Question & Answer
Apakah Buddha Itu ?
Buddha berasal dari kata ‘budhi’yang berarti ”To Wake Up”,
terjemahan bebasnya berarti ‘Yang Terbangun’ atau "Yang Tersadarkan", atau "Yang
Tercerahkan".
Pengalaman dan pencapaian ‘Yang Terbangun’ ini pertama kali
diungkapkan oleh pangeran Siddharta, lebih dari 2500 tahun yang lampau. Dimana
pangeran Siddharta mengalami sendiri keadaan ‘Yang Terbangun’ pada usia 36
tahun, setelah menjalani berbagai macam pembinaan spiritual.
Atas pencapaian ‘Yang Terbangun’ dari pangeran Siddharta, maka
para murid-murid pangeran Siddharta memanggilnya dengan nama ‘Buddha Siddharta’
yang berarti ‘Siddharta Yang Terbangun’,
Sekarang ini lebih dari 350 juta orang yang mengikuti ajaran
dan philosopy dari Buddha Siddharta. Jumlah ini akan terus bertambah, mengikuti
perkembangan kemajuan informasi yang semakin cepat.
Apakah Buddha adalah Philoshopy ?
Kata philoshopy berasal dari kata dasar ‘philo’ dan ‘shophia’.
‘Philo’ berarti Compassion, dan ‘Sophia’ berarti Wisdom.
Saya mengartikan makna Philoshopy yang sesusungguhnya sebagai
Compassion dan Wisdom, atau sebagai sesuatu yang mempunyai Cinta Kasih dan
Kebijaksanaan. Saya secara pribadi menamakannya sebagai ‘Cinta Kasih yang
Bijaksana’.
Bila maksud makna Philoshopy yang demikian, maka saya akan
sangat setuju selaki. Dimana saya melihat dengan nyata pencapaian ‘Yang
Terbangun’ dari pangeran Sidharta, juga mengandung dasar ‘Cinta Kasih yang
Bijaksana’. Tetapi bila makna Philoshopy hanya sebagai suatu ilmu pengetahuan
yang hanya untuk dketahui dan dipelajari, saya tidak melihat persamaannya.
Ke-Buddha-an, hanya dapat dicapai dengan menjalankannya dan
membinanya. Bila kita ingin mengetahui kebenaran Buddha, kita harus datang
sendiri, lihat sendiri, jalankan sendiri, dan anda pasti akan merasakan sendiri
apa yang dimaksud dengan oleh pangeran Siddharta, pada 2500 tahun yang lampau.
Tidak ada seorang Guru Besar sekalipun yang dapat memberikannya kepada anda,
mereka semua hanya dapat menuntun dan menunjukan jalannya.
Siapakah Buddha Siddharta itu ?
Di tahun 563 B.C sebelum masehi, lahir seorang bayi dari
seorang permaisuri raja suku ‘Sakya’ di Nepal. Bayi ini bernama pangeran
Sidharta, dengan julukannya sebagai Sakyamuni. Dan sangat disayangkan, Ibu
kandung dari pangeran Siddharta meninggal setelah melahirkan beliau.
Sejak kecil pangeran Sidharta hidup dalam kemakmuran dan
kemewahanm yang belimpah, bahkan dirinya tidak pernah melihat segala penderitaan
di luar istana. Pada awal umur dua puluhan, pangeran Sidharta menikahi seorang
putri yang cantik. Lengkaplah sudah kebahagian hidup yang banyak didambakan oleh
para pria dizaman itu.
Walaun telah mendapatkan kemewahan dan istri yang cantik,
dirinya mulai merasakan bahwa semua kebahagiaan yang ada padanya tidak terjamin
untuk dimiliki selamanya. Pangeran Sidharta mulai melihat disekelilingnya bahwa
segalanya akan berakhir kedalam penderitaan. Dirinya kemudian memutuskan untuk
menemukan jalan untuk mencapai kebahagian sejati.
Ketika beliau berumur 29 tahun, pangeran Sidharta memutuskan
untuk meninggalkan istrinya yang sedang mengandung bayinya. Beliau berkelana
mencari berbagai Guru Spiritual yang tinggi untuk berguru menjadi pertapa atau
yogi. Selama bertahun-tahun mempelajari segala macam cara pembinaan dari para
Guru Spiritual, tetapi dirinya tetap belum mengetahui sumber penderitaan yang
dialami oleh manusia dan bagaimana mengalahkan penderitaan ini.
Merasa pembinaan spiritualnya yang tidak lagi dapat memberikan
jalan keluar dari penderitaann yang ada. Kemudian pertapa Sidharta ini
melanjutkan untuk bermeditasi dengan caranya sendiri, yaitu melepaskan segala
keterikatan dan kemelekatan. Akhirnya, setelah enam tahun meninggalkan istana,
pertapa Sidharta ini tiba-tiba mengerti segalanya. Sejak detik ini dan
selanjutnya, pertapa Sidharta dinamakan Buddha, yang berarti ‘The Awakened One’,
Dia yang Telah Terbangun.
Selanjutnya, Buddha Sidharta menyebarkan ajarannya kepada para
mahluk lain selama 45 tahun. Sejak inilah roda dharma berputar kembali.Beliau
menjelajah keseluruh pelosok india utara dan nepal. Buddha Sidharta tanpa lelah
terus memutar roda dharma, sehingga Beliau telah menjadikan beribu-ribu orang
sebagai pengikutnya
Pada umur 80 tahun, Beliau juga mengalami usia tua, dan sakit.
Tetapi Beliau tetap bahagia, hingga akhirnya Beliau meninggal dunia dengan
tenang.
Apakah Buddha itu God ?
God dalam hal ini saya artikan sebagai Yang Maha Kuasa, Yang
Maha Pencipta, dan Yang Maha Mulia. Walau memiliki banyak nama, tetapi
sebenarnya sifatnya adalah Tunggal dan Esa. Maka di Indonesia kita menyebutnya
dengan Yang Maha Esa, walau sebenarnya nama apapun tidak dapat dan tidak pantas
melambangkanNya
Apa yang saya ketahui dan pahami, Buddha Sihdarta bukan God,
yang dimaksud demikian. Buddha Sidharta bahkan TIDAK pernah mengatakan bahwa
dirinya adalah anak atau utusan dari God. Buddha Sidharta hanya seorang yang
menjalankan pembinaan spiritual, dan telah mencapai tahap penyempurnaan diri.
Kemudian Beliau memutuskan untuk mengajar para mahluk untuk mengikuti jalannya,
sehingga para mahluk dapat menyempurnakan dirinya sendiri juga.
Salah paham dengan TAO dan Buddha
Jangan kita harus menduga agama Tao dan Buddha atau agama
lainnya, hanya dari mereka yang tidak membinanya dengan benar. Jika anda ingin
mengetahui ajaran Tao dan Buddha yang benar, pelajari dan bina apa yang ada di
ajaran Tao dan Buddha, atau setidaknya menanyakan kepada mereka yang telah
memahami dan membina Ajaran yang sebenarnya.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —