Home
Back
Info Dharma
Galleria

Para Pelindung
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 4 -  Wisnu Prakasa")

Setiap manusia sejak waktu dilahirkan telah mempunyai pelindung bagi dirinya, baik yang berasal dari malaikat pelindung, dewa pelindung, hingga pelindung dari nenek moyang, dsb. Para pelindung ini akan berusaha untuk melindunginya dari segala bahaya alam semesta. Kekuatan ikatan dengan pelindung ini, merupakan karma dan jodoh kita pada kehidupan yang lampau, sekarang, maupun yang akan datang.

Pada saat kita berlindung pada Sangha, berarti bersama-sama berlindung pada seluruh mahluk yang telah mengabdikan dirinya untuk selalu menghindari segala perbuatan yang mengotori/menutupi ke Buddha-an kita.

Disinilah pentingnya kita berlindung pada Sangha, kita tidak hanya merasa aman dan bahagia bersama-sama saling membantu umat manusia dan mahluk yang tampak oleh mata, tetapi kita juga saling membantu mahluk lainnya yang tidak tampak oleh mata biasa. Mahluk-mahluk lain yang tidak tampak ini dalam arti sempit kita namakan pelindung.

Pelindungpun menganggap kita sebagai Sangha, sehingga terjadi jalinan kerja sama untuk saling membimbing dan mengingatkan akan Dharma.

Dengan kata lain, selama kita selalu berlindung pada Tiga Permata maka kita selalu dijalur mencapai ke Buddhaan (penerangan sejati) dan selalu dilindungi oleh para pelindung (Dharma Protector).

Hubungan dan jodoh dengan para pelindung ini, tergantung dari pada pikiran dan perbuatan kita sendiri. Pelindung ini tidak terhingga banyaknya, karena merekapun selalu berusaha untuk mencapai ke Buddhaan dengan berlindung pada Tiga Permata.

Disinilah peranannya agar kita tidak berfanatik dalam hal yang paling benar, paling tinggi, dan yang lainnya. Bilamana kita menyadari bahwa ke Buddha-an pada dasarnya telah ada dalam diri tiap-tiap mahluk, Dharma adalah jalan kebenaran yang telah diajarkan oleh Buddha, dan Sangha adalah berkumpul untuk mencapai ke Buddha-an. Maka bila kita tidak merendahkan Sangha lainnya, semakin banyak Sangha yang menerima kita.

Hal yang terpenting adalah kita berusaha untuk mencapai ke Buddha-an yaitu dengan berlindung pada Tiga Permata; bukanlah hanya untuk membanggakan Sangha kita yang terbesar, Dharma kita yang paling benar, dan Buddha kita yang paling rmulia.

Buddha dalam diri kita sejak awal tanpa akhir adalah Sama dengan mahluk lainnya, hanyalah kekotoran pikiran kita yang membedakannya. Dharma itu sejak awal tanpa akhir adalah Benar adanya, hanyalah kekotoran pikiran kita yang tidak membenarkannya. Sangha itu sejak awal tanpa akhir selalu Ada, hanyalah kekotoran pikiran kita yang tidak menerimanya.

 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.