Home
Back
Info Dharma
Galleria

Pembinaan Kesadaran Sejati
Vs.
Pembinaan Spiritual lainnya.
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian 9  - oleh: Wisnu Prakasa")

Walau pembinaan spiritual memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mencapai Kesempurnaan Agung Sejati. Tetapi dalam menjalankan pembinaan spiritual, para mahluk masing-masing memiliki cara pembinaan yang berbeda.

Puja Bhakti dan Pemberkatan, Mantra, Mudra, Ajaran, Meditasi, Pembayangan, Bodhicitta, dsb. Kadang digunakan sebagai alat bantu, juga untuk mendapat berkah dan manfaat dari luar. Tetapi kadang juga menjadi satu penghalang dalam tahap awal pembinaan spiritual.

  • Dengan melakukan Puja Bhakti, para umat cenderung mengharapkan adanya berkah dari para mahluk suci dan guru.

  • Dengan membaca Mantra dan melakukan mudra, para umat cenderung pada keinginan akan berkah kekuatan sakti atau lainnya.

  • Dengan mendapatkan silsilah Ajaran, para mahluk cenderung akan memiliki kemelekatan pada pengetahuan Ajarannya.

  • Dengan melatih meditasi, para umat cenderung untuk memfokus pada satu objek, baik objek luar dan objek.

  • Dengan melatih pembayangan, para umat cenderung menggunakan gambaran pikirannya untuk membentuk gambaran para mahluk suci.

  • Dengan melatih Bodhicitta, para umat cenderung terikat dengan motivasi dan tujuannya.

Walaupun pembinaan-pembinaan spiritual yang demikian juga merupakan pembinaan yang baik dan benar. Beraneka ragam pembinaan spiritual, diciptakan oleh para Guru Besar untuk membantu para mahluk, karena tingkat pencapaian spiritual para mahluk masing-masing berbeda. Satu cara pembinaan mungkin sesuai dengan si A, tetapi tidak sesuai dengan keadaan dan kondisi si B.

Pembinaan-pembinaan spiritual yang demikian, biasanya akan memiliki berbagai tingkat yang disesuaikan dengan pencapaian para umat.

  • Sehingga kita mengenal adanya berbagai Puja-Bhakti yang umum, singkat, panjang, hingga yang rahasia.

  • Sehingga kita mengenal ajaran, mantra dan mudra yang umum, khusus, cinta kasih, murka, hingga mantra rahasia.

  • Sehingga kita juga mengenal banyaknya cara dan objek meditasi dan pembayangan yang tidak terhitung jumlahnya.

  • Sehingga kita mengenal pentingnya untuk mengembang dan membangkitkan rasa Bodhicitta.

Walaupun memiliki beraneka ragam tingkat, tetapi pada tahap dan tingkat terakhir pembinaan. Saya pastikan bahwa semua pembinaan ini akhirnya akan menyatu kembali pada kesatuan tunggal, yaitu Kekosongan (Kesunyataan).

 Ditahap akhir ini, segala hal yang didapatkan dan dicapai, akhirnya akan melebur kedalam jati diri kita yang sebenarnya. Semua yang didapatkan dan dicapai, sebenarnya bersumber pada jati diri kita yang sebenarnya. Dan segalanya dan jati diri adalah tanpa beda, inilah sifat alamiah kekosongan (kesunyataan).

 Walau pengalaman dan pembinaan spiritual saya masih sangat minim tetapi saya dapat mengatakan bahwa pencapaian kekosongan yang sebenarnya, adalah tidak berbeda dengan apa yang dinamakan pecapaian Kesadaran Yang Jernih dari pembinaan Kesadaran Sejari.

 Dimana pembinaan Kesadaran Sejati merupakan pembinaan yang melepaskan ikatan-ikatan gambaran pikiran yang selalu timbul dan memperdaya Kesadaran. Dengan melepas segala ikatan dan kemelekatan gambaran pikiran, maka Kesadaran akan terjenihkan.

 Walau dalam pelaksanaan pembinaan kehidupan spiritual, para mahluk spiritual pembina Kesadaran Sejati melakukan pembinaan yang terbebaskan dari segala puja dan puji dari Puja Bhakti, terbebaskan dari segala berkah dan pemberkatan dari para guru dan mahluk suci, terbebaskan dari segala berkah dan kekuatan ekstra dari mantra dan mudra, terbebaskan dari segala kemelekatan akan pengetahuan Ajarannya, terbebaskan dari segala fokus akan objek meditasi dan gambaran pembayangan apapun, dan terbebaskan dari segala motivasi dan tujuan dari segala pembinaan Bodhicitta.

 Para pembina Kesadaran Sejati akan memahami sifat alamiah keterikatan pikiran dan Kesadaran. Mereka telah selalu berusaha untuk terbebaskan dari segala keterikatan dan keterperdayaan pikiran, merupakan suatu dasar alamiah dari Kesempurnaan Agung Sejati.

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.