Mereka yang tidak membina kesadaran
sejatinya akan selalu diperdaya oleh berbagai macam gambaran yang timbul dari
pikiran. Ketika mendengar satu nama yang disebutkan, maka pikiran
masing-masing mahluk akan timbul bermacam-macam gambaran tentang pengertian
dari nama tersebut.
Ketika saya menyebutkan satu nama: "Mr. X".
Anak dari Mr. X akan mengartikan bahwa itu ayah saya. Istri dari Mr. X akan
mengartikan sebagai suaminya. Karyawan Mr. X akan mengartikan sebagai
pimpinannya. Walaupun masing-masing memiliki pengertian yang berbeda-beda,
pengertian mereka sendiri akan terus berkembang. Mungkin pikiran anak Mr. X
akan melanjutkan mengartikan sebagai ayah yang pelit karena permintaannya
untuk dibelikan sepeda baru saja ditolak oleh ayahnya. Demikian pula dengan
istri dan karyawan dari Mr. X juga menganggap pelit karena sebelumnya
permintaan mereka baru saja ditolak oleh Mr. X.
Satu nama yang disebutkan pada awalnya,
akhirnya dapat menimbulkan berbagai macam gambaran di pikiran masing-masing
mahluk. Gambaran pikiran yang muncul juga terus timbul, sehingga masing-masing
mahluk akhirnya juga mempunyai banyak gambaran pikiran yang terus timbul tanpa
disadari lagi.
Sejak dari rumah, para umat masing-masing
memiliki tujuan yang berbeda. Setelah berkumpul, para umat bersama-sama
membaca mantra Bunda Mulia. Seluruh gambaran pikiran mereka yang pada awalnya
beraneka ragam, akhirnya lenyap seketika disaat membaca mantra Bunda Mulia.
Gambaran pikiran para mahluk, akhirnya akan lenyap dan melebur menjadi
satu-kesatuan. Sehingga yang tersisa hanya satu Kesadaran Sejati yaitu: "Namo
Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun".
Banyaknya gambaran pikiran para mahluk yang timbul
sebelumnya, akhirnya dapat melebur menjadi satu kesatuan yang tunggal dalam
kesadaran sejati. Inilah suatu manfaat yang luar biasa dari berkumpul bersama,
memanjatkan puja dan puji terhadap Bunda Mulia dan mahluk suci lainnya.