Dalam menjalankan pembinaan spiritual, para
mahluk spiritual tidak luput dari pengamatan orang lain. Sebagian dari mereka
dapat memahami kehidupan spiritual yang kita jalankan, dan kadang terlalu
membanggakan dan menyanjung kehidupan dan pecapaian spiritual kita.
Selain sanjungan yang kita dengar, banyak pula
ucapan yang kurang baik atau fitnahan yang akan kita dengar. Semuanya harus kita
terima dengan tangan terbuka, karena inilah alamiah dari kehidupan bermasyarakat
di manusia.
Walau sanjungan terdengar sangat menyenangkan,
tetapi sanjungan dapat menjadi penghalang terbesar kita. Kadang ketika mendengar
sanjungan, secara tidak sadar kita menjadi bangga dan sombong. Sehingga kita
dapat menjadi lupa diri, yang akhirnya akan timbul gambaran pikiran bahwa kita
menjadi mahluk yang lebih dari yang lainnya. Akhirnya hal ini hanya membuat kita
menjadi malas dalam pembinaan kehidupan spiritual selanjutnhya.
Fitnahan yang terdengar tidak menyenangan,
juga menjadi penghalang terbesar kita. Kadang ketika mendengar fitnahan, kita
langsung terbawa emosi dan membantah fitnahan tersebut. Sehingga secara tidak
sadar ke-Aku-an kita telah bangkit kembali. Akhirnya yang timbul adalah gambaran
kebencian kepada mahluk lainnya.
Bila telah memahami alamiah dari sanjungan dan
fitnahan. Sanjungan dan fitnahan yang kita dapat, jangan sampai menjadi kendala
dan penghalang pembinaan kehidupan spiritual kita. Untuk ini saya mengajak para
pembina kehidupan spiritual, untuk menghadapi alamiah sanjungan dan fitnahan
yang selalu timbul dan tenggelam di dalam kehidupan masyarakat.
Ketika mahluk lain menyanjung atau memfitnah,
apakah sanjungan dan fitnahan mereka dapat bermanfaat bagi pembinaan kehidupan
spiritual kita ? Pahamilah dengan sebaiknya.
Apakah Kebijaksanaan anda akan lebih tinggi,
dengan mendengar apa yang mereka katakan?
Apakah Kesadaran anda akan lebih jernih,
dengan mendengar apa yang mereka katakan?
Apakah Roh anda akan lebih suci,
dengan
mendengar apa yang mereka katakan ?
Apakah Pencapaian anda akan lebih Agung,
dengan
mendengar apa yang mereka katakan?