Home
Back
Info Dharma
Galleria

Pelit Menceritakan Pengalaman Spiritual
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian X -  Wisnu Prakasa")

Bertahun-tahun, saya secara rutin banyak membantu para mahluk dari segala penderitaan. Bahkan secara rutin setiap tahun, saya selalu membantu guru saya, Wanita Berjubah Biru, harus mengunjungi banyak kota diberbagai negara untuk membantu para mahluk yang mempunyai jodoh dan karma baik. Para mahluk banyak mengenal dengan baik apa yang dilakukan oleh saya dan guru saya. Beberapa dari mereka banyak yang menanyakan kepada saya, mengapa saya sangat pelit untuk menuliskan kisah-kisah pengalaman spiritual saya.

Para umat banyak merasa heran kepada saya, karena para master dan guru besar lain justru banyak yang cenderung berlomba-lomba menceritakan dan memberikan kesaksikan akan pengalaman spiritualnya. Tetapi saya yang masih muda tetapi telah memiliki berbagi pengalaman spiritual yang tidak kalah hebatnya, justru cenderung menyembunyikan kisah spiritual saya. Bahkan banyak umat yang cenderung menganggap saya terlalu tertutup dengan hal yang demikian, tetapi justru mereka yang telah dibantu oleh saya lebih terbuka menceritakannya.

Pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan tentang pertanyaan dan keheranan mereka.

Alasan sesungguhnya, saya sangat jarang menulis tentang kisah perjalan kehidupan spiritual saya dalam membantu para mahluk dari penderitaannya, bukan karena saya pelit dalam membagi pengalaman dan cerita. Semua ini telah saya pahami dengan sebenarnya, karena saya lebih banyak melihat dampak negatifnya dibanding dengan kebaikanya.

Saya memahami bahwa semakin banyak saya menceritakan kisah kehidupan spritual saya, saya semakin melihat kecenderungan para umat untuk melihat saya lebih kearah gaib dab mistik. Hal ini justru akan berdampak negatif dalam pembinaan kehidupan spiritual mereka. Dimana sebenarnya, apa yang saya lakukan tidak bersifat gaib dan mistik. Semua yang saya lakukan dalam menolong para mahluk, selalu didasarkan ajaran Dharma Mulia Welas Asih kepada para mahluk.

Walau ternyata hasilnya sangat luar biasa, semua ini bukti akan kebenaran ajaran Dharma Mulia dan Welas Asih yang dapat melampau segala penderitaan. Inilah yang membuat para umat lain berpandangan bahwa yang saya lakukan bagaikan suatu yang gaib dan mistik, karena memang saya memahami bahwa kehidupan spiritual itu jauh melampau segala pengetahuan yang bersifat gaib dan mistik. Inilah bukti bahwa kehidupan spiritual yang sebenarnya, jauh lebih bermanfaat dibanding pembinaan yang hanya sebatas mencari segala ilmu-ilmu gaib dan mistik saja.

Dilain pihak, bila saya menceritakan perjalan kehidupan spiritual saya bersama guru saya, Wanita Berjubah Biru. Ketika kami bersama-sama membantu berbagai penderitaan para mahluk. Saya dapat pastikan para mahluk yang tidak mengenal saya dan beliau, pasti cenderung untuk mencemohkan dan menganggap kisah kami sangat berlebihan atau hanya cerita dongeng anak-anak. Tetapi saya pastikan, bagi para mahluk yang telah mengenal saya dan beliau, mereka akan sangat menghargai perbuatan mulia kami.

Untuk menghindari kesalah pahaman, dan kepicikan para mahluk yang berpandangan sempit dan penuh dengan rasa iri hati. Karena saya benar-benar memahami sumber kepicikan dan iri-hati mereka, sebenarnya berasal gambaran pikiran mereka yang selalu memperdaya kesadaran mereka. Dan ini adalah alamiah kehidupan dari para mahluk yang tidak membina kehidupan spiritual dengan baik.

Untuk mencegah timbulnya kesalahan yang lebih besar bagi mereka yang demikian, saya lebih berhati-hati memilih kisah-kisah pengalaman spiritual saya. Sehingga saya memang tidak banyak menuliskan pengalaman spiritual dalam membantu penderitaan para mahluk, kecuali pengalaman saya ini mengandung ajaran dharma yang dapat bermanfaat bagi para mahluk lainnya.

Dalam menceritakan dan menuliskan pengalaman spiritual saya. Saya lebih mementingkan akan ajaran dharma yang terkandung didalam kisah pengalaman saya. Dan saya lebih menghindari untuk menceritakan kehebatan dan keanehan kisah-kisah pengalaman kehidupan spiritual saya yang tampak penuh dengan misteri dan spiritual.

Walaupun saya juga mengetahui, bagi para mahluk yang berjodoh telah menyaksikan dan mengalami apa yang kami lakukan. Mereka tidak mungkin mencemohkan atau menganggap bagaikan cerita dongeng belaka. Bahkan banyak dari mereka yang mengakui sangat luar biasa, walau jauh dari logika pikiran mereka. Kejujuran mereka benar-benar sangat saya hargai, karena inilah bukti akan kejujuran hati nurani mereka, yang tidak dapat diperdaya dan dibohongi oleh kemunafikan, kepicikan, dan iri hati.

Kejujuran mereka yang demikian benar-benar sebagai embun penyejuk diwaktu pagi, karena mereka adalah benar-benar mahluk yang menyaksikan dan mengalami sendiri apa yang saya dan guru saya perbuatan. Bagi para mahluk lainnya yang tidak menyaksikan dan mengalami apa yang kami perbuat, tetapi dengan sombong dan beraninya menghujat dan mencemoh. Kami hanya mengharapkan mereka tidak terperdaya oleh kemunafikan, kepicikan, dan iri hati. Sehingga mereka dapat dijauhi oleh perbuatan memfitnah, karena tidak mengetahui kebenaran tetapi mengatakan yang tidak benar.

Dan saya juga tidak perduli dan khawatir dengan apa yang mereka perbuat, pikirkan, dan katakan tentang saya dan sebagainya. Saya lebih mementingkan para mahluk yang membutuhkan bantuan agar terbebaskan secepatnya dari penderitaannya. Sungguh suatu tidak adil bagi mahluk yang membutuhkan bantuan saya, bila hanya karena kebodohan dan kesalahan mereka yang tidak mengenal saya. Sehingga saya harus menghentikan perbuatan mulia, untuk membantu mereka yang membutuhkan bantuan dan berjodoh dengan saya dan para Mahluk Suci.

Bagi saya dan Wanita Berjubah Biru, tidak ada yang lebih bahagia ketika melihat para mahluk dapat terbebaskan dari segala penderitaannya. Dan kami hanya dapat mengharapkan kepada mereka yang beruntung dan berjodoh, agar dapat memanfaatkan kesempatan yang kedua kalinya ini dengan sebaik-baiknya, karena tidak banyak mahluk yang dapat memiliki kesempatan untuk kedua kalinya. Mereka sangat beruntung dapat memiliki bantuan sehingga diberi kesempatan untuk kedua kalinya, semua ini terjadi juga karena pembinaan kehidupan spiritual, doa dan karma baik mereka sendiri.

Kami selalu mengingatkan kepada para mahluk untuk terus membina kehidupan spiritualnya lebih baik lagi, hingga mencapai Kesempurnaan Agung Sejati. Dan kami juga mengingatkan kepada mereka, dilain kesempatan bila mereka menemukan ada mahluk yang membutuhkan bantuan. Cobalah untuk membantunya dengan setulus hati, seperti kami membantu mereka sekarang ini. Sehingga jerih payah kami, tidak hanya terputus sampai disini. Tetapi dapat terus dilanjutkan oleh mereka, dan terus berantai kepada para mahluk lainnya.

Dan semoga bibit Bodhicitta dan welas asih yang kami tanam disetiap hati para mahluk, dapat berkembang disepanjang masa.

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.