual, bagaikan sebuah jari yang menunjuk pada Bulan. Bagaimanapun hebatnya Ajaran tersebut, tetap saja tidak mungkin dapat mengantikan bulannya. Bagaimanapun rahasianya suatu Ajaran, tetap saja KeBudhaan yang sebenarnya bukan berada pada Ajaran tersebut. Tetapi tanpa Ajaran tersebut, sangat sulit sekali, untuk mengetahui jalan KeBudhaan yang sebenarnya. Untuk ini, saya mengingatkan para pembina spiritual, untuk tidak hanya terjebak dengan kehebatan dan kekuatan suatu Ajaran dan Ajaran Rahasia sekalipun.

Bila hanya sebatas membandingkan, kekuatan dan manfaat suatu Ajaran. Saya dapat memastikan bahwa tidak semua Ajaran Rahasia pasti lebih hebat dari Ajaran Umum, karena kerahasian suatu Ajaran hanya sebagai karakteristik dari Ajaran tersebut, yang bertujuan untuk mencegah terjadi kesalah pahaman dalam memahami Ajaran yang demikian. Kerahasiaan suatu Ajaran, tidak berarti bahwa Ajaran tersebut pasti memiliki kehebatan dan kekuatan yang lebih dari Ajaran umum lainnya. Bahkan sebuah Ajaran mantra yang sangat sederhana, seperti Om Mani Padme Hum, bila dipahami dengan dalam. Saya telah pastikan dan buktikan bahwa manfaatnya dapat jauh melebih dari berbagai Ajaran-ajaran Rahasia.

Bila telah memahami bahwa Ajaran yang diturunkan oleh para Master spiritual, hanya sebagai jari yang menunjuk pada Bulan. Maka pertama-tama para pembina spiritual harus memahami sepenuhnya, bagaimana alamiah Jari tersebut yang sebenarnya sehingga jari tersebut dapat menunjuk pada Bulan yang sebenarnya. Dengan memahami dan membinanya, sesuai dengan contoh dari Jari yang menunjuk ke Bulan, maka para Pembina Spiritual akan dapat menggunakan jarinya sendiri untuk menunjuk pada Bulan. Untuk dapat menunjuk Bulan dengan jarinya sendiri, seperti Jari-jari para Master Spiritual, maka para pembina spiritual harus membina langsung Ajaran tersebut dalam kehidupannya sehari-harinya.

Janganlah berbangga hati hanya karena sebatas telah melihat Jari-jari para Master dan Gurunya yang telah dapat menunjuk langsung Bulan. Janganlah terikat dengan kehebatan dan kebanggaan karena telah mendapatkkan silsilah Ajaran tersebut, tetapi tidak giat membina diri. Janganlah hanya sebatas membicaraan Jari-Jari para Master yang dapat menunjuk langsung ke Bulan, Akhirnya, mereka hanya sebatas sebagai pemilik jari, yang hanya dapat menunjuk pada jari-jari Para Mahluk Suci saja. Mereka tidak mungkin dapat memahami Bulan yang sebenarnya, tetapi mereka sibuk sebatas membanggakan, membicarakan, mendiskusikan, dan mengumpulkan Ajaran-ajaran saja.

Bagi para pembina spiritual sejati, membina kehidupan spiritual tidak hanya sebatas melihat dan membicarakan kehebatan akan jari Gurunya yang menunjuk ke bulan, tetapi mereka memahami bahwa dirinya harus dapat  menjadi semperti Gurunya, yang dapat menunjuk bulan dengan  jarinya sendiri.

 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.