Home
Back
Info Dharma
Galleria

Terbang Melayang dan Nenek Sihir
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian XIII : Wisnu Prakasa")

Terbang dan Melayang merupakan suatu kemampuan yang banyak dikenal dalam kisah-kisah masyarakat di berbagai negara. Sehingga kita banyak mendengar kisah dan cerita yang menerangkan bahwa para penyihir dapat terbang dengan menggunakan sapunya,  beberapa Master Spiritual yang terbang dari satu tempat ketempat lain. Dari  kisah Delapan Dewa yang terbang di atas samudra selatan, hingga kisah Milarepa yang melintas dari gunung ke gunung. Masih banyak lagi kisah-kisah lainnya, yang menjelaskan akan manusia yang dapat terbang dan melayang.

Walau tidak menutup kemungkinan akan kebenaran kisah-kisah yang demikian, tetapi kisah-kisah yang demikian cenderung lebih dibesar-besarkan, dari satu mulut ke mulut lainnya. Akhirnya kisah-kisah ini tidak lagi sepenuhnya dapat dipertanggug jawabkan kebenarannya. Kali ini, saya ingin memberikan sedikit penjelasan yang tentang kepercayaan di Eropa dan America tentang kekuatan dari para penyihir, yang dipercaya dapat ‘terbang dan melayang’ dengan sapunya.

Sejak beabad-abad, masyarakat Eropa dan Amerika memiliki pandangan bahwa para penyihir itu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: tua seperti nenek-nenek, berwajah buruk, berhidung mancung dan panjang, memiliki sapu yang digunakan untuk terbang, pandai meramu berbagai macam ramuan obat dan racun, dan juga memiliki seekor kucing hitam, dsb. Dengan memberikan gambaran dan penampilan yang negatif, buruk, dan menyeramkan kepada para penyihir, kita dapat memahami bagaimana masyarakat eropa dan america menganggap bahwa para penyihir adalah orang yang jahat dan kejam. Dan secara alamiah, mereka kadang mengidentitaskan bahwa yang berwajah buruk identik dengan orang jahat, dan yang berwajah cakep adalah orang baik.

Kekuatan para penyihir yang dapat terbang, sebenarnya bukan terletak pada sapu ajaibnya. Dimana kekuatan yang sebenarnya dari para penyihir yang sebenarnya, adalah terletak pada meramu berbagai ramuan obat dan racun. Sehingga tidak mengherankan bahwa para penyihir, dapat meramu obat yang dapat membangkitkan halusinasi dan perasaan ekstasi, seperti melayang, terbang, berubah bentuk menjadi binatang, perasaan super dan kuat, kehilangan kesadaran, kesurupan, memiliki kepribadian sebagai mahluk lain, dsb.

Ramuan-ramuan yang dapat membangkitkan halusinasi dan perasaan ekstasi, sebenarnya cukup banyak terdapat di alam bebas secara alamiah. Dan dengan kemampuan para penyihir yang telah berabad-abad mempelajari ramuan yang demikian, sangat tidak mengherankan bila para penyihir sangat mahir meramu obat yang dapat membangkitkan efek-efek halusinasi dan ekstasi.

Ramuan-ramuan yang membangkitkan halusinasi dan perasaan ekstasi, pada umumnya mempunyai dampak awal yang sama, yaitu pikiran yang terbius, sehingga timbul perasaan akan tubuh yang menjadi ringan dan merasakan kenikmatan akan terbebaskan dari segala beban. Perasaan ekstasi yang timbul ini, membuat dirinya percaya sedang terbang dan merasakan kenikmatan yang luar biasa. Atau kadang mereka, merasakan berubah menjadi macan, serigala, binatang-binatang lainnya, hingga dewa-dewi tertentu. Kenikmatan  yang mereka rasakan ini, akhirnya akan membuat mereka kecanduan yang lebih parah lagi. Bahkan kadang ramuan yang mereka buat, justru meracuni mereka sendiri. Sehingga tubuh mereka kadang mengeluarkan bau tertentu, atau berwarna pucat dan hijau-kebiru-biruan, warna tubuh yang demikian merupakan dampak alamiah dari racun yang terus-menerus berada di dalam tubuhnya.

Pengaruh ramuan yang dapat membangkitkan halusinasi dan perasaan ekstasi, tidak hanya berkembang di eropa dan america. Tetapi juga berkembang diberbagai pelosok dunia. Bahkan saya pernah menyaksikan beberapa kali, penyalah gunaan ramuan yang demikian  pada perbekatan dan ritual upacara-upacara ke-agamaan aliran tertentu. Dimana para umat meminum ramuan yang demikian, sebagai tanda pemberkatan dari mahluk suci tertentu, setelah meminum ramuan tersebut, kesadaran mereka langsung melemah. Dan secara tidak sadar, mereka mulai merasakan keadaan halusinasi dan ekstasi. Sehingga mereka akan menganggap akan kehadiran mahluk suci tersebut, dan mereka merasa mahluk suci tersebut telah melimpahkan berkah kebahagian yang sangat luar biasa kepada mereka. Bahkan banyak pula yang merasa, mereka telah menjadi atau sebagai para mahluk-mahluk suci.

Dimana sebenarnya, perasaan kebahagian yang sangat luar biasa tersebut, adalah efek dari ramuan yang membangkitkan perasaan halusinasi dan ekstasi. Dan setelah efek dari ramuan tersebut hilang, maka perasaan kebahagian yang dirasakan, juga akan turut hilang. Mereka tidak lagi menyadari telah diperdaya akan kebahagian yang semu, dan  bahkan berakibat lebih buruk lagi, yaitu tubuh dan kesadaran yang akan semakin melemah dan terperdaya.

Untuk ini saya mengajak para pembina spiritual, untuk lebih berhati-hati dalam meminum ramuan dan obat yang demikian. Ramuan yang demikian, adalah ramuan yang dapat menghilangkan kesadaran, maka SANGAT bertolak belakang dengan tujuan pembinaan Spiritual, yang membina dan menjaga kejernihan Kesadaran. Terlebih-lebih di zaman sekarang ini, dengan teknologi yang semakin maju. Untuk mendapatkan ramuan dan obat yang demikian sangat mudah sekali didapatnya, karena sudah diperjual belikan secara bebas dalam bentuk pil-pil yang kecil.

Jika dahulu ramuan dan obat yang demikian, hanya dimiliki oleh para nenek sihir yang berwajah buruk dan tua. Di zaman sekarang ini, sangatlah tidak mengherankan, bila ramuan obat yang demikian, banyak sekali dimiliki oleh wanita-wanita yang berwajah cantik dan muda. Tetapi hati mereka yang demikian, jauh lebih buruk dan kejam dari nenek sihir yang buruk sekalipun.

Saya hanya mengingatkan kepada para pembina spiritual sejati, untuk berhati-hati dengan kemudahan-kemudahan dalam mendapatkan obat-obatan yang memperlemah kesadaran. Berhati-hatilah dengan nenek-nenek sihir di zaman sekarang ini, yang telah berubah muka.

Melihat kejahatan di dalam wajah yang buruk adalah sudah tidak mudah,
tetapi untuk melihat kejahatan di dalam wajah yang cantik adalah jauh lebih sulit lagi.

— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun —

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright © 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.