Penjelmaan Keinginan
(dikutip dari buku "
Kisah-Kasih Spiritual -  Wisnu Prakasa")

Sebagai mahluk yang Kesadaran Sejatinya tidak terlatih, bukanlah hal yang mudah untuk memahami jati diri yang sebenarnya. Kesulitan ini timbul karena manusia telah terbiasa berada dibawah pengaruh pikirannya. Sejak dilahirkan, pikirannya telah terbiasa langsung bereaksi terhadap keadaan luar. Tanpa disadari semakin lama ikatan ketergantungan pada keadaan luar akhirnya semakin kuat memperdaya.

Manusia terbiasa untuk memandang segala hal dengan membandingan-bandingkan yang satu dengan yang lainnya berdasarkan persepsi pikirannya. Segala hal yang kita lakukan hanyalah untuk mencari kesenangan dan menghindari kesedihan berdasarkan apa yang tergambar dalam pikiran. Manusia tidak lagi dapat menghitung hidupnya dan lupa akan jati diri yang sebenarnya. Manusia merasa telah menjadi master bagi dirinya, tetapi mereka tidak lagi menyadari bahwa mereka hanyalah sebagai budak dari pikirannya.

Pikiran manusia telah dipenuhi dengan konsep dan pandangan dari lingkungan luar, dimana pada umumnya manusia hanya memandang kebahagiaan berdasarkan faktor dan keadaan luar saja. Pemahaman arti kebahagian yang ada hanya sebatas pada kebahagian untuk memenuhi keinginan dari pikiran. Manusia tidak lagi menyadari bahwa keinginan untuk mencapai kebahagiaan tersebut berawal dari pikirannya sendiri.

Dimana sebenarnya gambaran pikiran yang timbul ini telah mengendalikan panca indera mereka, untuk selalu memenuhi segala macam gambaran keinginan yang timbul dari pikiran. Keinginan ini sebenarnya tidak akan pernah dapat terpuaskan karena kepuasan ini bukanlah kepuasan yang sejati. Semakin banyak gambaran keinginan yang timbul, semakin besar kepuasan yang harus dipenuhi. Akhirnya semakin besar pula kekecewaan yang akan dirasakannya.

Sejak awal hingga sekarang, telah banyak mahluk suci yang mengajarkan berbagai cara untuk memutuskan ikatan penderitaan yang timbul dari gambaran keinginan pikiran. Salah satu jalan yang banyak diajarkan untuk memutuskan penderitaan tesebut adalah dengan berlatih untuk menguasai segala gambaran keinginan yang timbul dari pikiran.

Para mahluk, pahamilah bahwa gambaran keinginan yang timbul merupakan suatu kekuatan yang luar biasa dashyatnya. Dimana gambaran keinginan yang timbul dari pikiran, dapat menjelma menjadi berbagai macam bentuk yang beraneka-ragam. Dan selalu memperdaya setiap saat.

“Walaupun para Budha dapat menjelma tak terhingga banyaknya, tetapi gambaran keinginan yang timbul dari Pikiran dapat menjelma lebih banyak lagi. Dimana keinginan dapat menjelma bagaikan Budha, tetapi Budha adalah jelmaan tanpa keinginan.”

Bunda Mulia menurunkan ajaran Pembinaan Kesadaran Sejati, agar para mahluk menyadari akan awal Kesadaran Sejati yang sesungguhnya. Bilamana para mahluk telah membina kesadarannya, maka segala gambaran keinginan dan kemelekatan pikiran tidak lagi dapat memperdayai kesadarannya. Sangat disayangkan dizaman ini, sangat sedikit para mahluk yang dapat membina ajaran Pembinaan Kesadaran Sejati.

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.