Home
Back
Info Dharma
Galleria

Pemahaman Ajaran
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian 8  - oleh: Wisnu Prakasa")

Alamiah Ajaran Tao dan Zen sangat tergantung dari pembinaan kehidupan spiritual masing-masing. Jika seorang Guru mencoba menjelaskan ajarannya kepada anda, maka apa yang anda dapatkan adalah satu ajaran yang berdasarkan dari pandangan Guru ini yang disampaikan melalui keterbatasan bahasa dan kata-katanya.

Walau anda merasa telah memahami ajaran Guru sepenuhnya, anda harus berhati-hati karena pemahaman yang anda rasakan adalah bukan pemahaman yang sesungguhnya. Anda harus selalu menyadari bahwa pemahaman yang anda rasakan ini, tetap tidak akan sama dengan pemahaman Guru anda.

Anda juga harus menyadari bahwa pemahaman yang anda rasakan ini, tetap bukan pemahaman yang sebenarnya dari jati diri anda. Pemahaman ini hanya sebagian dari pemahaman yang disampaikan Guru, dimana masih banyak bagian dari pemahaman lainnya masih banyak yang tidak dapat diungkapkan atau hilang didalam penyampaian ajaran dari Guru.

Setelah anda menerima pemahaman Guru, selanjutnya anda harus membina kehidupan anda berdasarkan pemahaman yang anda dapatkan ini. Dalam tahap ini, anda mulai meneliti tahap demi tahap dari apa yang terkandung dalam Ajaran. Inilah tahap pembinaan ajaran yang sesungguhnya. Anda mulai menjadikan diri anda bagian dari pemahaman ini, segala kebenaran dan kesalah pahaman dalam penurunan ajaran sebelumnya akan dapat diluruskan. Sehingga anda mulai benar-benar memahami pemahaman Guru yang sesungguhnya.

Selanjutnya, anda harus menjadikan pemahaman ini menjadi bagian dari kehidupan anda. Dalam tahap ini anda dapat dikatakan sebagai mahluk spiritual, yang mengabdikan hidupnya dalam pembinaan spiritual. Sebagai mahluk spiritual maka segala perbuatan, ucapan, dan kesadaran anda harus terjaga sesuai dengan pembinaan dan pemahaman ajaran. Tahap ini merupakan tahap yang paling sulit, dan membutuhkan pengabdian yang tinggi.

Setelah pemahaman dapat menjadi bagian diri anda yang tidak terpisahkan lagi, maka anda tidak lagi terikat dengan pemahaman ini. Dimana segala perbuatan, ucapan, dan kesadaran anda adalah pemahaman itu sendiri. Di dalam tahap ini, Anda melepaskan segala kemelekatan akan pemahaman yang anda dapatkan dari Guru, dan menggantikannya dengan pemahaman sejati anda sendiri.

Saya masih ingat akan petunjuk dari Bodhisattva Danau Biru diawal pembinaan kehidupan spiritual saya:

Pada awalnya TIDAK ADA.
TIDAK ada menjadi ADA.
ADA dan TIDAK ADA bersatu tanpa beda.
Yang tersisa TIADA.

Inilah proses singkat pembinaan kehidupan spiritual, yang saya jalankan dibawah bimbingan langsung dari Bunda Mulia. Saya haturkan juga rasa hormat yang tidak terhingga kepada Bodhisattva Danau Biru, Guru Utama "Wanita Berjubah Biru" dan para Guru-Guru Besar lainnya yang telah membimbing saya dalam kehidupan spiritual saya. Rasa hormat kepada seluruh Dharmapala dan para Pelindung, yang telah menjaga dan membantu saya dalam pembinaan kehidupan spiritual menjalankan Ajaran Dharma Mulia.

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.