Bunda Mulia menurunkan Ajaran "Kesadaran
Sejati" dan ajaran "Roh Sejati", agar para mahluk membina Kesadaran Sejati dan
Roh sejati sehingga dapat mencapai Kesempurnaan Agung.
Walaupun demikian Kesadaran Sejati dan Roh
Sejati tidak terikat dengan satu tradisi manapun, karena Kesadaran dan Roh
telah ada sejak awal kehidupan para mahluk.
Sangat disayangkan bahwa hanya sedikit para
mahluk yang menyadari akan Kesadaran dan Roh mereka yang telah ada sejak awal
kehidupannya. Para mahluk semakin terjerumus kedalam perangkap pikirannya,
sehingga mereka hanya mengejar apa yang dapat memuaskan pikirannya saja.
Mereka telah terperdaya dan menjadi budak pikirannya, tetapi mereka tidak lagi
menyadari.
Mereka bangga bilamana dapat memuaskan
pikirannya, tetapi mereka tidak menyadari bahwa kebanggaan yang dirasakan akan
begitu cepat hilang sedemikian cepatnya. Akhirnya rasa bangga yang ada menjadi
suatu keinginan yang lebih besar dan harus dipenuhi.
Ajaran "Kesadaran Sejati" dan ajaran "Roh
Sejati" hanya diturunkan oleh Bunda Mulia kepada para mahluk yang telah
berniat dengan sungguh-sungguh untuk membina kehidupan spiritualnya hingga
mencapai Kesempurnaan Agung.
Ajaran "Kesadaran Sejati" dan ajaran "Roh Sejati" diturunkan
untuk menyadari para mahluk akan kebodohannya, sehingga para mahluk dapat
membina kehidupan spiritual yang sesungguhnya hingga mencapai Kesempurnaan
Sejati.
— Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta
Thien Cun —