Setiap manusia sejak waktu dilahirkan telah
mempunyai pelindung bagi dirinya, baik yang berasal dari malaikat pelindung,
dewa pelindung, hingga pelindung dari nenek moyang, dsb. Para pelindung ini
akan berusaha untuk melindunginya dari segala bahaya alam semesta. Kekuatan
ikatan dengan pelindung ini, merupakan karma dan jodoh kita pada kehidupan
yang lampau, sekarang, maupun yang akan datang.
Pada saat kita berlindung pada Sangha,
berarti bersama-sama berlindung pada seluruh mahluk yang telah mengabdikan
dirinya untuk selalu menghindari segala perbuatan yang mengotori/menutupi ke
Buddha-an kita.
Disinilah pentingnya kita berlindung pada
Sangha, kita tidak hanya merasa aman dan bahagia bersama-sama saling membantu
umat manusia dan mahluk yang tampak oleh mata, tetapi kita juga saling
membantu mahluk lainnya yang tidak tampak oleh mata biasa. Mahluk-mahluk lain
yang tidak tampak ini dalam arti sempit kita namakan pelindung.
Pelindungpun menganggap kita sebagai Sangha,
sehingga terjadi jalinan kerja sama untuk saling membimbing dan mengingatkan
akan Dharma.
Dengan kata lain, selama kita selalu
berlindung pada Tiga Permata maka kita selalu dijalur mencapai ke Buddhaan
(penerangan sejati) dan selalu dilindungi oleh para pelindung (Dharma
Protector).
Hubungan dan jodoh dengan para pelindung
ini, tergantung dari pada pikiran dan perbuatan kita sendiri. Pelindung ini
tidak terhingga banyaknya, karena merekapun selalu berusaha untuk mencapai ke
Buddhaan dengan berlindung pada Tiga Permata.
Disinilah peranannya agar kita tidak
berfanatik dalam hal yang paling benar, paling tinggi, dan yang lainnya.
Bilamana kita menyadari bahwa ke Buddha-an pada dasarnya telah ada dalam diri
tiap-tiap mahluk, Dharma adalah jalan kebenaran yang telah diajarkan oleh
Buddha, dan Sangha adalah berkumpul untuk mencapai ke Buddha-an. Maka bila
kita tidak merendahkan Sangha lainnya, semakin banyak Sangha yang menerima
kita.
Hal yang terpenting adalah kita berusaha
untuk mencapai ke Buddha-an yaitu dengan berlindung pada Tiga Permata;
bukanlah hanya untuk membanggakan Sangha kita yang terbesar, Dharma kita yang
paling benar, dan Buddha kita yang paling rmulia.
Buddha dalam diri kita sejak awal tanpa akhir adalah Sama
dengan mahluk lainnya, hanyalah kekotoran pikiran kita yang membedakannya.
Dharma itu sejak awal tanpa akhir adalah Benar adanya, hanyalah kekotoran
pikiran kita yang tidak membenarkannya. Sangha itu sejak awal tanpa akhir
selalu Ada, hanyalah kekotoran pikiran kita yang tidak menerimanya.