Home
Back
Info Dharma
Galleria

Umat Yang Berpindah-Pindah
(dikutip dari buku "Kisah-Kasih SpiritualBagian 9 -  Wisnu Prakasa")

Masalah ini sebenarnya sudah ada sejak lampau hingga sekarang. Semua ini tergantung dari jodoh dan karma masing-masing. Saya sendiri melihat dan menyaksikan sendiri beberapa umat yang saya kenal dengan baik dari aliran tertentu, dengan mudahnya berpindah-pindah guru dengan mudahnya bagaikan anak-anak muda yang terus mengikuti mode dan fashion.

Secara pribadi saya dapat memahami bilamana perpindahan mereka dari guru besar yang satu ke guru besar yang lainnya. Didasari oleh tujuan dan niat untuk mencari guru pembimbing yang lebih sesuai, agar dapat memahami dan membina ajaran dharma dengan lebih baik lagi.

Sebagai mahluk yang berniat menjalankan pembinaan kehidupan spiritual, para mahluk harus jujur dengan hati nurani masing-masing. Apakah memang benar alasan ini yang menjadi dasar pertimbangan yang sebenarnya? Sudahkah kita telah benar-benar mengetahui dan memahami dasar dan tujuan dari ajaran guru ?

Atau memang sebenarnya kita mempunyai alasan lain yang sebenarnya bersumber dari masalah dan sifat pribadi diri kita sendir. Hanya diri kalian sendiri yang memahami alasan yang sebenarnya.

Saya telah banyak bertemu dengan para umat aliran lain yang telah berpindah-pindah dari satu guru ke guru lainnya. Dan saya sangat menyayangkan bahwa sebagian besar alasan perpindahan mereka hanya disebabkan oleh masalah pribadi sendiri.

Saya melihat banyak pula para murid yang telah berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun telah menyatakan perlindungannya dihadapan gurunya, tetapi sekarang ini tidak lagi menyadari pentingnya menjaga samaya antara murid dan guru. Bahkan banyak dari mereka dengan sangat berani menjelekan dan memburukan guru-guru mereka. Sunguh kasihan, mereka benar-benar tidak menyadari apa yang telah mereka perbuat.

Bagi umat yang demikian, sejujurnya saya katakan bahwa saya juga tidak dapat banyak membantu kehidupan spiritual mereka. Seburuk-buruknya seorang yang telah kita anggap sebagai guru, selamanya tetap sebagai guru kita. Bila kita merasa ajarannya tidak sesuai lagi dengan kita, kita tidak perlu memburuk-burukannya. Katakan dan jelaskan, atau setidaknya anda dapat berdiam dan tidak perlu melakukannya.

Saya ingatkan kepada para umat yang demikian. Pahamilah bahwa seburuk-buruknya orang tua, mereka tetap orang tua kita selamanya. Demikian pula bila kita telah menyatakan perlindungan kepada seorang guru besar, maka guru besar ini sebenarnya telah menjadi orang tua spiritual kita. Jika ditengah pembinaan spiritual, kita merasa tidak lagi dapat menerima ajarannya, apakah kemudian pantas menjelekan orang tua sendiri ?

Orang tua yang telah melahirkan kita, membimbing dan melindungi kita. Mungkin mereka mengharapkan kita untuk menjadi dokter, tetapi kita ingin menjadi seorang pilot. Apakah pantas ketidak cocokan ini langsung memutuskan ikatan anak dan orang tua.

Atau seburuknya, bila kita mengetahui bahwa orang tua kita adalah seorang pembunuh. Apakah kita langsung memutuskan ikatan keluarga dan menjelek-jelekan mereka ? Semua ini saya serahkan kembali kepada masing-masing umat yang demikian.

Para umat yang sering berpindah-pindah ajaran dan aliran dengan alasan yang demikian. Saya memohon maaf karena tidak dapat banyak membantu pembinaan spiritual mereka. Bukannya saya menolak mereka untuk menjadi murid dari Bunda Mulia, tetapi saya hanya ingin memberikan yang terbaik bagi mereka.

Banyak pula umat dari satu agama dan berpindah ke agama lainnya, walaupun perpindahan ini sangat baik dan benar bagi pembinaan kehidupan spiritualnya. Saya juga mengharapkan agar mereka tetap saling menghormati.

Pahami lebih dalam: bukankah kita dapat menganut dan menerima ajaran agama kita sekarang, juga karena adanya andil dari proses belajar mengajar dari pengalaman dan pembinaan kehidupan kita sebelumnya. Bukankah seorang mahasiswa akan lebih baik jika dirinya dapat tetap menghormati bekas para gurunya di SMA, SMP, atau bahkan sekolah dasar.

Terlepas dari berbagai masalah pribadi, saya juga melihat banyaknya perpindahan yang didasari pertimbangan lainnya. Di masa sekarang dimana segala informasi dengan mudah dan cepat didapat. Para mahluk juga semakin cenderung untuk berpindah dari satu guru ke guru lain. Hal ini memang ada baiknya, tetapi para mahluk juga cenderung untuk menghabiskan waktunya didalam proses pembinaan kehidupan spiritualnya ini.

Banyak para mahluk yang mulai memahami pentingnya jalankan pembinaan spiritual. Tetapi sangat disayangkan dalam pembinaan spiritualnya, mereka kadang tidak mahami tujuan dan cara mencapaian yang sebenarnya. Dimana mahluk yang demikian, biasanya akan cenderung untuk mencoba-coba berbagai macam cara satu demi satu. Tetapi biasanya mereka juga cepat menjadi jenuh dan kecewa, karena kenyataan dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

Untuk ini saya mengajak para mahluk yang pada dasarnya telah mempunyai semangat untuk membina kehidupan spiritual, untuk tidak membuang waktu anda dengan percuma dalam pembinaan kehidupan spiritual. Mengapa kita harus mencari-cari yang kita tidak ketahui arahnya ? Bukankah kehidupan yang sangat singkat ini, harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam pembinaan spiritual.

Dimana sejak lampau ajaran para Buddha, Bodhisattva dan para mahluk suci telah menurunkan berbagai macam ajaran, bahkan lebih dari 84.000 ajaran. Banyaknya ajaran, jangan dianggap sebagai suatu yang akan membingungkan bagi para mahluk dalam membina kehidupan spiritual.

Keaneka-ragaman ini merupakan suatu berkah bagi para mahluk, dimana banyaknya ajaran diturunkan karena kondisi, pengetahuan, keadaan, pencapaian, dan karma masing-masing para mahluk berbeda-beda. Walaupun demikian, akhirnya seluruh ajaran ini akan menuju kesatu tujuan yang sama yaitu mencapai ke-Buddha-an, Kesempurnaan Agung Sejati, Pencapaian Sejati, Pencapaian Tanpa Batas, Pencapaian Tertinggi, Pencapaian Tao, dsb.

 

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.