Banyak mahluk yang
melakukan berbagai cara meditasi di berbagai tempat sakral untuk mendapatkan
berbagai macam ilmu dan kekuatan gaib. Walaupun segala macam ilmu dapat
dimanfaat demi kebaikan dan kebahagiaan para mahluk, tetapi apakah pencapaian
tersebut abadi ? Apakah pencapaian tersebut dapat menghadapi alam peralihan
kematian agar mencapai kehidupan selanjutnya yang lebih baik? Apakah
pencapaian tersebut dapat berguna hingga Pencapaian Agung Sejati?
Segala macam ilmu dan kekuatan gaib adalah
baik sebagai bukti dan respon dari hasil latihan meditasi yang tidak sia-sia,
tetapi jangan berhenti melanjutkan latihan meditasi hanya karena merasa telah
mendapatkan respon atau kekuatan gaib. Berhati-hati dengan respon dan kekuatan
gaib yang dirasakan, karena ini dapat menjadi penghalang dalam latihan
selanjutnya dan akan menjadi kemelekatan baru yang sangat sulit dilepaskan.
Waspada dengan rasa bangga yang selalu
timbul didalam diri, rasa bangga karena merasa telah mendapatkan respon dan
kekuatan gaib merupakan manifestasi untuk menganggap rendah para mahluk lain
yang belum dapat mencapai tahap ini.
Para mahluk yang terlatih dan terbina,
giatlah selalu membina kehidupan spiritual hingga mencapai puncak kekuatan
meditasi tertinggi. Puncak kekuatan meditasi tertinggi ini, adalah untuk dapat
memotong segala keterikatan dan kemelekatan pikiran yang selalu memperdaya
kesadaran. Bilamana telah terbebaskan dari segala keterikatan dan kemelekatan
pikiran, maka Pencapaian Agung Sejati akan tercapai.
Demikian pula dengan ‘Ajaran Pembinaan Roh
Sejati’, yang pertama kali diturunkan oleh Bunda Mulia di Hua-Len, Taiwan.
Ajaran Pembinaan Roh Sejati merupakan ajaran khusus agar para mahluk dapat
mengalami dan merasakan sendiri adanya energi spiritual yang nyata dari para
mahluk suci.
Para pembina Roh Sejati yang telah
terbangkitkan Roh Sejatinya, dapat merasakan langsung seluruh Berkah Mulia
dari para mahluk suci. Para pembina Roh Sejati, selalu memahami betapa
pentingnya memiliki guru pembimbing. Dengan adanya guru pembimbing utama, maka
segala keterikatan dan kemelekatan akan respon dari energi-energi spiritual
dapat teratasi.
Para pembina Roh Sejati mengalami secara
langsung Berkah Mulia yang mereka terima, para pembina Roh Sejati akan lebih
dapat memahami makna sebenarnya dari tujuan pembinaan kehidupan spiritual
yaitu untuk mencapai Kesempurnaan Agung, sehingga mereka akan terbebaskan dari
godaan dan keterikatan akan kekuatan gaib dan mistis lainnya yang akan
menghambat pembinaan kehidupan spiritualnya.
Latihan meditasi dan pembinaan Roh Sejati mempunyai
kemiripan dalam merasakan respon energi spiritual. Bagi umat yang berlatih
meditasi untuk dapat merasakan respon energi spiritual membutuhkan waktu
bertahun-tahun, tetapi bagi para pembina Roh Sejati hanya membutuhkan waktu
berbulan-bulan. Walaupun demikian, kedua latihan ini memiliki tujuan yang sama
agar mencapai puncak pembinaan tertinggi, yaitu Pencapaian Agung.