Home
Back
Info Dharma
Galleria

Pantangan Terberat
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian 8  - oleh: Wisnu Prakasa")

Banyak umat yang mengatakan bahwa pantangan yang terberat adalah menjadi vegetarian. Tetapi saya menjelaskan lebih lanjut bahwa "Pantangan yang terberat adalah menghindari segala perbuatan yang mengakibatkan penderitaan bagi mahluk lain."

Di zaman sekarang ini, menjalankan kehidupan sebagai vegetarian juga banyak dilakukan oleh para umat Buddha, umat Tao, dan aliran spiritual lainnya. Hingga para mahluk penganut paham lainnya yang memiliki dasar dan alasan tertentu untuk menjalan kehidupan vegetarian, seperti kelompok pecinta binatang.

Sejarah Pembinaan spiritual dengan menjalani kehidupan sebagai vegetarian sudah dikenal sebagai salah satu bagian dari pembinaan kehidupan spiritual yang dilakukan oleh para Master Tao, jauh sebelum masuknya agama Buddha di negeri China. Para Master Tao sejati menjalankan kehidupan vegetarian, sebenarnya bertujuan untuk menghindari perbuatan yang mengakibatkan penderitaan bagi mahluk lainnya, dan untuk menjaga keserasian semesta alam.

Para master Tao yang menjalankan pembinaan vegetarian, adalah master Tao yang menjalankan kehidupan sederhana sebagai pertapa di tempat-tempat terpencil, jauh dari keramaian masyarakat. Para master Tao hidup ditempat yang demikian, karena mereka menjalankan kehidupannya dalam ketenangan dan keserasian dengan semesta alam. Mereka melihat semesta alam dan seluruh mahluk menjadi satu kesatuan keindahan yang tidak terpisahkan dengan Tao.

Para master Tao sejati selalu menghidari perbuatan yang mengakibatkan hilangnya keserasian semesta alam, seperti perbuatan membunuh binatang, menebang pohon semaunya, membakar hutan, dsb. Mereka telah memahami sifat-sifat alamiah dari segalanya, karena kehidupan mereka telah menyatu dengan alam lingkungannya. Mereka memahami sepenuhnya bahwa segala perbuatan yang merusak keserasian alamiah, akan mengakibatkan penderitaan bagi seluruh mahluk. Mereka telah memahami ekosistem, berartus-ratus tahun sebelum para ilmuwan memahami kepentingan untuk menjaga ekosistem.

Walau hidup dipinggir danau, mereka tidak memancing ikan. Walau hidup dipinggir hutan, mereka tidak berburu binatang. Dalam mencukupi kebutuhan hidupnya, mereka hanya menanam sayur-sayuran di sekitar rumahnya, dan hidup berdampingan dengan seluruh mahluk disekitarnya. Inilah keindahan dan keserasian Tao yang tidak dapat dipahami oleh mahluk lainnya.

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.