Home
Back
Info Dharma
Galleria

Pembuangan Abu Jenazah
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 9 -  Wisnu Prakasa")

Bagi jenazah yang dibakar langsung setelah proses kematian atau setelah diangkat dari kubur, selanjutnya dapat disimpan di rumah abu atau dibuang kelaut. Walau ada baiknya untuk langsung dibuang kelaut, tetapi bagi keluarga yang ingin menyimpannya beberapa tahun didalam rumah abu sebelum dibuang kelaut, juga dapat dilakukan.

Bila almarhum tidak meninggalkan pesan khusus akan sisa jenazahnya, keputusan ini sebaiknya hal ini dirundingkan dengan anggota keluarga lainnya dengan cara musyarawat dan mufakat. Yang terpenting adalah semua keluarga dapat menerimanya menjadi keputusan bersama.

Pembuangan abu jenazah almarhum, juga memiliki lambang dan manfaat yang baik. Dimana pembuangan abu jenazah ke laut atau danau yang luas, melambangkan lenyapnya segala sisa-sisa kemelekatan gambaran pikiran yang masih melekat pada kesadaran. Juga melambangkan kembalinya roh almarhum, kepada Roh Suci Maha Tunggal yang tidak berbentuk atau berupa.

Dengan demikian para anggota keluarga, saudara, dan teman-teman almarhum dapat menerima kematian almarhum sebagai suatu kebenaran alamiah. Dengan membuang abu jenazah, mereka melepaskan segala keteritakan pada almarhun, dan sebaliknya. Segala kesalahan dan hutang-piutang almarhum, baik yang disengaja atau yang tidak disengaja. Semuanya akan musnah, bersama hilangnya abu jenazah di dalam lautan yang luas.

Manfaat lainnya bagi para keluarga, saudara dan teman almarhum. Mereka akan memahami dan melihat secara langsung akan ketidak abadian akan kehidupan sebagai manusia ini. Mereka juga dapat lebih memahami alamiah kebenaran, bahwa kematian yang pasti akan datang menjemput setiap mahluk tanpa terkecuali. Mereka dapat lebih memahami bahwa usia tua dan muda, bukan suatu patokan bagi datangnya sang kematian.

Manfaat bagi almarhum, juga sangat besar. Tetapi saya tidak dapat mengemukakannya secara umum. Hal ini juga untuk menghindari kesalah pahaman mahluk lain, yang tidak memahami alamiah kebenaran keadaan sesudah kematian. Saya hanya dapat menyatakna bahwa dengan lepasnya keterikatan para keluarga, saudara, dan teman akan kematian almarhum. Ini akan sangat membantu kejernihan kesadaran dan roh almarhum, dari segala kemelekatan gambaran pikirannya. Dengan demikian, almarhum dapat menghadapi dan menerima keadaan yang sebenarnya dengan lebih baik.

 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.