Home
Back
Info Dharma
Galleria

Pembinaan Ajaran Cauw-Tu
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 5 -  Wisnu Prakasa")

Empat bulan saya meninggalkan Indonesia, dimana selama empat bulan ini saya pusatkan waktu saya lebih banyak untuk menyelesaikan tahap akhir pembinaan ajaran Cauw-Tu dari Bunda Mulia.

Pada masa menyelesaikan pembinaan ajaran Cauw-Tu, saya mengunjungi banyak vihara Bunda Mulia di berbagai tempat untuk memohon petunjuk dan berkah. Pada saat tersebut, banyak sekali kejadian spiritual lainnya yang juga sulit dijelaskan oleh umat awam lainnya. Para umat di vihara tersebut tidak ada yang mengetahui bahwa saya sedang dalam menyelesaikan pembinaan ajaran Cauw-Tu, tetapi ternyata Bunda Mulia selalu hadir membimbing dan juga telah menyiapkan segala keperluan untuk upacara Cauw-Tu. Dimana dikemudian hari, saya harus menggantikan tugas dari Wanita Berjubah Biru memimpin upacara Cauw-Tu dari Bunda Mulia.

Perlengkapan-perlengkapan upacara Cauw-Tu yang saya dapatkan atas berkah dan petunjuk yang telah dipersiapkan oleh Bunda Mulia secara langsung, seperti: Bendera Pusaka Kuasa Alam Im, Rupang Ksitighabra, rupang cendana Bunda Mulia, dsb.

Pada kesempatan ini saya hanya dapat menceritakan mengenai turunnya Bendera Pusaka Kuasa Alam Im, perlengkapan-perlengkapan lainnya tidak dapat saya jelaskan demi menjaga samaya yang saya pegang.

Kejadian ini berawal sejak sebulan yang lalu dimana salah satu murid Bunda Mulia dari salah satu Vihara Yauw Ce Cin Mu dari .... (tempat tidak dapat saya sebutkan), setiap hari bermimpi dirinya diperintahkan secara langsung oleh Bunda Mulia untuk membuat Bendera Pusaka Kuasa Alam Im. Bunda Mulia memerintahkan agar dirinya membuat Bendera Pusaka Kuasa Alam Im sebagus mungkin. Petunjuk ini didapatnya tidak hanya disaat bermimpi, tetapi seringkali pula Utusan dari Bunda Mulia mengingatkan dirinya untuk mempersiapkan sebuah Bendera Pusaka Kuasa Alam Im.

Selanjutnya, wanita ini membuat sebuah Bendera Pusaka Kuasa Alam Im sesuai dengan gambaran yang diberikan oleh Bunda Mulia. Setelah selesai, dirinya bingung untuk siapakah bendera tersebut, tetapi Bunda Mulia ternyata tidak memberikan petunjuk kepadanya lagi.

Pada suatu kesempatan saya mengunjungi satu vihara Bunda Mulia di gunung yang jauh dari keramaian kota, vihara ini hanya diperuntukkan bagi para murid Bunda Mulia dan para Dewa-Dewi lainnya yang sedang membina Roh Sejatinya. Di saat berkunjung ini saya mendadak dipanggil oleh Bunda Mulia dan diserahkan Bendera Pusaka Kuasa Alam Im tersebut, saya sendiri kaget karena saya tidak menyangka Bunda Mulia telah menyiapkan Bendera Pusaka Kuasa Alam Im untuk saya. Saya sendiri tidak pernah mengetahui tentang adanya Bendera Pusaka Kuasa Alam Im, dan apa manfaatnya.

Di vihara ini pula saya menerima penurunan silsilah dan kuasa pemegang Bendera Pusaka Kuasa Alam Im langsung dari Bunda Mulia. Selanjutnya, Bunda Mulia membimbing Roh Sejati saya secara langsung dalam menggunakan Bendera Pusaka tersebut. Penurunan ajaran ini sangat sulit dipahami bagi mahluk lain yang roh sejatinya belum terbangkitkan, tetapi bagi para pembina Roh Sejati untuk dapat menerima silsilah ajaran langsung dari Bunda Mulia atau para mahluk suci lainnya merupakan hal tidak sulit dipahami.

Selanjutnya didalam tahap penyelesaian terakhir pembinaan ajaran Cauw-Tu, saya secara langsung dibimbing oleh guru utama saya, Wanita Berjubah Biru. Beliau mengajak saya berpartisipasi dalam upacara Cauw-Tu di vihara Se Pi Tang Hua Lien. Sungguh suatu pengalaman spiritual yang luar biasa, yang penuh dengan berbagai kejadian yang sungguh sulit dipahami bagi umat awam.

Dengan menerima silsilah ajaran Cauw-Tu dari Bunda Mulia dan memegang Bendera Pusaka Kuasa Alam Im, saya mempunyai tanggung-jawab besar untuk turut membantu para mahluk halus di alam bawah. Mereka yang tidak memahami mahluk halus di alam bawah, tentu akan mencemohkan saya. Saya memahami pandangan mereka, karena diwaktu lampau saya sendiri mempunyai sedikit pandangan seperti mereka. Setelah saya memahami kebenaran yang sesungguhnya dari alam bawah, setelah saya melihat apa yang tidak saya ketahui sebelumnya, setelah saya menyelesaikan pembinaan ajaran Cauw-Tu, Saya tidak akan pernah lagi mencemohkan mereka yang mengadakan upacara Cauw-Tu. Saya menyadari bahwa kebodohan saya sendiri yang membuat saya seperti itu dimasa lampau.

Wanita Berjubah Biru juga mengingatkan kepada saya untuk lebih berhati-hati karena tugas saya di Indonesia akan jauh lebih sulit, beliau selalu mengingatkan kepada saya untuk selalu bersabar dan tabah dalam menjalankan tugas. Segala fitnahan dan cemohan harus saya terima dengan hati yang mulia, kasihanilah mereka yang tidak mengetahui apa yang mereka perbuat. Serahkanlah segala masalah saya dikemudian hari kepada Bunda Mulia, karena Bunda Mulia pasti akan memberikan jalan yang terbaik karena Bunda Mulia begitu menyayangi saya.

Saya memahami maksud dari beliau, untuk itu saya memohon petunjuk dan bimbingan beliau agar dapat membantu tugas saya di Indonesia. Saya mengharapkan kehadiran beliau untuk membantu saya di Indonesia, tetapi beliau hanya berkata bahwa Bunda Mulia yang akan memutuskan.

 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.