Home
Back
Info Dharma
Galleria

Akhir Tugas Utama Wanita Berjubah Biru
(dikutip dari buku "
Kisah-Kasih SpiritualBagian 15 -  Wisnu Prakasa")

Di akhir tahun 2001, saya kembali bertemu dengan Wanita Berjubah Biru untuk menerima Silsilah Ajaran Terakhir Ie Wang Ta Tie. Setelah saya selesai menerima Ajaran terakhir ini, Wanita Berjubah Biru mengatakan kepada saya, bahwa dirinya sekarang sudah lepas dari tugas utamanya. Beliau menjelaskan bahwa ketiga muridnya sudah berhasil dalam pencapaian pembinaan spiritualnya dan tidak lagi berbeda pencapaian spiritualnya dengan Beliau.

Saya melihat dengan jelas, pancaran sinar kebahagian yang demikian polos dari wajah Wanita Berjubah Biru. Seketika itu, terbayang segala kehidupan Wanita Berjubah Biru selama ini. Walau setiap tahun, saya hanya beberapa bulan bersama Beliau dalam membina Dharma dan membantu para mahluk. Saya menyaksikan sendiri, bagaimana Wanita Berjubah Biru yang sudah cukup berumur, tampak tidak mengenal lelahnya membantu para mahluk.

Pernah dalam satu hari, Beliau dan saya harus menolong lebih dari 300 orang dari pagi hingga malam hari. Ketika menjalankan tugas, memang tidak terasa lelahnya. Tetapi, setelah selesai semuanya, tidak terbayang lelahnya.  Pada hari itu, saya yang ditugaskan oleh Beliau untuk membuat Im-Yang Fu, tidak terasa telah menulis lebih dari 700 lembar Fu dalam sehari. Walau ketika menulis, saya tidak merasakan lelahnya, tetapi setelah selesai membantu Wanita Berjubah Biru. Seluruh badan saya, terasa pegal dan lelah yang sangat luar biasa sekali. Dan ketika berendam di bathtub hotel, saya bahkan hampir tertidur pulas di dalam bathtub.

Baru sekarang, Wanita Berjubah Biru mendapatkan izin dari Dewi Yauw Ce Cin Mu agar terbebaskan dari tugasnya dalam membantu para mahluk. Tugas Wanita Berjubah Biru dalam membantu para mahluk, sudah selesai di dunia ini. Para mahluk yang telah dibantu Beliau, sudah tidak terhitung jumlahnya. Beliau telah membantu para mahluk dari berbagai negara, hingga diberbagai alam.

Mulai saat ini, bila bertemu para mahluk yang memohon bantuan Beliau, Beliau akan melihat lebih dalam lagi, karena Beliau tidak memiliki keterikatan kewajiban untuk harus membantunya. Dengan kata lain, saya dapat menjelaskan keadaan Beliau sekarang dengan bahasa sehari-hari: Bagi Beliau, membantu atau tidak membantu adalah sama saja. Beliau sudah tidak terikat lagi dengan hal-hal yang demikian. Beliau hanya menjalankan alamiah kehidupannya. Jika memang harus dibantu, Beliau akan membantunya. Jika berjodoh, Beliau tidak dapat membantunya. Karma baik dari alamiah membantu para mahluk dari penderitaan, tidak lagi mempengaruhi pencapaian Spiritual Beliau.

Di akhir bulan desember 2001 ini, di depan altar Bunda Mulia Vihara She Pi Tang - Hua LIen,  Beliau mengatakan bahwa sebenarnya sisa hidupnya ingin lebih banyak bersama saya berkeliling keberbagai tempat-tempat spiritual. Tetapi keadaannya tidak lagi memungkinan untuk melakukan banyak perjalanan spiritual, untuk itu Dewi Yauw Ce Cin Mu akan mencarikan beberapa umat yang akan mendampingi saya dalam manambah wawasan berkelana dalam kehidupan spiritual.

Di akhir nasehatnya kepada saya, Wanita Berjubah biru menyatakan bahwa saya harus terus tabah memikul tugas mulia dari Bunda Mulia, karena sejak saat ini pula saya harus dapat berjalan sendiri, baik didamping maupun tanpa Beliau di kemudian hari.

Namo Uci Yauw Ce Cin Mu Ta Thien Cun

 


  Dharma Center 'BUNDA MULIA' 
Jakarta, INDONESIA

  Vihara 'Yauw Ce Cin-Mu'  
Hua Lien, TAIWAN.

Copyright 2001 Yayasan Dharma Mulia Persada Indonesia. All rights reserved.