Home
Back
Info Dharma
Galleria

Nama Dharma
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 4 -  Wisnu Prakasa")

Telah menjadi banyak tradisi dari beberapa aliran, dimana para mahluk yang mulai memasuki kehidupan spiritual akan mendapatkan nama dharma. Dimana salah satu maksud dari tradisi pemberian nama dharma agar umat tersebut benar-benar dapat merasakan dan memahami arti kelahiran kembali sebagai mahluk spiritual.

Salah satu cara pemberian nama dapat mengambil nama-nama para mahluk suci atau istilah dan nama religius yang bermakna yang positif, sehingga mereka yang memiliki nama tersebut dapat mencontoh dan memahami kehidupan dari nama dharmanya sebagai pedoman dan pegangan dalam kehidupan spiritualnya. Pemberian nama dharma dapat juga diberikan berdasarkan pandangan spiritual dari sang guru terhadap murid tersebut, atau dari pencapaian kehidupan spiritualnya.

Para umat masing-masing dapat saling menggunakan panggilan nama dharma, sehingga secara tidak langsung mereka telah saling menghargai, menjaga dan mengingatkan akan kedudukannya sebagai mahluk spiritual. Dengan demikian para umat dapat saling membina kehidupan spiritualnya bersama-sama, tidak hanya disaat berpuja-bakti tetapi juga dalam kehidupan sehari-harinya di masyarakat.

Bagi umat yang telah mendapatkan dan menggunakan nama dharma, tentunya harus terus menjaga agar nama dharma yang disandingnya tetap mempunyai arti yang positif. Segala perbuatan dan ucapan para umat harus sesuai dengan nama yang disandingnya, karena sangat janggal sekali bilamana perbuatan umat tersebut bertentangan dengan nama dharmanya. Bilamana hal ini terjadi, maka secara tidak langsung umat tersebut telah mencemarkan sakralitas nama dharma dan sakralitas nama para mahluk suci.

Perwujudan nama dharma dapat juga terjadi secara alamiah. Mereka yang sebelumnya mungkin dijuluki dengan nama "Mr.A yang pemarah", "Mr. B si pemabok", "Mr. C penipu", dsb. Setelah mereka menjalankan ajaran dharma, orang lain akan melihat perubahan dalam perbuatan dan ucapannya. Sehingga tidaklah mengherankan bilamana orang lain mulai mengganti nama julukan menjadi "Mr.A yang sabar", "Mr. B si alim", "Mr. C yang jujur", dsb.

Inilah suatu tanda adanya kualitas yang terkandung didalam nama yang terbentuk dari kehidupan spiritual. Dimana perubahan ini sebenarnya juga merupakan pemberian nama yang alamiah bagi para mahluk yang terlahir kembali didalam kehidupan spiritual.

Contoh lain yang dapat saya berikan adalah tentang guru saya, Wanita Berjubah Biru. Saya menyebut guru saya dengan sebutan "Ama", tetapi beliau mempunyai banyak nama julukan yang aneh-aneh. Yang paling umum digunakan sebagai panggilan nama Dharma beliau adalah "Wanita Berjubah Biru",dan "Putri Bunda Mulia". Masih banyak nama-nama panggilan lainnya seperti: Se-Ku, Guru Para Guru Besar, Ratu Alam Im, Wanita yang melihat Sorga dan Neraka, dsb.

Nama "Wanita Berjubah Biru" lebih banyak dikenal secara umum karena beliau selalu mengenakan Jubah Mulia Biru sebagai tanda pengikut aliran Bunda Mulia. Nama panggilan "Wanita Berjubah Biru", merupakan nama yang sangat sederhana dan tidak terlalu membesar-besarkan. Sungguh suatu bukti nyata yang pantas diikuti akan kerendahan hati beliau yang sudah sangat jarang dijumpai. Dimana di zaman sekarang ini, para mahluk saling telah terbiasa untuk berlomba-lomba dipanggil dengan sebutan bermacam-macam gelar dan panggilan kehormatan.

Beliau juga sangat terkenal di alam halus hingga alam roh suci lainnya, dimana banyak pula mahluk suci yang memberikan julukan kepada beliau sebagai "Guru Spiritual Maha Hebat", "Guru Wanita Maha Mulia", "Guru Tanpa Batas", dsb. Saya sebagai murid beliau sendiri, pada awalnya selalu merasa bingung ketika para mahluk suci menyebut beliau dengan sebutan yang beraneka-ragam. Ternyata pencapaian dan kerja keras beliau dalam menolong para mahluk sampai terdengar hingga ke alam para mahluk suci lainnya. Sungguh suatu misteri spiritual yang sulit dimengerti oleh umat awam.

Panggilan nama yang sangat luar biasa banyak digunakan oleh para mahluk disegala alam untuk menyebut nama beliau. Tetapi beliau tetap tidak terikat dengan segala macam julukan dan kehormatan tersebut. Beliau tetap sangat rendah hati dan tidak bersombong diri dalam menjalankan tugasnya. Saya sendiri memanggil beliau dengan sebutan Ama, sebutan ini atas permintaan beliau karena beliau memang menjadikan saya sebagai cucu spiritualnya didalam kehidupan ini.

Beliau juga menjelaskan bahwa sebagai cucu, bukan suatu hal yang menyenangkan karena akan memikul tugas yang sama seperti beliau dikemudian hari. Beliau menanyakan apakah saya menyesal ? Dengan sejujurnya, saya tidak dapat menjawab beliau, karena saya telah mengetahui, melihat dan merasakan sendiri suatu tugas yang sangat sulit dijalankan. Saya tidak berani membayangkan sedikitpun apakah saya mampu atau tidak mengemban tugas dari beliau dan Bunda Mulia.

Kesulitan menjawab pertanyaan dari beliau, karena saya telah benar-benar menyadari akan sifat-sifat dari pikiran para mahluk yang sangat luar biasa dan selalu memperdaya kesadaran para mahluk. Keterikatan dan kemelekatan pikiran para mahluk, merupakan suatu hal yang sulit diatasi. Para mahluk tidak menyadari bahwa dirinya semakin lama semakin terperdaya oleh pikirannya sendiri.

Bilamana mereka sendiri tidak memperdulikan kehidupannya, bagaimana mungkin saya dapat menyadari dan menolong mereka ? Para mahluk tidak lagi menyadari bahwa keinginan mereka sungguh tidak terbatas. Tanpa terbebaskan dari segala sumber keinginan yang selalu timbul, bagaimana mungkin para mahluk dapat terbebaskan dari penderitaan. Sungguh suatu tugas yang sulit dijalankan dan dijelaskan.

Selanjutnya, bilamana para mahluk telah mengetahui suka-duka yang sebenarnya dalam menjalankan tugas dari Bunda Mulia untuk membantu meringankan segala penderitaan para mahluk, saya dapat memastikan bahwa mereka semua akan menjauhi dan menghindarinya. Tetapi tugas ini telah menjadi tanggung jawab dari anak-anak Bunda Mulia, mereka diutus oleh Bunda Mulia untuk menjalankan tugasnya membantu para mahluk.

Dalam menjalankan tugas dari Bunda Mulia, mereka mendapatkan julukan sebagai Anak Bunda Mulia, Utusan Bunda Mulia, dsb. Bagi mahluk lain tentu merasa julukan tersebut merupakan suatu yang menyenangkan. Dimana sebenarnya bagi para pengemban tugas Bunda Mulia, mendapatkan julukan tersebut merupakan panggilan agar selalu ingat akan tugas yang harus dijalankan.

Sungguh suatu hal yang sulit dibayangkan bila melihat sulitnya tugas yang dipikul, tetapi dengan keyakinan dan kesabaran yang penuh semua tugas pasti dapat diselesaikan. Bunda Mulia selalu membimbingnya, dalam menjalan tugas mulia untuk membantu meringankan penderitaan para mahluk.

 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.