Perubahan Dasar Pandangan Hidup
(dikutip dari buku "
Kisah-Kasih Spiritual -  Wisnu Prakasa")

Beberapa abad yang lampau, manusia dituntut untuk mempunyai iman dan kepercayaan yang kuat terhadap suatu keyakinan spiritual agama. Mereka yang di curigai tidak mempunyai iman dan kepercayaan spiritual agama yang kuat, akan dikucilkan oleh masyarakat umum. Bila mereka dianggap tidak mempunyai iman dan kepercayaan spiritual agama, mereka dianggap sebagai orang sesat dan murtad. Bahkan mereka dapat diajukan kepengadilan sebagai suatu perbuatan jahat yang mengingkari dan menentang kehendak Zat Yang Maha Kuasa.

Kemudian memasuki masa dimana ilmu pengetahuan modern berkembang dengan sangat pesat, para ahli dituntut untuk bekerja lebih giat agar dapat menjelaskan seluruh masalah dengan metode ilmiah dan logika. Perkembangan ilmu pengetahuan modern yang sedemikian pesatnya, sehingga timbul kelompok masyarakat mulai mengambil dasar logika sebagai pandangan hidupnya, menggantikan iman dan kepercayaan.

Perubahan pandangan hidup ini akhirnya menjadi lebih ektrim. Sehingga sebagian besar masyarakat, mulai menganggap bahwa orang yang mempunyai pandangan hidup dan pikiran yang keluar dari dasar logika dan ilmu pengetahuan adalah orang yang bodoh, kuno, dan tahayul. Demikian pula bagi para umat yang masih menjalankan pembkinaan kehidupan spirirual agama dengan berpedoman pada iman dan kepercayaan, akan disebut sebagai orang ortodok yang ketinggalan zaman.

Walaupun masih banyak hal yang belum dapat dijelaskan secara logik dan metode ilmiah, hal ini tidak menjadi halangan sebagai keterbatasan logika dan ilmu pengetahuan modern. Para ahli dituntut untuk lebih bekerja keras agar dapat mengungkapan segala misteri yang belum terungkap ini.

Tetapi sungguh disayangkan, ternyata kerja keras untuk para ahli untuk mengungkapkan segala proses alamiah yang berdasarkan logika dan metode ilmiah, tidak pernah mencapai penyelesaian yang total dan sempurna. Ternyata akhirnya banyak para ahli yang mulai menyadari bahwa semakin banyak yang diketahui, semakin banyak pula yang tidak diketahuinya.

Sebagai contoh: Sebelum ditemukan teropong, para ahli menganggap dirinya hanya tidak mengetahui planet-planet yang tampak dilangit. Tetapi setelah menggunakan teropong, terungkap bahwa lebih banyak lagi planet-planet yang tidak diketahui di jagat raya ini.

Demikian pula sebelum diciptakannya mikroskop, para ahli hanya merasa tidak mengetahui beberapa kuman dan virus. Tetapi setelah menggunakan mikroskop, terungkap lebih banyak lagi kuman dan virus yang belum pernah diketahui sebelumnya. Setelah melihat dengan mikroskop, para ahli mulai menyadari bahwa sebenarnya dirinya tidak mengetahui lebih banyak tentang berbagai kuman dan virus.

Dengan ditemukannya teropong dan mikroskop, mereka yang pada awalnya merasa menjadi lebih pintar karena dapat melihat lebih jelas. Ternyata baru menyadari akan semakin banyak lagi ketidak tahuannya. Sungguh suatu hal yang sangat misterius dari alam dalam mengajar manusia.

Akhirnya sebagian masyarakat mulai jenuh dengan dasar logika dan ilmu pengetahuan dimana semakin banyak yang terungkap semakin banyak lagi yang harus terungkapkan. Mereka kembali mendalami iman dan kepercayaan seperti di masa lampau, karena mereka menyadari akan pencarian yang tanpa batas tidak pernah dapat memuaskan kehidupan rohaninya.
 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.