Pemahaman Singkat Puja Bhakti
(dikutip dari buku
"Kisah-Kasih Spiritual Bagian XIII : Wisnu Prakasa")
Syarat utama sebelum melakukan Puja-Bhakti
adalah menjaga kejernihan Kesadaran,
dari segala kekotoran dan kemelekatan gambaran pikiran.
Memberikan Persembahan Pada Mahluk Suci:
Bagaikan seorang ibu, yang mempersiapkan makanan anaknya.
Bagaikan seorang ibu, yang memberikan makanan pada bayinya.
Bagaikan seorang pangeran, yang melamar kekasih pujaannya.
Pengundangan Para Mahluk Suci:
Bagaikan seorang ibu yang menyambut kedatangan anak kandungnya,
yang bertahun-tahun tidak berjumpa.
Bagaikan seorang anak kecil yang menyambut kedatangan ibunya,
yang lama tidak dilihatnya.
Bagaikan seorang Raja yang menyambut kemenangan putranya,
dari medan tempur yang bertahun-tahun.
Pembacaan Mantra:
Bagaikan seorang pengemis, yang memohon belas kasihan.
Bagaikan menarik dan mengeluarkan nafas segar di pengunungan.
Pembayangan dan Visualisasi:
Bagaikan membayangkan kekasih pujaan.
Bagaikan seorang ibu, yang merindukan anaknya yang hilang.
Meditasi:
Lembut bagaikan air, tidak tergoyahkan laksana gunung, terang bagaikan
sinar matahari, dan jernih bagaikan cermin kristal.
Doa Pertobatan:
Bagaikan orang tua, yang baru membunuh anak bayinya.
Bagaikan setan di neraka abadi, yang memohon ampun dari siksaannya.
Doa Permohonan:
Bagaikan seorang bayi, yang memohon susu dari sang ibu.
Bagaikan orang buta, yang memohon diberikan penglihatan.
Pelimpahan Kebajikan:
Bagaikan memasukan makanan kedalam mulut sendiri.
Bagaikan seorang ibu, yang membagikan oleh-oleh kepada anaknya.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —