Home
Back
Info Dharma
Galleria

Pikiran Tubuh dan Keadaan
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 5 -  Wisnu Prakasa")

Disaat berumur dua tahun, kita hanya tertarik pada susu dan mainan, tetapi semakin kita tumbuh ketertarikan kita semakin bertambah. Inilah salah satu sifat dari pikiran, dimana pikiran juga sangat dipengaruhi oleh tubuh dan indera. Sehingga pikiran yang tidak terbina akan semakin kuat memperdaya hanya untuk memuaskan kepuasan tubuh dan indera.

Bilamana kita menganggap pikiran adalah jati-diri yang sebenarnya, bagaimana mungkin pikiran selalu terpengaruh oleh perkembangan tubuh dan indera yang tidak permanen. Dengan memahami perkembangan tubuh, kita dapat memahami bahwa pikiran bukanlah jati diri yang sesungguhnya, dimana pikiran juga bukan merupakan sesuatu yang permanen karena pikiran disaat berumur dua tahun, disaat remaja, disaat sekarang, dan disaat tua masing-masing akan berlainan.

Setiap hari dan setiap saat, pikiran selalu dipenuhi dengan segala konsep, pandangan, teori, dan gambar-gambaran lainnya yang selalu berubah-rubah. Jika kita pahami, pikiran manakah yang sebenarnya sebagai jati-diri yang sesungguhnya ? ataukah semua pikiran yang timbul adalah semu belaka.

Demikian pula dengan keadaan dan kondisi alam, dimana setiap saat pikiran dan tubuh akan merasakan keadaan dan kondisi yang berbeda-beda. Keadaan dan kondisi manakah yang sebenarnya bagi pikiran dan tubuh ? ataukah semua keadaan dan kondisi juga semu belaka ?

 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.