Home
Back
Info Dharma
Galleria

Sahabat dan Musuh Dalam Kehidupan Manusia
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian 3 -  Wisnu Prakasa")

Sahabat kehidupan manusia terbesar adalah Gambaran kemelekatan pikiran masa lampaunya. Dimana segala kesenangan dan kesedihan yang dialami oleh manusia didalam kehidupannya akan terus menemani dan membayangi pikiran mereka. Semakin tua hidup manusia, semakin kuat kemelekatan yang akan membayanginya.

Sungguh sangat disayangkan bahwa segala kesenangan dan kegembiraan lebih mudah terlupakan, tetapi penderitaan dan kesedihan yang dihadapinya akan sangat sulit terlupakan. Setiap saat pikiran akan menimbulkan kembali gambaran penderitaan dan kesedihan masa lampaunya, sehingga dirinya selalu diliputi dan dikuasai oleh perasaan emosi kesedihan. Seluruh gambaran kemeletakan pikiran masa lampau akan datang silih-berganti setiap saat tanpa dapat ditolaknya atau dicegahnya.

Gambaran kemelekatan pikiran masa lampau selalu datang bergantian menemani manusia setiap saat, sejak pagi hari hingga malam hari sebelum tidur bahkan didalam mimpi mereka dapat muncul menguasai alam mimpi para mahluk. Sungguh-sungguh merupakan sahabat yang sangat setia.

Musuh kehidupan manusia yang terbesar adalah gambaran keinginan masa depannya. Segala keinginan untuk meraih dan mendapatkan kebahagiaan sebanyak-banyaknya berdasarkan gambaran pikirannya. Setiap mahluk akan berusaha dengan segala cara untuk memuaskan seluruh keinginan yang timbul dari pikiran.

Sungguh sangat disayangkan bahwa keinginan yang timbul tidak dapat terpuaskan selamanya, sehingga akhirnya hanya akan mendatangkan dan menimbulkan kekecewaan dan kesedihan. Semakin besar keinginan yang timbul dari gambaran pikiran, maka semakin banyak keinginan yang harus dicari dan dipenuhi, akhirnya semakin besar pula kekecewaan dan kesedihan yang akan didapatnya.

Walaupun keinginan mereka dapat terpenuhi, tetapi kepuasan yang mereka rasakan akan semakin mengecil dan akhirnya hilang dengan cepatnya tanpa meninggalkan apapun. Kepuasan yang hilang dengan cepatnya ini, akan menjelma kembali menjadi keinginan lainnya yang harus dipenuhi lagi. Para mahluk tidak lagi menyadari bahwa keinginan yang mereka cari, semakin lama akan semakin besar. Para mahluk tidak menyadari bahwa mereka telah diperdaya oleh keinginan-keinginan yang selalu tidak akan pernah dapat terpuaskan. Mereka tidak lagi menyadari bahwa diri mereka telah diperbudak oleh musuh-musuh mereka yaitu gambaran keinginan akan masa depannya yang tidak pernah dapat dipuaskan.

Di zaman sekarang ini, sangat sedikit manusia yang dapat memahami jati diri kehidupannya. Mereka yang dapat memahami sahabat dan musuh kehidupannya, adalah para mahluk spiritual yang telah memahami bahwa kehidupan spiritual adalah kehidupan yang terbebaskan dari kemelekatan akan sahabat dan musuh kehidupannya.

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.