Home
Back
Info Dharma
Galleria

Pantangan ?
(dikutip dari buku "
Kisah-Kasih SpiritualBagian 14 -  Wisnu Prakasa")

Perbincangan ini terjadi di bulan Maret tahun 2001, ketika Mrs. A dan sekeluarga datang mengunjungi saya, sehabis kepulangan saya dari berobat di Singapore. Setelah menanyakan kesehatan saya yang telah banyak membaik, kemudian Mrs. A dan keluarganya banyak menanyakan tentang pengetahuan dan pembinaan spiritual. Salah satu yang cukup menarik, ketika Mrs. A menanyakan tentang pantangan bagi murid Bunda Mulia. Demikianlah kira-kira percakapan saya dan Mrs. A berlangsung.

”Apakah pantangan bagi para murid Bunda Mulia ?” tanya Mrs. A.

“Apa yang dimaksud dengan pantangan itu ?” tanya saya lebih lanjut memohon penjelasan dari Mrs. A.

 “Seperti harus menjadi vegetarian, tidak memakan sapi, dan sebagainya.”

“Oh, kalau yang demikian tidak mutlak. Tetapi bagi murid Bunda Mulia, mereka mempunyai kewajiban untuk berusaha mencegah segala perbuatan yang mengakibatkan penderitaan mahluk lain. Ini mungkin dapat dikatakan sebagai pantangan yang harus dipahami dan dijalankan oleh para murid Bunda Mulia.” jelas saya.

“Tapi bukankah dengan menjadi vegetarian dan tidak memakan sapi, merupakan pantangan yang sangat baik dan banyak dilakukan aliran-aliran lain.” Ungkapnya lebih lanjut.

“Memang benar, saya juga setuju dengan pembinaan yang demikian. Banyak pula umat Bunda Mulia yang menjalankan pantangan yang demikian. Bagi para umat Bunda Mulia, yang ingin menjalankan pantangan yang demikian, saya harus memberikah petunjuk dan ajaran terlebih dahulu kepada mereka, agar mereka dapat  memahami dasar dan tujuan sebenarnya dari pembinaan pantangan yang akan mereka jalankan, sehingga hasilnya dapat lebih maksimal.  Saya mengenal anda sebagai seorang yang tidak memakan daging sapi lebih dari sepuluh tahun, bolehkan saya mengetahui, dengan dasar atau alasan apakah sehingga anda menjalankan pembinaan yang sangat baik ini ?” tanya saya lebih lanjut.

“Dua belas tahun yang lampau, saya mulai menjadi murid dari Biksu XYZ (alm) dari  aliran ABC. Biksu XYZ menceritakan tentang kisah Dewi Kwan-Im yang membantu ayahnya yang mengalami inkarnasi sebagai seekor sapi. Lalu saya diminta untuk bersujud di depan altar Dewi Kwan Im untuk tidak memakan daging sapi. Sejak saat itu, saya tidak memakan daging sapi lagi.”

“Pembinaan yang baik sekali. Dan mungkin akan lebih baik lagi, jika anda dapat menjalankan pembinaan ini dengan memahami maknanya lebih dalam lagi.”

“Maksudnya...... ?” tanyanya kebingungan.

“Maksud saya, pembinaan yang anda jalankan sudah baik sekali, tetapi mungkin akan lebih bermanfaat  jika anda dapat memahami lebih dalam lagi makna dan tujuannya. Bagaikan seorang anak kecil yang belajar berhitung, karena dipaksa oleh orang tuanya. Walaupun sudah pandai berhitung, tetapi tetap saja tidak memahami manfaatnya dalam kehidupan bermasyarakat seperti berbelanja, mengetahui jam, dsb.” Jelas saya.

“Lalu apalagi yang dapat saya pahami dari tidak memakan sapi selama dua belas tahun ini ?” tanyanya dengan wajah sedikit berkerut kebingungan.

“Sangat sederhana. Bukankah dengan tidak memakan daging sapi, anda sebenarnya secara tidak langsung telah melakukan suatu perbuatan untuk ‘Menghindari penderitaan bagi mahluk lain’. Mungkin makna seperti Inilah yang harus anda pahami lebih lanjut dalam pantangan anda.”

“Saya mengerti arti kata-kata ini, tetapi saya kurang memahami maksud sebenarnya ?”

“Bagus sekali, anda benar-benar kritis. Sebagai contoh ketika anda memesan nasi campur, anda mengetahui ada campuran daging sapinya. Lalu apakah anda memesan nasi campur, dan meminta daging sapinya diganti dengan daging ayam ?” tanya saya.

“Tentu.” Jawabnya singkat.

“Tetapi bila kita coba pahami lebih lanjut. Bukankah akan lebih baik, jika hanya memesan nasi campur, tanpa daging sapi, dan tidak perlu diganti dengan daging lainnya ?” tanya saya kembali.

“Benar juga, tetapi…. rasanya sangat sulit untuk menjalankan demikian.”

“Pertama kali anda berusaha untuk tidak memakan daging sapi, tentu terasa sulit menjalankannya. Tetapi sekarang ini anda sudah terbiasa untuk tidak memakan sapi.

Bila pada awalnya, dengan tidak memakan sapi anda telah membina diri untuk tidak terikat dengan segala kenikmatan tubuh anda. Selanjutnya, bila anda dapat memahami lebih dalam lagi, anda sebenarnya telah melakukan pembinaan untuk melepaskan kemelekatan gambaran keinginan pikiran anda. Selain itu, anda juga telah membina diri untuk membangkitkan rasa Welas Asih kepada seluruh mahluk seperti halnya Dewi Kwan-Im yang Maha Welas Asih. Dengan demikian, Bukankah anda akan mempunyai tubuh, pikiran, dan hati seperti Dewi Kwan-Im. Inilah manfaat dalam memahami pembinaan Menghindari penderitaan bagi mahluk lain” Jelas saya.

“Saat ini juga, saya akan berusaha demikian.” Kata Mrs. A dengan suara yang bersemangat dan wajah yang berseri-seri.

“Jangan terburu-buru, apapun yang dipaksakan hasilnya belum tentu baik. Masih banyak makna-makna tersembunyi lainnya dari pembinaan dengan berpantang. Sementara ini saya tidak dapat menjelaskan kepada anda lebih lanjut, mungkin lima tahun kemudian kita dapat berjodoh kembali seperti sekarang.” Kata saya.

“Maaf… “ kata Mrs. A yang tampak mukanya sedikit memerah.

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.