Home
Back
Info Dharma
Galleria

Pembinaan Tubuh Dalam Kesederhanaan
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian XI - oleh: Wisnu Prakasa")

Selain pembinaan Kesadaran Sejati dan Roh Sejati, pembinaan tubuh juga merupakan pembinaan yang penting dalam menunjang kehidupan spiritual. Sehingga banyak para Master Tao melakukan berbagai macam pembinaan tubuhnya, sehingga mereka dapat merawat tubuhnya, hidup lebih sehat dan berumur panjang.

Para Master Tao menjalankan berbagai pembinaan tubuh seperti: Tai-Chi, pernafasan, yoga, chi-Kung, kung-fu, tenaga dalam, Chakra, panas tubuh, satu nafas, pengobatan, hingga accupunture, dsb. Walau para Master Tao banyak melakukan berbagai macam pembinaan tubuh, bukan bearti para Master Tao masih terikat dengan kemelekatan tubuh kasarnya. Para Master Tao Sejati telah memahami pentingnya akan keserasihan antara tubuh kasar, Roh Sejati, dan Kesadaran Sejati.

Dasar tujuan utama pembinaan tubuh yang dilakukan oleh para Master Tao, mereka memahami bahwa dengan tubuh yang sehat, mereka dapat membina kehidupan spiritual dengan lebih baik. Demikian pula dengan memiliki umur panjang, mereka dapat membina kehidupan spiritual lebih lama dan lebih baik lagi. Dengan memiliki dasar pembinaan kehidupan spiritual yang lebih baik dan lebih lama, maka pencapaian mereka dapat lebih maksimal lagi.

Berbagai macam pembinaan tubuh yang telah diajarkan oleh para Master Tao, saya lebih menyukai salah satu cara pembinaan tubuh yang menurut saya lebih sesuai dengan kondisi di masa sekarang. Pembinaan tubuh ini saya namakan sebagai ‘Pembinaan Tubuh Dalam Kesederhanaan’, dimana intisari utama dari pembinaan ini adalah:
    "Istirahat bebas dan tenang, sehingga tubuh akan merasakan keadaan damai dan tenang".

Bila telah memahami intisari utama dari ‘Pembinaan Tubuh Dalam Kesederhaan’, yaitu ‘Istirahat bebas dan tenang’. Maka para mahluk dapat menerapkannya dalam setiap waktu senggangnya. Dimana pada tahap awal merasakan kedamaian dan ketenangan, dapat dimulai dengan berhenti berbicara dan diam membisu untuk beberapa menit. Kemudian rasakan keadaan tubuh, tanpa memfokus pada satu anggota tubuh. Rasakan dan rasakan terus keadaan tubuh seutuhnya, bebas dari segala perbuatan dan keterikatan.

Bila telah dapat merasakan kesederhanaan dan keadaan tubuh yang seutuhnya, maka nafas kita akan menjadi halus dan pikiran kita menjadi tenang secara alamiah. Lakukan pembinaan tubuh ini, tanpa pengharapan atau paksaan, tetapi biarkan kesederhanaan dan keseluruhan timbul secara alamiah. Bila telah mencapai ketenangan pikiran, maka keadaan damai dan tenang akan timbul secara alamiah pula.

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.