Pencapaian Semu dari Pembinaan Roh
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih
- Wisnu Prakasa")
Di dalam tubuh manusia, selain
jalur cakra, aliran darah juga dapat menjadi jalur dan jalan pergerakan roh.
Dengan alamiah yang demikian, maka Roh dapat bergerak dari simpul cakra satu dan
yang lainnya, melalui media darah.
Tahap awal pembinaan Roh, yang
membuat alamiah Roh yang dapat memungkinkan bergerak ke cakra telinga, cakra
mata, hingga cakra mahkota. Banyak sekali terjadi KESALAH PAHAMAN dengan tahap
terbangunnya Roh dalam pembinaan ROH SEJATI.
Walau Roh telah dapat mencapai
cakra mahkota melalu darah, tetapi sifat dasar alamiah dari roh ini TETAP belum
terbangkitkan penuh. Walaupun bagi pembina yang telah mencapai tahap ini, juga
merasakan suatu keadaan dan phenomena yang sangat berbeda.
Harus DIPAHAMI bahwa: Keadaan dan
phenomena yang dirasakan itu, TETAP saja bukan phenomena yang sebenarnya dari
alam Roh Besar, melainkan PROJEKSI dari gambaran-gambaran Pikiran sendiri.
Sangat disayangkan, para pembina
yang mencapai tahap ini, sudah terlanjur telena dengan projeksi gambaran
Pikirannya sendiri. Mereka akhirnya akan terjebak dalam phenomena semu ini,
sehingga pembinaan Roh mereka hanya akan berakhir pada pencapaian yang semu
belaka juga.
Guru pembimbing saya, Wanita
Berjubah Biru yang sangat terkenal dalam Aliran Yauw-Ce, akan pencapaian Roh
Sejatinya, pernah menjelaskan kepada saya bahwa dari 100 orang pembina Roh.
Setidaknya 98 pembina akan mengalami KESALAH PAHAMAN ini, dan tidak kurang dari
95 pembina akan terjerat pada pencapaian yang semu itu.
Walau pada awalnya, saya
mendengar keterangan Beliau sangat di besar-besarkan. Tetapi akhirnya saya
mengakui juga adanya kebenaran dari keterangan Beliau.
Di tahun 2001, saya dan Wanita
Berjubah Biru di undang oleh suatu kelompok pembina Roh untuk memberikan
pentunjuk dan bimbingan akan pembinaan Roh mereka selama ini. Kelompok pembina
ini memiliki umat lebih dari 200 orang, dan banyak pula umat yang telah membina
diri tidak kurang dari 5 tahun.
Setelah melihat dan menyaksikan
bagaimana pencapaian umat satu persatu, Wanita Berjubah Biru menyatakan secara
langsung dan tegas kepada para pembina, bahwa ternyata tidak satu juga yang
dapat keluar dari keterperdayaan akan pencapaian yang semu-nya.
Untuk itu, Wanita Berjubah Biru
menyarankan kepada para umat untuk kembali ke dasar pembinaan Spiritual. Inilah
intisari Pesan Wanita Berjubah Biru kepada mereka “Jernihkan Pikiran dan
kembangkan Welas Asih, maka Roh Sejati akan terbangkitkan dengan sendirinya.”
Wejangan yang singkat, tetapi
tidak banyak yang dapat memahami. “Jernihkan Pikiran dan kembangkan Welas Asih”
merupakan suatu ungkapan yang sangat sederhana dan mudah dipahami kata-katanya.
Tetapi dalam pembinaan spiritual merupakan pembinaan yang sangat sulit dan harus
dilakukan seumur hidup.